Selamat Datang Di BLOG HUNTER
Terima kasih atas kunjungan Anda di BLOG HUNTER,
Nationalism is Humanity ~ Untuk kemudahan dalam hal Navigasi Temukan ratusan artikel Bloghanter di tombol DAFTAR ISI di bagian pojok kanan atas atau dengan cara menelusuri satu persatu dari SEMUA KATEGORI di SIDEBAR BAGIAN KANAN BAWAH
✖

Profil dan spesifikasi Tank War-V1 Tank Tanpa awak canggih Karya Mahasiswa Indonesia

Indonesia harus bangga dengan tiga orang mahasiswa ini yang mampu menciptakan robot canggih dengan nama War-V1 atau lebih pantas disebut dengan Tank tanpa awak asli dari Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia.Profil War-V1 Tank Tanpa awak canggih Karya Mahasiswa Indonesia
Nama War-V1 diberikan sebagai kendaraan taktis lapis baja tanpa awak, yang merupakan hasil karya Mahasiswa Indonesia yang bernama Bachtiar Laksana, dalam pengembangan mobil militer War-V1, Bachtiar dibantu oleh dua orang temannya yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing. 

Peran utama dari kendaraan ini yaitu sebagai beckup infrantry dilapangan, sehingga senjata dan system pendukung lainnya diseuaikan dengan perannya.

War-V1 adalah prototipe ranpur karya Anak Bangsa yang ide rancangannya merujuk ke ikon robot Megabots (Amerika) dan Kuratas (Jepang). War-V1 memang dirancang sebagai robot hybrid tactical vehicle, dapat digerakkan lewat remote atau dikendalikan langsung oleh seorang awak.

roda baja Tank War-V1 BDLTech Indonesia
Dengan mengusung keunggulan lapis baja dan roda rantai yang dilengkapi dengan persenjataan seperti meriam membuat tank tanpa awak ini dapat diandalkan untuk mendukung operasi TNI AD di medan-medan tertentu. Kehadiran War-V1 ini mendapat respon positif dari TNI AD yang langsung melirik konsep ranpur futuristik ini.

War-V1 - Tank Tanpa Awak Canggih Buatan BDLTech Indonesia

bagian depan Tank War-V1 BDLTech Indonesia 
Indonesia harus bangga dengan tiga orang mahasiswa ini yang mampu menciptakan robot canggih dengan nama War-V1 atau lebih pantas disebut dengan Tank tanpa awak asli dari Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia.

Desain robot war-v1 yang merupakan tank tanpa awak buatan Indonesia

Desain Tank War-V1 BDLTech Indonesia

Nama War-V1 diberikan sebagai kendaraan taktis lapis baja tanpa awak, yang merupakan hasil karya Mahasiswa Indonesia yang bernama Bachtiar Laksana, dalam pengembangan mobil militer War-V1, Bachtiar dibantu oleh dua orang temannya yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing. 

Peran utama dari kendaraan ini yaitu sebagai beckup infrantry dilapangan, sehingga senjata dan system pendukung lainnya diseuaikan dengan perannya.

War-V1 adalah prototipe ranpur karya Anak Bangsa yang ide rancangannya merujuk ke ikon robot Megabots (Amerika) dan Kuratas (Jepang). War-V1 memang dirancang sebagai robot hybrid tactical vehicle, dapat digerakkan lewat remote atau dikendalikan langsung oleh seorang awak. 

Bagian Depan body Tank War-V1 BDLTech Indonesia
Dengan mengusung keunggulan lapis baja dan roda rantaiyang dilengkapi dengan persenjataan seperti meriam membuat tank tanpa awak ini dapat diandalkan untuk mendukung operasi TNI AD di medan-medan tertentu. Kehadiran War-V1 ini mendapat respon positif dari TNI AD yang langsung melirik konsep ranpur futuristik ini.

