Selamat Datang Di BLOG HUNTER
Terima kasih atas kunjungan Anda di BLOG HUNTER,
Nationalism is Humanity ~ Untuk kemudahan dalam hal Navigasi Temukan ratusan artikel Bloghanter di tombol DAFTAR ISI di bagian pojok kanan atas atau dengan cara menelusuri satu persatu dari SEMUA KATEGORI di SIDEBAR BAGIAN KANAN BAWAH

Ternyata Ahok ngefans banget sama Nabi Muhammad SAW

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan akan terus bekerja dan meningkatkan kinerja meski hingga sejauh ini belum ada tokoh yang mampu menandingi popularitasnya sebagai calon Gubernur Jakarta pada 2017.

Menurut Ahok, sapaan akrab Basuki, merujuk kepada hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting, masyarakat Jakarta cukup puas dengan kinerjanya. "Tapi ya saya kira saya kerja sajalah," katanya.

Ahok punya prinsip jika pejabat jujur dan bekerja dengan baik pasti akan dipilih banyak orang. "Contohnya Nabi Muhammad. Kalau kamu sidik, fathanah, amanah, dan tabligh pasti masyarakat pilih," katanya di Hotel Millenium, Tanah Abang, pada Kamis, 15 Oktober 2015.

Menurut survei SMRC, Ahok unggul dibandingkan dengan nama-nama lain yang muncul dalam bursa calon Gubernur DKI Jakarta. Sebamyak 23,5 persen pemilih memilih Ahok karena dinilai dianggap memiliki kinerja yang baik. 

Namun sebanyak 60 persen lebih warga Jakarta belum menentukan pilihannya. Selain Ahok, muncul nama lain seperti Ridwan Kamil, Fauzi Bowo, Tri Risma, hingga Joko Widodo. Menanggapi munculnya nama Jokowi sebagai pesaing dirinya, Ahok santai saja. "Kan udah jadi Presiden enggak mungkin jadi calon Gubernur DKI, dong," katanya.

Ahok menyatakan siap maju kembali menjadi DKI 1 melalui jalur independen. Syaratnya adalah Teman Ahok mampu mengumpulkan satu juta KTP. Ia mengatakan tidak akan mengecewakan mereka jika memang terkumpul satu juta KTP. "Saya akan menempuh jalur independen dengan segala risiko," katanya.


Menurut dia, tidak mungkin maju dengan partai politik dengan suara sebanyak itu. "Ini kan suara rakyat, jadi kami milih Teman Ahok, dong."

Ahok belum mau menyebutkan nama wakilnya. "Ya bisa orang partai. Mungkin cari yang artis-artis gitu, dong," katanya sambil tertawa. Ketika ditawarkan nama Rhoma Irama yang baru mendeklarasikan partainya, begini jawaban Ahok. "Rhoma Irama saya sudah hafal lagunya, cari yang enggak hafal."

Ahok mengatakan ia percaya diri untuk maju di pemilihan Gubernur Jakarta tahun 2017 mendatang. 


Ia bukan percaya diri karena akan terpilih, tetapi karena ia bekerja dengan baik. "Saya makin percaya diri kalau tetap jujur, tidak berpihak, dan kerja untuk rakyat, pasti dipilih orang," katamya. 
Yang terpenting saat ini, menurut Ahok, adalah menjaga kejujuran dan keadilan kepada semua golongan, suku, dan ras. "Termasuk orang yang gangguan kejiwaan."

Read More

4 Tokoh perjuangan paling berpengaruh dalam sejarah Kemerdekaan Indonesia

Pahlawan adalah mereka yang telah mengorbankan jiwa, raga, dan harta, serta segalanya yang mereka punya demi kemerdekaan Indonesia. Mereka mengorbankan semua tersebut agar generasi penerus mereka bisa hidup bahagia dan aman dari segala bentuk kekejaman para penjajah.
4 Tokoh perjuangan paling berpengaruh dalam sejarah Kemerdekaan Indonesia
Namun dimasa ini, jasa-jasa para pahlawa seakan telah menjadi sesuatu hal yang remeh. Karena bahkan banyak veteran yang kondisinya jauh dari kehidupan layak. Padahal untuk mencapai kehidupan yang sangat nyaman sperti sekarang ini, banyak sekali pengorbanan yang harus para pahlawan lakukan. Mereka bahkan menantang maut.

