Selamat Datang Di BLOG HUNTER
Terima kasih atas kunjungan Anda di BLOG HUNTER,
Nationalism is Humanity ~ Untuk kemudahan dalam hal Navigasi Temukan ratusan artikel Bloghanter di tombol DAFTAR ISI di bagian pojok kanan atas atau dengan cara menelusuri satu persatu dari SEMUA KATEGORI di SIDEBAR BAGIAN KANAN BAWAH

Inilah panser Badak, Panser buatan anak bangsa yang lebih keren dari panser buatan Korea

PT Pindad (Persero) telah mengembangkan dan memproduksi panser roda 6 bernama Anoa 6X6. Panser yang laris manis ini telah dipakai oleh TNI untuk misi di dalam dan luar negeri.

Tak berhenti sampai di situ, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pertahanan ini, mengembangkan panser dengan senjata berat jenis canon. Panser ini diberi nama 'Badak'.


Beda dengan Anoa yang lebih diperuntukan untuk angkut personil dan dilengkapi senjata ringan, Panser 'Badak' dilengkapi senjata berat jenis canon 90 mm di atas turret.  Konsep Panser badak mirip dengan tank namun bedanya ada di roda. Badannya seperti tank, tapi ini roda ban. Tapi basic-nya memang panser.

Untuk pengembangan turret atau canon, Pindad menggandeng perusahaan pertahanan dari Belgia yakni CMI Defence. CMI dinilai memiliki kemampuan kelas dunia dalam memproduksi turret.


Saat di medan tempur, Panser Badak bisa menahan tembakan dengan amunisi 12,7 mm. Saat ini, Panser Badak sedang melalui proses uji untuk memperoleh sertifikasi dari Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat.

Rencananya, produksi massal dilakukan pada triwulan I-2016 setelah lolos sertifikasi.  Nama 'Badak' sendiri diberikan secara langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saar meninjau pameran persenjataan internasional 2014 (Indo-Defence) di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Pemberian nama itu dilakukan atas permintaan PT Pindad.

Berdasarkan spesifikasi yang dimiliki, panser ini dibuat khusus untuk pertempuran, beda dengan Panser Anoa yang memang dibuat untuk mengangkut pasukan. Atas alasan itu, panser ini dipasangi sistem persenjataan jenis canon berdiameter 90 milimeter.


Panser ini memuat tiga orang kru, termasuk sopir. Sesuai namanya, panser ini dipakai untuk bertahan maupun penyerangan. PT Pindad mengklaim panser ini unggul dari panser Tarantula yang produk Korea, Kenapa? Kelebihannya pada manuvernya yang lebih tinggi. Harganya sesuai dengan budget TNI dan bentuknya sesuai dengan karakteristik Asia. Harganya di bawah Tarantula.

Panser ini memiliki berat hingga 14 ton dan untuk mendukung laju kendaraan didukung dengan mesin diesel dari Renault, yaitu Diesel Inline 6 silinder Tubo Charger Intercooler berkapasitas 10.800 cc yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 340 horsepower.


Meski berbadan besar dan dilengkapi persenjataan berat, panser ini mampu mencapai kecepatan puncak hingga 90 kilometer per jam. Tak hanya memiliki kecepatan puncak yang cukup cepat, Badak diakui memiliki kemampuan manuver yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Panser Tarantula buatan Korea Selatan.

Sistem transmisi dari Badak sendiri menggunakan transmisi otomatis 6-percepatan. Memiliki dimensi panjang 6 meter, lebar 2.5 meter dan tinggi 2,9 meter, Badak Pindad memiliki kemampuan jelajah yang cukup luas sekitar 600 kilometer. 

Untuk urusan kenyamanan dan kemampuan menghadapi medan yang ekstrem, PT Pindad menyematkan Independent Double Wisbone tanpa Spring ke Badak. Hal ini ditunjang dengan ban Runflat 1100-R22,5 yang mampu berjalan dalam keadaan tanpa angin hingga sejauh 80 kilometer pada kecepatan tertentu. Keren kan?

Read More

Profil dan spesifikasi Tank War-V1 Tank Tanpa awak canggih Karya Mahasiswa Indonesia

Indonesia harus bangga dengan tiga orang mahasiswa ini yang mampu menciptakan robot canggih dengan nama War-V1 atau lebih pantas disebut dengan Tank tanpa awak asli dari Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia.Profil War-V1 Tank Tanpa awak canggih Karya Mahasiswa Indonesia
Nama War-V1 diberikan sebagai kendaraan taktis lapis baja tanpa awak, yang merupakan hasil karya Mahasiswa Indonesia yang bernama Bachtiar Laksana, dalam pengembangan mobil militer War-V1, Bachtiar dibantu oleh dua orang temannya yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing. 

Peran utama dari kendaraan ini yaitu sebagai beckup infrantry dilapangan, sehingga senjata dan system pendukung lainnya diseuaikan dengan perannya.

War-V1 adalah prototipe ranpur karya Anak Bangsa yang ide rancangannya merujuk ke ikon robot Megabots (Amerika) dan Kuratas (Jepang). War-V1 memang dirancang sebagai robot hybrid tactical vehicle, dapat digerakkan lewat remote atau dikendalikan langsung oleh seorang awak.

roda baja Tank War-V1 BDLTech Indonesia
Dengan mengusung keunggulan lapis baja dan roda rantai yang dilengkapi dengan persenjataan seperti meriam membuat tank tanpa awak ini dapat diandalkan untuk mendukung operasi TNI AD di medan-medan tertentu. Kehadiran War-V1 ini mendapat respon positif dari TNI AD yang langsung melirik konsep ranpur futuristik ini.