Di beberapa hal, Robot War-V1 ada kemiripannya dengan Bozena yaitu robot penghancur ranjau milik Yon Zipur TNI AD, yakni berbasis robotic dalam platform kendaraan. Bagi yang belum kenal War-V1, konsep prototipe ranpur ini dibuat oleh startup BDLTech dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Hebatya, penggarapan prototipe hanya dilakoni oleh tiga orang. 


“Mulai dari dari desain (2,5 bulan), pengerjaan fisik (11,5 bulan) elektronik, dan finisihing yang masih berlangsung sampai saat ini, semua dilakukan oleh tim internal kami,” ujar Bachtiar Dumais Laksana, direktur CV BDLTech. Khusus untuk pencetakan logam (custom) dibantu CV Kembar Teknika di Klaten, Jawa Tengah.

Keunggulan Robot War-V1 atau tank tanpa awak buatan BDL Tech Indonesia

Mahasiswa pencipta Tank War-V1 BDLTech Indonesia
Tank robot War-V1 memiliki beberapa keunggulan dibanding ranpur sejenisnya. War-V1 disasar sebagai blocker, backup dan sweeper untuk eskalasi peperangan menengah. Bekal senjata utama yang diusung adalah Minimi 5,56 mm, jenis SMR (Senapan Mesin Regu) yang punya kemampuan dual feed system. 

Minimi dipilih karena dual mode sistem otomatis yg dimilikinya, sehingga modifikasi control elektronis jadi sangat mudah. “Kapasitas jumlah magasin juga menjadi pertimbangan, karena cadangan hingga lebih dari 2.000 peluru akan membantu unit dalam aplikasi lapangan.

Senjata minimi ini juga dipandang punya dimensi yang paling pas dengan desain War-V1. Berlaku layaknya robot, reload peluru ke senjata juga akan dipersiapkan otomatis. Dalam desain fisiknya, kantung magasin dapat dibuka dan pasang dari dalam kendaran sehingga mekanisme reload dapat dilakukan dengan mudah dan aman. 


Senjata lain yang ditawarkan War-V1 yakni peluncur roket tipe fixed tubular dengan jangkauan 1,8 km. Untuk menjalankan misi tempur, rencana War-V1 akan dipasangi plat baja berukuran 3 mm di sekeliling bodi. 
Senjata Tank War-V1 BDLTech Indonesia
Targetnya War-V1 akan menggunakan plat baja laterit milik LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonsia) dengan ketebalan antara 5 – 7 mm. Namun sampai saat ini diakui pihak BDLTech belum berhasil mendapat akses untuk memperolehnya. Secara umum, robot War-V1 disiapkan untuk menahan terjangan proyektil hingga kaliber 7,62 mm.

Modus kendali War-V1 dirancang hybrid, bila menggunakan remote (wireless) saat ini baru bisa menjelajah sejauh 1 km. Sementara dengan awak (manned) combat radius mencapai 8 km. Untuk transmisi kendali saat ini masih menggunakan radio frekuensi biasa. 


Kedepan ada keinginan untuk memodifikasi pengiriman sinyal dengan digital, atau kendali lewat WiFi yang mendukung anti jamming. Sementara untuk pengindraan, War-V1 mengandalkan kamera IR Color Digital dan CCD CCTV. Sebagai interfacenya 3 x 9 inchi DC monitor.
Mahasiswa pembuat Tank War-V1 BDLTech Indonesia
Dapur pacu War-V1 disokong dari baterai Hybrid 2xBLDC (Brushless Direct Current) Motor, 48 Volt DC 5600 RPM. Dengan kondisi baterai full, combat duration War-V1 bisa mencapai 90 menit. 

Melaju bak tank, War-V1 mengusung roda rantai jenis leafchain merek D.I.D Japan Full Baja, ukuran RS 100, dan main/idler roller sprocket 7inch (Custom Manual). Agar ramah digunakan di medan aspal, sisi rantai bagian luar dilapisi karet konveyor 3ply. Dan hingga saat ini ranpur War-V1 terus dikembangkan untuk penyempurnaan guna memperoleh hasil yang memuaskan.