Nah, untuk kembali mengingatkan kaum muda tentang para pahlawan Indonesia tersebut, kita bisa melirik kembali kepada orang-orang hebat di bawah ini.

Mereka tak hanya mampu berjuang sendiri, namun dengan orasi penyemangat luar biasanya, mereka mampu menggerakkan semangat dan bara perjuangan rakyat Indonesia kala itu.

1 Ir. Soekarno


Bahkan bangsa asing pun mengakui bahwa presiden pertama RI ini adalah seorang orator ulung yang mampu ‘membius’ orang lewat kata-katanya. Soekarno lahir dan tumbuh sebagai sosok cerdas dan sangat haus ilmu. Dia belajar banyak ilmu politik dan diplomasi.

Dengan bekal itu, disertai dengan semangat dan rasa cintanya pada Indonesia, Soekarno menjadi sosok yang sangat disegani kala itu. Dia bahkan disebut sebagai Singa Podium, karena sekali berpidato atau berorasi, dia mampu menggerakkan semangat siapapun yang mendengarnya.

Bahkan, saat dia mulai naik podium, orang-orang akan berduyun-duyun datang untuk mendengarkan pidato atau orasinya, dan kembali dengan semangat baru yang telah terbentuk.

2. Soetomo


Lebih dikenal dengan sebutan Bung Tomo. Para Arek Soeroboyo kala itu menjadikannya sebagai pemimpin perjuangan, terutama pada pertempuran 10 November 1945.

Tak hanya kala itu saja, namun Bung Tomo pun sebelum-sebelumnya memang telah terkenal sebagai sosok orator ulung yang mampu membius rakyat dengan semangat perjuangan.


Jika kita mendengar kembali rekaman orasinya saat membakar semangat Arek Soeroboyo pada 10 November 1945 itu, rasanya merinding sekali bukan?

3. H Rasuna Said


Walau memang Rasuna Said lebih dikenal sebagai seorang jurnalis pada masanya dulu, namun wanita keturunan Minang yang lahir pada tahun 1910 ini adalah seorang orator yang ulung pula.

Tak hanya tulisannya yang berani dan menggigit sampai Belanda yang kala itu menjajah menjebloskannya ke penjara, namun orasinya juga tak kalah berani. Jika selama ini kita tahu bahwa pahlawan wanita adalah R.A Kartini atau Dewi Sartika, maka nama Rasuna Said tak boleh kita lupakan.

4. Tjokroaminoto


Dia lebih dikenal dengan nama H.O.S Tjokroaminoto. H.O.S merupakan singkatan dari Haji Oemar Said, nama lengkapnya. Baru-baru ini Tjokroaminoto baru saja difilmkan, sama dengan Soekarno yang pernah pula diangkat ke layar lebar.

Sosok Tjokroaminoto adalah sosok yang sangat berani, cinta Indonesia dan rakyat pribumi, serta sosok orator yang setiap pidato atau orasinya mampu membakar semangat rakyat kala itu. Tak hanya orator, dia juga sangat aktif dalam pergerakan melawan penjajah. Salah satunya dengan mendirikan Sarekat Islam.

Nah, dengan kembali sedikit mengenang keempat pahlawan yang dijuluki sebagai orator ulung Indonesia ini, semoga mengingatkan kita kembali pada jasa para pahlawan.

Mengenang jasa pahlawan bukan hanya saat hari-hari tertentu, namun dengan mewarisi sikap kepahlawanan mereka dalam kehidupan ini, bukan justru malah dengan merusak moral Bangsa.


Read More

5 Prinsip Hidup Sri Mulyani yang harusnya dijadikan Teladan semua Pejabat Indonesia

Sri Mulyani adalah Srikandi Indonesia yang sangat hebat. Kepandaian, dan kepribadian yang kuat dari beliau membuat Sri Mulyani, atau sering disebut Mbak Ani ini diakui oleh dunia. 
Tak tanggung-tanggung, Majalah Forbes menganugerahinya sebagai satu dari seratus wanita paling berpengaruh di dunia. Namun prestasi yang diberikan Sri Mulyani kepada Indonesia kadang tak dihargai dengan baik.

Ia kerap disudutkan oleh orang berkepentingan. Namun kekuatan dan ketegasan dari Sri Mulyani membuat ia selalu lolos dari masalah. Kejujuran dan sikap bertanggung jawab benar-benar membuat Sri Mulyani layak kita teladani.

Berikut kisah-kisah teladan Sri Mulyani yang layak kita baca dan renungkan!