Spesisikasi Robot tank tanpa awak War-V1

Spesifikasi Tank War-V1 BDLTech Indonesia
Secara umum kendaraaan baja tanpa awak ini memiliki spesifikasi sebagai berikut:
  • Kru : Unmmaned/manned (1 personel)
  • Berat kosong: 710 kg
  • Berat penuh: 940 kg
  • Panjang : 1.952 mm
  • Lebar: 1.681 mm
  • Tinggi: 1.652 mm
  • Mesin: Baterai Hybrid 2xBLDC (Brushless Direct Current) Motor
  • Combat radius max: 8 km
  • Combat duration: 90 menit
  • Horizontal obstabcle max: 340 mm
  • Hole obstacle max: 600 mm
  • Kamera: IR Color Digital
  • Senjata: FN Minimi 5,56 mm
Nah, itulah detail spesifikasi tentang War-V1 yang merupakan jenis Tank tanpa awak canggih karya anak bangsa melalui BDTech Balikpapan. Semoga informasi ini dapat menjadi penyemangat dan inspirasi buat kita semua agar semakin mencintai dan bangga dengan Indonesia.


Read More

Woow..!! TNI Juara Umum Lomba Tembak AASAM 8x berturut turut, berikut catatan prestasinya

Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) merupakan kompetisi lomba tembak International tahunan yang diselenggarakan oleh Angkatan Darat Australia. Lomba tembak ini diselenggarakan hampir setiap tahunnya, dengan mengundang beberapa negara se-Asia Pasifik. 

Dalam 8 tahun terakhir (2008 - 2015 ) TNI selalu mengikuti lomba tembak AASAM, dan menjadi juara umum 8x berturt-turut. Negara lain dibuat kagum, bahkan sampai tidak percaya dengan prestasi dan kehebatan TNI tersebut. 
Kopassus, TNI Juara Umum lomba tembak AASAM 8x berturut turut
Selain TNI telah mengharumkan nama Indonesia di kanca International, yang lebih membanggakan lagi senjata senjata yang digunakan TNI dalam mengikuti lomba tembak AASAM tersebut adalah senjata produksi buatan dalam negeri PT PINDAD, seperti SS2-HB (Heavy Barrel), senapan Mesin SM-2 dan SM-3, pistol G2 versi EliteSS serta senapan serbu SS2 V5.

Memang tidak diragukan lagi senjata buatan PT PINDAD yang pabriknya terletak di Bandung Jawa Barat ini memang sangat luar biasa. Bahkan Dunia sempat dibuat gempar dengan senjata Sniper SPR-2nya yang mampu tembus TANK karena memiliki jangkauan tembak sejauh 2km.
 
Dan Berikut adalah catatan prestasi kemenangan TNI Indonesia dalam kejuaraan tembak International AASAM dari 2008 hingga 2016 saat ini.

1. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2008

 
Kontingen menembak TNI Angkatan Darat meraih juara pertama dalam lomba menembak Australian Army Skill At Arms Meeting (AASAM) 2008 yang dilaksanakan di Australia pada tanggal 2 sampai 25 Mei 2008, diikuti oleh Angkatan Darat dari berbagai Negara antara lain Australia, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Papua Nugini. Kedatangan kontingen disambut oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo di Mabesad, Senin (26/5).

Lomba tahun ini mempertandingkan 40 materi menembak baik itu materi perorangan maupun tim, Kontingen Indonesia menempati urutan pertama dengan memperoleh 19 medali emas, 23 perak dan 8 perunggu, posisi kedua diraih oleh Kontingen Angkatan Darat Malaysia dan urutan ketiga ditempati oleh Kontingen Angkatan Darat Singapura.

2. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2009

Dalam AASAM tahun 2009, kontingen TNI AD membawa 15 orang personil yang terbagi atas 10 orang petembak dan 5 orang official. Lomba ini diselenggarakan pada bulan Mei.

Dalam kompetisi tersebut kontingen TNI-AD dapat menunjukkan prestasi terbaiknya dengan mendapatkan 59% medali emas, 41% medali perak dan 39% medali perunggu dari jumlah 41 medali yang diperebutkan, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai Juara Umum.