Menjunjung Tinggi Nurani yang Sesuai Dengan Keyakinannya


Sri Mulyani adalah seorang yang sangat tegas. Ia membuktikan itu saat menjadi Menteri Keuangan di era SBY. Saat itu ia mendapatkan banyak tekanan politik. Bahkan ia dianggap tidak setiap terhadap salah satu pihak. Sri Mulyani tak tahan dengan itu semua. Akhirnya ia lebih memilih melepas jabatan prestisius itu. Menteri Keuangan Indonesia yang ditugaskan padanya dilepas dengan mudah.

Sri Mulyani tidak ingin nuraninya disakiti. Terlebih harus mengikuti keinginan beberapa pihak. Meski merasa berat, akhirnya Sri Mulyani lebih memilih jadi pengangguran saja. Biar saja jabatan itu dimiliki oleh orang lain. 

Apa yang dilakukan oleh Sri Mulyani ternyata tidaklah sia-sia. Usai melepas jabatan Menteri justru ia mendapatkan tawaran kerja sebagai Managing Director World Bank di Washington DC.

Rejeki enggak ke mana selama niatnya baik, kan?


Dilema Sebuah Tugas Negara dan Mengabdi Pada Orang Tua

Pada tahun 2008 saat Indonesia mengalami krisis ekonomi, Sri Mulyani mengalami pilihan terberat dalam hidupnya. Ia harus memilih untuk melakukan rapat dengan pelaku usaha dan emiten. Atau ke rumah sakit karena sang ibu dalam kondisi super kritis. 

Namun pada akhirnya Sri Mulyani tetap memimpin rapat secara profesional meski suasana hatinya sangat kacau memikirkan kondisi ibunya. Setelah rapat selesai, Sri Mulyani akhirnya mendapat kabar jika sang ibu. 
Orang yang mendidiknya selama ini telah meninggal dengan tenang. Dengan jiwa terguncang, Sri Mulyani akhirnya memilih Sholat Magrib terlebih dahulu. Di akhir sholat beliau tak bisa lagi menahan beban. Tangisnya tumpah ruah.

Sri Mulyani mengatakan kepada media: “Saya tetaplah manusia biasa, seorang anak yang baru kehilangan ibunya.”


Kesederhanaan yang Tertancap Sejak Kecil


Kedua orang tua Sri Mulyani adalah Profesor yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk dunia pendidikan. Pasangan suami istri ini dianugerahi 10 anak, Sri Mulyani adalah anak ke-7. 

Meski memiliki anak banyak, orang tua dari Sri Mulyani selalu menekan anaknya sekolah setinggi langit. Itulah mengapa rata-rata saudara dari Sri Mulyani bergelar S2 dan S3, bahkan ada yang profesor.

Sejak kecil, orang tua Sri Mulyani selalu mengajarkan kesederhanaan. Nilai moral yang baik tak pernah luput dari ajaran dua profesor ini. Itulah mengapa Sri Mulyani juga mengajarkan sebuah kesederhanaan kepada ketiga anaknya. Meski seorang menteri, Sri Mulyani juga hidup cukup susah.

Ia harus menyekolahkan anaknya yang pertama ke Australia. Belum lagi anak keduanya juga masuk ke Kedokteran UI. Uang yang dimiliki Sri Mulyani semakin menipis. Tapi ia tetap berusaha dengan kuat. Bahkan bila perlu ia akan bekerja tanpa berhenti.


Sangat Membenci Korupsi dan Suka Beramal


Jika Sri Mulyani melakukan korupsi maka ia tak akan kesusahan dalam menyekolahkan anak-anaknya. Sri Mulyani justru mengungkap banyak kasus korupsi yang ada di departemennya. 

Ia menganggap korupsi adalah hal yang tak layak untuk dilakukan. Terlebih orang tuanya sangatlah melarang. Daripada korupsi, Sri Mulyani lebih suka beramal. 
Seperti yang dituturkan sopir pribadinya sebelum Sri Mulyani mulai kerja di Amerika. Sopir itu menuturkan jika Sri Mulyani kerap berhenti di tengah jalan hanya untuk memberi uang kepada pengemis. 

Hal ini dilakukan berkali-kali. Sri Mulyani tidak tega melihat kesengsaraan orang lain.