Kesuksesan TNI AD disini di dukung oleh kualitas kehandalan senjata Senapan Serbu 2 (SS-2) yang diproduksi oleh PT Pindad Indonesia.

3. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2010

TNI AD mengirim kontingen sebanyak 15 orang di AASAM tahun 2010. Lomba ini dilaksanakan pada bulan Juni. Disana, para petembak TNI AD telah berhasil mempertahankan prestasi sebagai Juara Umum, dengan perolehan 22 medali emas, 13 medali perak, dan 14 medali perunggu.

Para petembak TNI AD ini dibekali oleh Senapan Serbu 2 (SS-2) buatan PT Pindad Indonesia.

4. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2011

 
Di AASAM tahun 2011 ini, TNI AD berhasil meraih medali emas terbanyak. Pada babak akhir kompetisi, Malaysia menjadi lawan terkuat Indonesia, namun kontingen petembak TNI AD berhasil meraih 7 medali emas, 9 medali perak dan 5 medali perunggu, dimana Indonesia mengungguli peserta-peserta dari negara lainnya.

Dari kompetisi yang berlangsung pada bulan Mei ini, lagi-lagi TNI AD berhasil meraih Juara Umum. Selain menggunakan SS2 milik PT Pindad, TNI AD juga berkesempatan menggunakan pistol jenis Browning milik Australia.

5. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2012


AASAM tahun 2012, kontingen TNI AD yang dikirim berjumlah 17 orang. Dari 51 medali yang disiapkan dalam kejuaraan itu, prajurit TNI AD menyabet 25 emas, sementara tentara Amerika hanya memperoleh 2 emas dan 5 perunggu, sedang Australia diperingkat kedua hanya mengantongi 9 emas,  12 perak dan 7 perunggu.

Ditahun tersebut posisi prajurit TNI AD memiliki kemampuan menembak diatas rata-rata prajurit yang ada diseluruh dunia. Prajurit TNI AD hanya memakai senjata buatan PT Pindad jenis SS2 dan mampu meredupkan pamor senjata MP4 Carbine Amerika Serikat, SAR 21 Singapura, Steyr Aug Austria, HK G36, atau HK416.

6. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2013

 
Kompetisi yang digelar pada bulan Mei ini, menuai pujian dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam akun twitternya. Pasalnya, di lomba tembak ini TNI AD masih bisa mempertahankan prestasinya sebagai Juara Umum dengan menggunakan SS2 Pindad. Berikut tulisan dari akun twitter SBY :

"Kontingen TNI AD dg gemilang menang lomba tembak AASAM di Australia, raih 17 medali emas. Selamat. Saya bangga. *SBY*"

"Prajurit TNI dg senjata buatan Pindad sering menang lomba tembak lawan tentara negara lain. Indonesia bangga. *SBY*"

Dalam lomba tembak AASAM 2013 tersebut, kontingen TNI AD beranggotakan 24 prajurit Kostrad dan 6 dari Kopassus. Di sana TNI AD berhasil memperebutkan 58 medali berupa 17 medali emas dan 58 nomor menembak.

7. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2014

 
2014 Tim penembak TNI Angkatan Darat kembali mengukir prestasi membanggakan dengan berhasil memperoleh 32 medali emas, 15 perak serta 20 perunggu dan menjadi juara umum pada kejuaraan menembak tingkat internasional, Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2014 yang digelar pada 5 – 16 Mei 2014 di Australia.

Menempati urutan kedua tim penembak tuan rumah Australia dengan perolehan medali 6 emas, 15 perak, dan 20 perunggu. Sementara di urutan ketiga ditempati oleh tim penembak dari tentara Brunei Darussalam dengan perolehan medali 5 emas, 4 perak, dan 1 Perunggu.

Pada kejuaraan tahun ini diikuti oleh 16 tim penembak dari tentara negara di kawasan Asia Pasifik, yaitu Australia, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jepang, Filipina, Thailand, Timor Leste, Papua Nugini, Singapura, Brunei Darussalam, Selandia Baru, Kaledonia Baru, Tonga, Kanada, dan Indonesia.

8. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2015

TIM Tembak TNI AD Dalam lomba AASAM 2015 Australia
Lagi lagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil mengukir prestasi dengan menjadi juara umum AASAM ke-8 kalinya. Dalam AASAM kali ini kontingen yang berasal dari Angkatan Darat (TNI AD) ini meraih gelar juara umum dengan merebut 56 medali dalam kejuaraan menembak Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2015. Ke-56 medali itu terdiri dari 30 emas, 16 perak dan 10 perunggu.
Mendali AASAM 2015 TNI 
Sedangkan, tuan rumah Australia menempati urutan kedua dengan perolehan 4 medali emas, 9 perak dan 6 perunggu. Disusul Amerika serikat di urutan ketiga dengan 4 emas, 1 perak dan 2 perunggu. TNI bisa dikatakan menang telak dengan selisih sangat jauh dari negara lain.

Dengan prestasi itu, Indonesia kembali mengukuhkan kemenangan untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut sejak 2008 sampai 2015 lalu. Dalam kompetisi menembak yang berlangsung tahun ini, Indonesia bersaing dengan 15 tim dari 13 negara, yakni Australia, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang, Filipina, Thailand, Timor Leste, Singapura, Brunei Darussalam, Kaledonia Baru, dan Tonga.

Perolehan Mendali TNI pada AASAM 2015 
Tak terima TNI juara umum AASAM 2015, Australia enggan tulis di daftar resmi, Bahkan mereka minta senjata PINDAD TNI dibongkar. Sungguh memalukan sikap Australia ini hahaha.. Untung TNI Melawan, makin malu deh mereka (Australia)
TNI Juara umum AASAM Australia 2015
Di tengah meroketnya prestasi Indonesia dalam kejuaraan internasional ini, namun panitia AASAM 2015 belum juga merilis juaranya. Padahal, kejuaraan sudah berakhir sejak 16 Mei lalu dan sampai kini belum juga menampilkan urutan pemenangnya.

Hal itu terlihat dalam situs resmi AASAM 2015 yang beralamat di www.army.gov.au tidak juga menampilkan hasil rekapitulasi kejuaraan di tiap nomor menembak yang diikuti seluruh negara. Situs ini hanya memuat hasil lomba lima tahun sebelumnya. Jika dirunut ke bawah, TNI hampir selalu menguasai tiga besar setiap nomor menembak.

Woow..!! TNI Juara Umum Lomba Tembak AASAM 8x berturut turut, berikut catatan prestasinya 

Tak hanya itu, Laman Facebook komunitas AASAM juga tak menampilkan aksi-aksi tim Indonesia selama kejuaraan berlangsung, kecuali kemenangan pada kejuaraan yang sama setahun lalu. Laman ini lebih banyak menampilkan foto personel militer Australia, AS dan Inggris. Sesekali pula beberapa negara seperti Jepang, Filipina maupun Singapura.

Kepala Staf TNI AD Jenderal Gatot Nurmantyo juga mengakui tuan rumah tak begitu saja menerima kekalahannya. Sampai-sampai mereka meminta senapan TNI diperiksa. Tentu saja Jenderal Gatot menolak.
"Kalau mau diperiksa semua," kata Gatot kesal.
 

Read More

Ini rahasia Tim Tembak TNI Kalahkan Eropa dan AS di AASAM dan menggondol 30 Mendali Emas

Kemenangan tim TNI AD dalam perlombaan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) beberapa waktu lalu membuat sejumlah negara besar kelabakan. Bahkan, panitia berniat membongkar senjata buatan Pindad tersebut karena perolehan medali yang begitu mencolok, yakni 30 dari 50 medali yang diperebutkan.
AASAM 2015 TNI Juara Umum

Menanggapi kemenangan tim TNI AD tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan mengatakan, Indonesia tidak berbuat curang. Saat mengobrol dengan manajemen PT Pindad di pabriknya di Bandung, Luhut bertanya kenapa tim Indonesia bisa menang.

Setelah mendengarkan penjelasan Pindad, Luhut menegaskan, tidak ada kecurangan dalam AASAM itu.

“Tadi saya tanya kenapa bisa menang, ternyata ada rahasianya. Saya pelatih menembak, saya paham itu (senjata). Mereka buat satu satuan yang runtun, tidak ada kecurangan. 

Lalu kenapa (Australia) minta dibongkar? Kalau menangnya (selisih) cuma dua atau tiga boleh saja. Kalau menang 30 dari 50, itu kebanggaan,” ujar Luhut seusai kunjungannya ke PT Pindad, Kamis (4/6/2015).

Rahasianya adalah : Kombinasi Senjata dan Amunisi buatan PT PINDA + Kemampuan Tembak TNI yang Mumpuni

Ini rahasia Tim Tembak TNI Kalahkan Eropa dan AS di AASAM dan menggondol 30 Mendali Emas


Sementara itu, Direktur Utama PT Pindad Sylmi Karim mengatakan, kemenangan Indonesia disebabkan tiga kombinasi, yakni petembak, amunisi, dan senjata. Kemenangan Indonesia membuktikan bahwa petembak Indonesia mumpuni.

Sedangkan Pindad sendiri memiliki kemampuan dalam hal senjata dan amunisi. Ketiga kombinasi ini klop satu sama lain.

“Kemenangan ini sebagai bukti sudah saatnya memberikan kepercayaan tinggi kepada produk Indonesia. Kemenangan ini memperlihatkan kemampuan Indonesia bersaing dalam lomba. Kalau ini bisa diwujudkan dalam pengadaan produk pertahanan dan keamanan akan lebih indah lagi,” imbuhnya.

 
Misalnya, TNI ataupun Polri menggunakan semua produk dalam negeri dan memesan senjata dari Pindad. Bahkan, ke depan, Indonesia berpotensi bersaing dengan produsen luar negeri dalam pengadaan alat pertahanan.

“Jika selama ini anak-anak ditanya soal senjata tahunya M16, kita juga ingin di luar negeri anak-anak tahunya SS2,” kata dia.

Kemenangan ini berimbas pada bisnis penjualan senjata produksi PT Pindad. Sejumlah negara berniat membeli SS2.



Kalahkan Eropa dan AS, Senjata Pindad Diburu Lima Negara

Kemenangan perwakilan TNI AD dalam perlombaan Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) beberapa waktu lalu membuat bangga Indonesia. Kemenangan telak atas Australia, Amerika, dan sejumlah negara Eropa ini pun berimbas pada bisnis penjualan senjata produksi PT Pindad tersebut.

“Ini bukan kemenangan pertama untuk Indonesia. Indonesia sudah menang (lomba menembak) delapan-sembilan tahunan. Kemenangan ini memang berimbas pada penjualan senjata dan lisensi,” ujar Direktur Utama PT Pindad Sylmi Karim kepada wartawan di Bandung, Kamis (4/6/2015).

Sylmi menyampaikan, hingga saat ini ada lima negara yang tertarik pada senjata SS2 yang digunakan petembak TNI AD tersebut. Dari lima negara tersebut, tiga negara memperlihatkan keseriusan dan akan menandatangani MoU.

“Negara-negara tersebut berasal dari Asia, Afrika, dan Timur Tengah. Mereka memang pasar kami,” tutur Sylmi.

Mengenai detail negara yang tertarik pada senjata SS 2, Sylmi enggan menjawab. Ia sengaja merahasiakan nama negara karena khawatir ada yang menjegal sehingga transaksi batal.

“Baru menang saja senjata dibongkar. Kami enggak mau sebutkan, nanti di-kilik-kilik, enggak jadi,” ucapnya.

 
Selain itu, pihaknya harus menghargai pembeli. Jika pembeli tidak ingin namanya disebut, maka pihaknya tidak akan memublikasikannya. Sebab, penjualan alat pertahanan berbeda dengan produk lainnya. Ada sejumlah negara yang tidak berkenan disebutkan namanya demi masalah keamanan dan lainnya.