Tanggung Jawab Adalah Hal yang Harus Dipenuhi


Sepejabat-pejabatnya Sri Mulyani, ia tetaplah ibu yang setiap pagi membuatkan bekal untuk anak-anaknya. Bahkan kerap bingung jika anak mendapat ujian jelek. Sementri-mentrinya Sri Mulyani ia tetaplah istri yang bertanggung jawab atas suami dan urusan rumah tangga.

Dalam dunia pekerjaan, Sri Mulyani dikenal sangat disiplin. Bahkan ia pernah menerobos jalur Busway agar segera tiba di tempat rapat. Bagi Sri Mulyani, kewajiban adalah hal yang wajib dipenuhi. Tak peduli di saat yang sama orang tua sedang sakit hingga meninggal dunia.

 
Inilah sekelumit kisah dari Mbak Ani, atau Sri Mulyani yang layak kita teladani. Ia menjadi seorang wanita yang hebat dengan memegang keyakinannya. Ia bergerak dengan apa yang menurutnya benar. 

Meski tak terlihat dengan jelas, tapi apa yang dilakukan Sri Mulyani adalah simbol nasionalismenya untuk Indonesia. Berjuang dengan keras, tapi selalu jujur di mana saja!
Read More

Kisah Hidup Sri Mulyani yang bikin menitihkan air mata, Sudahkah Indonesia berterimakasih Kepadanya

Indonesia memiliki putra putri bangsa yang cerdas dan mengabdikan hidupnya pada negara. B.J Habibie, Soekarno, Soemitro Djojohadikoesoemo dan masih banyak lagi, mendedikasikan seluruh tenaga dan pemikirannya untuk tanah air tercinta. 
Begitu juga dengan Sri Mulyani, perempuan sederhana dengan rambut pendek sebahu ini adalah contoh bagaimana niat baik dan kerja keras bisa membawa Indonesia pada perubahan besar-besaran.

Namanya Sri Mulyani, Ibu dari 3 anak ini kini sudah tidak lagi tinggal di Indonesia. Bukan karena tidak lagi cinta pada negaranya, namun karena beliau mengemban tugas yang lebih besar. 


Setelah begitu banyak terobosan yang ia cetuskan dan membersihkan kementerian dari KKN dan birokrasi yang menyulitkan, ia seolah ‘terbuang’. Ia disangkutkan dengan kasus bailout Bank Century, dituduh ikut andil dalam kasus yang tak kunjung usai ini.
Sri Mulyani hanya diam dan mengikuti aturan, berpegang teguh pada kebenaran. Beliau tahu benar bahwa di luar sana banyak yang mengincarnya, karena kejujuran dan ketegasannya. 

Perempuan hebat yang mendirikan beasiswa LPDP bagi mahasiswa Indonesia ini seolah ‘terusir’ dari negerinya sendiri, kemudian seperti permata yang terpendam, ia diangkat oleh Bank Dunia menjadi Direktur Pelaksana. 

Hal ini menjadi bukti bahwa, Sri Mulyani adalah orang yang baik dan bersih. Jika selama ini publik hanya mengetahui bahwa beliau dulu adalah menteri keuangan di era Kabinet Indonesia Bersatu yang tersangkut kasus pelik Bank Century. 
Namun Sri Mulyani lebih dari itu, kisah hidupnya akan membuka mata kita semua bahwa, Sri Mulyani adalah pahlawan masa kini. Berikut kisah hidup beliau yang menguras air mata dan penuh dengan perjuangan

Pada Bahu Sri Mulyani, Indonesia Bersandar dan Selamat dari Krisis Ekonomi


Anda masih ingat mengenai krisis ekonomi parah yang menghantam Amerika Serikat beberapa tahun lalu? Kala itu, perekonomian dunia morat marit tidak karuan bahkan Yunani dinyatakan pailit beberapa bulan lalu. 

Jika negara-negara maju saja ambruk dan beberapa negara bagian di Amerika bangkrut, lantas bagaimana bisa Indonesia yang notabene negara berkembang dan masih rapuh, bisa selamat bahkan kursnya menguat pesat?

Ibu Sri Mulyani yang tidak tidur berhari-hari, merumuskan langkah-langkah untuk menghadang krisis ekonomi global menyerang Indonesia. Beliau memimpin rapat dari pagi hingga malam, dengan beban luar biasa besar. Nasib negeri ini, digantungkan pada bahunya. 

2 hari 2 malam, Sri Mulyani memimpin rapat yang konon menjadi tonggak dibangunnya benteng tebal yang menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi global. Beliau tahu benar bahwa jabatannya sebagai Menteri Keuangan saat itu menjadi tumpuan dan harapan untuk menentukan langkah Indonesia ke depan. 