“Kalau pembeli tidak mau disebutkan, kami akan diam-diam saja,” imbuhnya.


Seperti diketahui, dalam perlombaan AASAM, tim TNI AD mengalahkan Australia, Amerika, dan sejumlah negara Eropa dengan mengantongi 30 medali emas dari 50 medali yang diperebutkan.

Karena perbedaan perolehan medali yang begitu mencolok, panitia Australia hendak membongkar senjata buatan Pindad tersebut. Sikap panitia Australia ini mendapat perlawanan dari pihak TNI AD. Mereka menyatakan, jika panitia lomba hendak membongkar senjata TNI AD, maka panitia harus membongkar senjata semua peserta. 


Read More

Mulai April 2016 62 Tank MBT Leopard Revolution pesanan TNI mulai berdatangan

Desain MBT Leopard Revolution
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan, prioritas pengadaan alat utama sistem persenjataan tahun ini diutamakan untuk melengkapi peralatan yang sudah dibeli. Ke depan, pengadaan alutsista harus dilakukan secara lengkap.

Hal ini disampaikan seusai mendengarkan masukan Komisi I DPR, Kamis (25/2/2016), di Jakarta. Dalam rapat dengar pendapat itu, Komisi I melaporkan hasil pantauan 13 anggota ke Pasuruan, Jawa Timur. 

MBT Leopard Revolution
Dalam kunjungan kerja itu, Komisi I mendapati tank tempur utama atau main battle tank (MBT) Leopard yang dibeli pada 2012 tak dilengkapi alat komunikasi, alat bidik otomatis, dan perlengkapan pemeliharaan (toolkit). Selain itu, prasarana latihan untuk Leopard tak tersedia sehingga latihan menembak diarahkan ke laut.

“Ke depan, tidak boleh begini lagi. Kalau yang Leopard kurang ini itu, kami penuhi dulu. Kalau Leopard saja belum terpenuhi (perlengkapannya), masak kami beli yang lain,” kata Ryamizard.

2 MBT Leopard Revolution 
Pada 2012, Indonesia membeli 163 tank yang terdiri dari 103 MBT, 50 tank medium, dan 10 tank pendukung. Ke-103 MBT ini terdiri dari 61 MBT Leopard Revolution dan 42 MBT Leopard 2A4. Adapun 50 tank medium adalah Marder 1A3. Pembelian tank ini bernilai 280 juta dollar AS (sekitar Rp 2,6 triliun) dari APBN 2012.

Direncanakan, 61 Leopard jenis Revolution akan tiba tahun ini. Dari jumlah ini, sebanyak 10 unit dikirim April, sedangkan sisanya pada November 2016. Tank-tank ini adalah bagian terakhir dari pemesanan tahun 2012.

Menurut Ryamizard, pengadaan perlengkapan untuk tank- tank Leopard ini akan diutamakan dengan produksi dalam negeri. Sebab, dengan demikian, pengadaan bisa dilakukan lebih cepat.

Namun, apabila tidak memungkinkan, pembelian perlengkapan dari luar negeri pun akan dilakukan, tetapi tentu hal ini akan memerlukan waktu. Karena itu, dia tidak bisa memastikan pengadaan perlengkapan tank- tank Leopard akan rampung tahun 2016.

Sebelumnya, Ryamizard pernah menyampaikan bahwa tank-tank Leopard tidak akan digunakan sampai kelengkapan operasional terpenuhi. Dia juga mengakui bahwa ada kekurangan seperti pada alat komunikasi dan alat pemeliharaan. Ketiadaan alat komunikasi ini bisa memengaruhi operasional Leopard.

3D MBT Leopard Revolution
Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Mulyono direncanakan bulan depan berangkat ke Jerman untuk melihat alat komunikasi dan memantau uji senjata untuk Leopard. Apabila peralatan yang dipamerkan baik kualitasnya, TNI AD berharap bisa membeli perlengkapan tersebut.

Read More
Copyright © 2015. BLOG HUNTER | Template Created By BLOG HUNTER | Proudly Powered By Blogger