Dalam waktu 48 jam, segala hal penting di Indonesia dari hulu ke hilir, kurs, suku bunga, devisa, likuiditas, rush, neraca perdagangan, stimulus, dan seterusnya harus Sri Mulyani handle. Semua harus beliau pikirkan dengan matang dan teliti agar jangan sampai salah mengambil keputusan.

Bahkan saat orangtuanya meninggal, Sri Mulyani dihadapkan pada keputusan sulit. Meninggalkan rapat dan datang ke rumah duka, atau meneruskan rapat dengan risiko tak akan bisa melihat wajah sang orangtua untuk terakhir kalinya. 

Namun ia tahu bahwa Indonesia lebih membutuhkannya saat itu. Begitu semua rapat berakhir, Sri Mulyani mengambil wudhu dan sholat. Saat berdoa, ia menangis sejadi-jadinya. Bagaimanapun juga, beliau juga manusia yang punya perasaan dan rasa sedih, sama seperti yang lainnya.

Berkat cucuran keringat dan kerja kerasnya, kita semua tidak merasakan pabrik-pabrik harus tutup seperti di Amerika. Atau kurs mata uang hancur lebur seperti di negara lainnya. Kita seolah hidup di planet lain yang tidak merasakan kerasnya pukulan krisis ekonomi, bahkan PHK dan melonjaknya harga-harga juga tidak terjadi. 


Setelah badai terlewati, beliau menghela napas panjang dan tersenyum. Upayanya mati-matian menahkodai keuangan dan perekonomian di Indonesia di saat genting berbuah manis.

Meski Jadi Menteri, Anak Sri Mulyani Harus Berhemat karena Gaji Menteri Tidak Cukup


Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar jabatan menteri? Banyak uang, ke mana-mana naik kendaraan mewah dan hidupnya terjamin? Nyatanya hal itu tak terjadi pada hidup Sri Mulyani dan keluarganya. 

Justru saat ia menjadi menteri, gaji yang ‘hanya’ 19 juta rupiah itu harus ia atur baik-baik untuk biaya rumah tangga dan sekolah anaknya. Bahu membahu bersama sang suami, Sri Mulyani menabung sedikit demi sedikit untuk masa depan putra putrinya.

Bahkan saat sang putri sulung, Dewinta Illinia berangkat kuliah ke Australia, Sri Mulyani mengajak bicara anak pertamanya itu, hati ke hati. Beliau memberikan buku tabungan yang berisi gajinya saat menjabat sebagai Executive Director International Monetary Fund pada 2002-2004.

 
“Kamu harus hidup dengan ini. Mama enggak punya uang sekarang, beda dengan dulu,” tutur Sri Mulyani pada Dewinta. Ia berharap putrinya itu hidup sederhana di negeri kanguru, belajar dengan baik dan segera lulus. Begitu berat Sri Mulyani melepas putri tercintanya tinggal jauh di benua seberang, padahal dalam hati ia menjerit.

Sri Mulyani tak pernah bisa jauh dari keluarganya. Namun ia tahu bahwa masa depan Dewinta jauh lebih penting. Ia membekali ilmu paling berharga pada anak-anaknya, yaitu mengenai hidup sesuai dengan kemampuan dan stay on the track. Semasa Dewinta kuliah di Australia, Sri Mulyani mempergunakan gajinya dengan sebaik-baiknya, karena masih ada 2 anak lagi yang juga butuh dibiayai.


Kado Paling Menyakitkan Saat Ultah Sri Mulyani, adalah Kasus Bank Century


Ulang tahu seharusnya menjadi momen yang membahagiakan. Namun sepertinya hal ini tak berlaku bagi Sri Mulyani beberapa tahun yang lalu. Perempuan dengan wajah bersahaja dan berpenampilan sederhana ini harus menerima ‘kado’ menyakitkan, dana talangan untuk Bank Century yang ia setujui, mulai dipermasalahkan dan meledak.

Sri Mulyani diserang habis-habisan oleh DPR. Beliau disalahkan karena seharusnya tidak mencairkan dana sebanyak 6 trilyun lebih bagi bank ‘kecil’ seperti Century. Wanita berkacamata ini dengan susah payah menjelaskan alasannya, dengan perumpaan yang ia harapkan bisa diterima oleh semua orang, termasuk para anggota dewan yang terhormat.

 
“Jika ada rumah terbakar, tidak mungkin dibiarkan karena api bisa membakar seisi kampung.” Bahwa di dalam rumah itu ada perampok, “Ya tangkap perampoknya,” kata Sri Mulyani dengan suara bergetar. 

Namun tetap aja, ia disudutkan dan dicerca tak henti-hentinya. Beliau mengatakan ingat betul kapan mula dana talangan bank Century melejit menjadi suatu pemasalahan.
 
“Tentu saya ingat, karena hari itu adalah hari ulang tahun saya,” ujarnya dengan getir. Perjuangannya menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi global, dibayar dengan tamparan dan tuduhan menyakitkan.

Sri Mulyani Dijegal di Negeri Sendiri, Tapi Dunia Membungkukkan Kepala padanya


Sri Mulyani bukan tipe orang yang suka mencari muka apalagi sensasi. Ia tidak akan berkoar-koar di media seperti para politisi, dan lebih banyak diam serta menaati aturan yang berlaku. Begitu juga saat ia berkali-kali dipanggil untuk menjadi saksi bailout Bank Century, dan dituduh terlibat kasus yang tak pernah ia lakoni.

Ketika akhirnya ia ‘tersisih’ dan seolah semua jasanya pada Indonesia menguap begitu saja, Bank Dunia datang dan meminangnya untuk bekerja di sana. Pujian ahli-ahli ekonomi bahkan Presiden dan menteri dari negara lain pada Sri Mulyani pasca tindakan heroiknya pada krisis tahun 2008 terus mengalir. Ironis sekali bukan? di negeri sendiri, ia dijegal habis-habisan.


Menerima tawaran dari Bank Dunia bukanlah hal mudah bagi Sri Mulyani. Dewinta meneleponnya dan berkata bahwa itu tidak adil. Jika sang Ibu harus pindah ke Amerika Serikat maka jaraknya dari Australia sungguh jauh sekali. Mama, it’s not fair! Ujar anak-anaknya.

Belum lagi putra keduanya sudah diterima kuliah di UGM, Yogyakarta. Bisa dibayangkan betapa beratnya Sri Mulyani hidup berpencar dengan para anggota keluarganya, menahan rindu yang membuncah tiap harinya. Sosok yang dinyatakan sebagai perempuan paling berpengaruh nomor 23 di dunia versi majalah Forbes ini berusaha tegar dan tersenyum, seperti biasa.

 
Akhirnya ia berangkat mengemban tugas dan tanggungjawab yang lebih besar. Pemikiran dan juga dedikasinya kini dirasakan oleh seluruh negara di dunia. Walau terkadang, ia kerap menangis di saat sujud sholatnya, sembari berdoa semoga anak-anak dan suaminya selalu dilindungi oleh Tuhan yang Maha Esa.

Sudahkah Indonesia Berterimakasih Pada Sri Mulyani?
 
Sri Mulyani memang tidak bertempur di medan perang, namun jasanya tak kalah dari para pejuang kemerdekaan. Di Indonesia, Sri Mulyani dianggap Menteri Keuangan andal dan lurus memerangi korupsi. 

Beliau memelopori reformasi birokrasi di Kementerian Keuangan. Dia berusaha membersihkan Direktorat Jenderal Pajak serta Bea dan Cukai, dua lembaga yang kerap disebut sarang penyamun.

Kala itu, ratusan orang pegawai pajak dan bea-cukai dipecatnya lantaran korupsi. Setelah ‘bersih-bersih’, ia mendirikan lembaga LPDP dan memprakarsai beasiswa bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi baik di dalam dan di luar negeri. 

Tahukah Anda, ribuan putra putri bangsa diberangkatkan menuntut ilmu dengan biaya yang mumpuni, berkat gagasan Sri Mulyani? Tidak hanya itu saja, ketika ini ia menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia, bisa dibayangkan betapa besar tanggung jawab yang harus ia laksanakan. 

Walau dituduh bersalah karena ‘menolong’ Bank Century. Padahal jika saat itu bank milik Robert Tantular itu tak diberikan dana bailout alias dana talangan dan kolaps, maka krisis ekonomi diprediksi akan terjadi. 

Keputusan dilematis dan penuh risiko yang ia ambil, membuatnya jadi bulan-bulanan dan dipersalahkan. Padahal tidak satu rupiahpun Sri Mulyani menikmati uang bailout tersebut. Tidak secuilpun ia pernah makan selain dari gaji dirinya dan suaminya. 
Lagi-lagi Sri Mulyani tak pernah membangkang pada hukum, dan berusaha memberikan penjelasan kenapa ia mengambil keputusan tersebut. Tapi sudahlah, kini beliau sudah hidup dengan tenang dan damai di Washington DC. Jerih payahnya kini tak hanya dirasakan warga Indonesia, tapi seluruh dunia. 

Jadi, sudahkah Indonesia, negara kita tercinta ini mengucapkan terimakasih pada ibu Sri Mulyani? Jangan marah jika kini perekonomian Indonesia kadang tak terkendali. Jangan gusar jika kasus korupsi makin menjadi. 

Karena sosok bersih dan cerdas seperti Mulyani malah ‘dibuang’ dan akhirnya diangkat derajatnya oleh Bank Dunia, Indonesia hanya bisa gigit jari.

Tambahan

Read More

7 Tokoh besar Indonesia ini seharunya layak menyandang gelar Pahlawan

Pahlawan adalah sebuah gelar tertinggi yang bisa negara berikan kepada para pejuangnya. Sebut saja Cut Nyak Dhien, Supriyadi, hingga Tan Malaka. Jasa-jasa mereka yang sangat besar sudah selayaknya patut mendapatkan penghargaan yang ternilai. Karena tanpa pahlawan Indonesia tidak akan bisa berkembang ke arah yang lebih baik hingga sekarang.

Di era modern seperti sekarang, penjajah seperti Belanda dan Jepang memang tidak ada. Namun Indonesia sejatinya tetap dijajah oleh hal-hal yang tak kasat mata. Apalagi peperangan di dunia politik yang sangat mengerikan. 


Di tengah kekacauan yang Indonesia alami pasca merdeka, tujuh orang ini terus berjuang untuk membuat Indonesia jadi lebih baik. Jasa-jasa yang mereka berikan sudah selayaknya diganjar dengan gelar pahlawan.

1. B.J. Habibie

B.J. Habibie 
Tak diragukan lagi seberapa besar jasa Pak Habibie bagi Indonesia. Ia adalah bapak teknologi yang mampu membuat pesawat terbang. Di tangannya, Indonesia memiliki nyali untuk menampilkan karya teknologinya. Di tangan beliau juga Indonesia menjadi negara berkembang meski pada akhirnya ia tak begitu diakui dan dibuang.

Pak Habibie akhirnya mengabdi di Jerman. Negara ini tahu seberapa besar potensi Pak Habibie hingga mau memberinya peluang besar dalam berkarnya. Saat ini beliau sedang menikmati masa tua dengan tanpa didampingi istri. Meski demikian, Pak Habibie masih memikirkan bagaimana nasib dari negara yang ia cintai. Gelar pahlawan rasanya pantas disandang beliau saat ini juga.

2. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Abdurrahman Wahid (Gus Dur) 
Abdurrahman Wahid atau yang sering kita kenal dengan Gus Dur adalah orang yang pernah memimpin Indonesia. Terlepas dari segala keburukan beliau, Gus Dur telah membuat Indonesia berjalan lebih baik. Terlebih pemikiran-pemikirannya perihal pluralisme membuat kerukunan di Indonesia semakin erat.

Gus Dur adalah orang yang layak disebut dengan Bapak Bangsa. Ia mengajarkan banyak hal meski terkadang penuh dengan kontroversi. Jika tidak ada Gus Dur mungkin Bhinneka Tunggal Ika yang jadi semboyan Indonesia akan jadi isapan jempol belaka. Gelar pahlawan untuk Gus Dur seharusnya bukanlah hal yang berlebihan.

3. Munir Said Thalib

Munir Menolak Lupa Dibungkam Karena BENAR 1965-2004
Munir Menolak Lupa Dibungkam Karena BENAR 1965-2004

Munir adalah seorang tokoh HAM yang berjuang untuk rakyat kecil. Ia mau melakukan apa saja untuk membela keadilan rakyat kecil. Selain itu ia juga sangat berani mengusut kasus-kasus besar yang melibatkan petinggi negeri ini. Seperti kasus orang hilang yang terjadi di Indonesia pada masa lalu. Namun, apa yang dilakukan oleh Munir ternyata tidak disukai oleh beberapa pihak yang merasa dirugikan.

Akhirnya ia dibunuh dengan dirancang menggunakan arsenik. Kasus Munir adalah kasus paling menghebohkan kala itu. Bahkan dunia Internasional sampai memperhatikan kasus ini secara seksama. Apa yang dilakukan Munir untuk negara hingga akhirnya merelakan nyawanya adalah bukti jika ia pantas dijuluki pahlawan pembela HAM di Indonesia.

4. Sri Mulyani

Sri Mulyani
Sri Mulyani adalah salah satu sosok wanita paling tangguh di Indonesia. Di tangannya, Indonesia pernah lepas dari krisis yang nyaris menghancurkan semuanya. Sri Mulyani berjuang dengan tanpa lelah terhadap Indonesia meski ditekan oleh banyak pihak. Akhirnya ia melepaskan jabatan menteri dan memilih mengabdi di Bank Dunia.

Jasa yang diberikan Sri Mulyani sangatlah besar. Indonesia harusnya bangga memiliki salah satu anak bangsanya yang berprestasi. Selain itu, Sri Mulyani adalah orang yang bersih, anti korupsi meski dituduh melakukannya. Apa yang dilakukan Sri Mulyani kepada Indonesia rasanya sudah cukup untuk dihadiahi sebuah gelar pahlawan.

5. Drs. Suyadi (Pak Raden)

Drs. Suyadi (Pak Raden) 
Tepat pada tanggal 30 Oktober 2015 lalu Pak Raden meninggal dunia. Kita kehilangan satu lagi seniman yang mengabdikan hidupnya secara penuh untuk Indonesia. Pak Raden adalah figur yang sangat memperjuangkan seni terutama yang mampu menghibur anak. Beliau ingin menghadirkan tontonan yang bermanfaat bagi anak-anak di seluruh Indonesia.

Dedikasi yang tinggi dari Pak Raden dibuktikan dengan salah satu karakter buatannya jadi legenda. Unyil akan selalu ada meski sang pembuat telah menghadap Tuhan. Dedikasi yang tinggi dari Pak Raden untuk negeri ini rasanya cukup untuk menjadikan beliau pahlawan. Seorang pahlawan kesenian dan hiburan bermutu untuk anak Indonesia.

6. Dahlan Iskan

Dahlan Iskan 
Dahlan Iskan adalah figur yang mampu membuat Indonesia jadi jauh lebih baik. Ia membuat PLN menjadi perusahaan yang bersih meski pada akhirnya ia dituduh korupsi. Namun usaha yang dilakukan Dahlan Iskan membuatnya lepas dari tuduhan. Di tangannya yang dingin ia membuat banyak sekali pembangkit listrik baru di Indonesia terutama untuk daerah yang tertinggal.

Selain berjasa dalam bidang pemenuhan listrik yang sangat penting. Dahlan Iskan juga berusaha melindungi BUMN agar tak mendapat susupan orang asing. Di bawah kepemimpinannya BUMN mulai berbenah dan bersih dari segala praktik korupsi. Tanpa beliau mungkin korupsi di BUMN kian merajalela dan Indonesia kian terpuruk. Sudah cukup kan untuk memberinya gelar pahlawan?

7. Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer 
Barangkali bagi beberapa orang nama Pramoedya masih asing. Namun ia adalah salah satu tokoh Indonesia yang namanya sangat diperhitungkan hingga ke luar negeri. Ia adalah seorang sastrawan yang banyak menulis novel sejarah di Indonesia. 

Karya-karya beliau pun telah diterjemahkan ke puluhan bahasa asing dan sangat disukai di luar Indonesia. Dedikasinya yang tinggi terhadap Indonesia hingga rajin mengkritik membuat beberapa karyanya dihancurkan militer Indonesia di masa lalu. Pramoedya dianggap sebagai figur yang sangat membangkang. 
Kaos Pramoedya Ananta Toer
Ia juga pernah dibuang dan dipenjara meski tak membuat semangatnya berkarya luntur. Pramoedya adalah satu-satunya orang Indonesia yang masuk nominasi penghargaan Nobel Sastra. Jika dunia saja sangat mengapresiasi, kenapa Indonesia tidak?

Itulah tujuh orang yang seharusnya pantas mendapatkan julukan sebagai pahlawan. Meski mereka tak berperang hingga berdarah di medan perang. Namun jasa yang mereka berikan dan pengabdiannya pada Indonesia sangatlah besar. Tanpa mereka mungkin Indonesia akan semakin merangkak untuk maju menjadi negara yang hebat.


Read More
Copyright © 2015. BLOG HUNTER | Template Created By BLOG HUNTER | Proudly Powered By Blogger