War-V1 - Tank Tanpa Awak Canggih Buatan BDLTech Indonesia

bagian depan Tank War-V1 BDLTech Indonesia 
Indonesia harus bangga dengan tiga orang mahasiswa ini yang mampu menciptakan robot canggih dengan nama War-V1 atau lebih pantas disebut dengan Tank tanpa awak asli dari Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia.

Desain robot war-v1 yang merupakan tank tanpa awak buatan Indonesia

Desain Tank War-V1 BDLTech Indonesia

Nama War-V1 diberikan sebagai kendaraan taktis lapis baja tanpa awak, yang merupakan hasil karya Mahasiswa Indonesia yang bernama Bachtiar Laksana, dalam pengembangan mobil militer War-V1, Bachtiar dibantu oleh dua orang temannya yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing. 

Peran utama dari kendaraan ini yaitu sebagai beckup infrantry dilapangan, sehingga senjata dan system pendukung lainnya diseuaikan dengan perannya.

War-V1 adalah prototipe ranpur karya Anak Bangsa yang ide rancangannya merujuk ke ikon robot Megabots (Amerika) dan Kuratas (Jepang). War-V1 memang dirancang sebagai robot hybrid tactical vehicle, dapat digerakkan lewat remote atau dikendalikan langsung oleh seorang awak. 

Bagian Depan body Tank War-V1 BDLTech Indonesia
Dengan mengusung keunggulan lapis baja dan roda rantaiyang dilengkapi dengan persenjataan seperti meriam membuat tank tanpa awak ini dapat diandalkan untuk mendukung operasi TNI AD di medan-medan tertentu. Kehadiran War-V1 ini mendapat respon positif dari TNI AD yang langsung melirik konsep ranpur futuristik ini.

Di beberapa hal, Robot War-V1 ada kemiripannya dengan Bozena yaitu robot penghancur ranjau milik Yon Zipur TNI AD, yakni berbasis robotic dalam platform kendaraan. Bagi yang belum kenal War-V1, konsep prototipe ranpur ini dibuat oleh startup BDLTech dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Hebatya, penggarapan prototipe hanya dilakoni oleh tiga orang. 


“Mulai dari dari desain (2,5 bulan), pengerjaan fisik (11,5 bulan) elektronik, dan finisihing yang masih berlangsung sampai saat ini, semua dilakukan oleh tim internal kami,” ujar Bachtiar Dumais Laksana, direktur CV BDLTech. Khusus untuk pencetakan logam (custom) dibantu CV Kembar Teknika di Klaten, Jawa Tengah.

Keunggulan Robot War-V1 atau tank tanpa awak buatan BDL Tech Indonesia

Mahasiswa pencipta Tank War-V1 BDLTech Indonesia
Tank robot War-V1 memiliki beberapa keunggulan dibanding ranpur sejenisnya. War-V1 disasar sebagai blocker, backup dan sweeper untuk eskalasi peperangan menengah. Bekal senjata utama yang diusung adalah Minimi 5,56 mm, jenis SMR (Senapan Mesin Regu) yang punya kemampuan dual feed system. 

Minimi dipilih karena dual mode sistem otomatis yg dimilikinya, sehingga modifikasi control elektronis jadi sangat mudah. “Kapasitas jumlah magasin juga menjadi pertimbangan, karena cadangan hingga lebih dari 2.000 peluru akan membantu unit dalam aplikasi lapangan.

Senjata minimi ini juga dipandang punya dimensi yang paling pas dengan desain War-V1. Berlaku layaknya robot, reload peluru ke senjata juga akan dipersiapkan otomatis. Dalam desain fisiknya, kantung magasin dapat dibuka dan pasang dari dalam kendaran sehingga mekanisme reload dapat dilakukan dengan mudah dan aman. 


Senjata lain yang ditawarkan War-V1 yakni peluncur roket tipe fixed tubular dengan jangkauan 1,8 km. Untuk menjalankan misi tempur, rencana War-V1 akan dipasangi plat baja berukuran 3 mm di sekeliling bodi. 
Senjata Tank War-V1 BDLTech Indonesia
Targetnya War-V1 akan menggunakan plat baja laterit milik LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonsia) dengan ketebalan antara 5 – 7 mm. Namun sampai saat ini diakui pihak BDLTech belum berhasil mendapat akses untuk memperolehnya. Secara umum, robot War-V1 disiapkan untuk menahan terjangan proyektil hingga kaliber 7,62 mm.

Modus kendali War-V1 dirancang hybrid, bila menggunakan remote (wireless) saat ini baru bisa menjelajah sejauh 1 km. Sementara dengan awak (manned) combat radius mencapai 8 km. Untuk transmisi kendali saat ini masih menggunakan radio frekuensi biasa. 


Kedepan ada keinginan untuk memodifikasi pengiriman sinyal dengan digital, atau kendali lewat WiFi yang mendukung anti jamming. Sementara untuk pengindraan, War-V1 mengandalkan kamera IR Color Digital dan CCD CCTV. Sebagai interfacenya 3 x 9 inchi DC monitor.
Mahasiswa pembuat Tank War-V1 BDLTech Indonesia
Dapur pacu War-V1 disokong dari baterai Hybrid 2xBLDC (Brushless Direct Current) Motor, 48 Volt DC 5600 RPM. Dengan kondisi baterai full, combat duration War-V1 bisa mencapai 90 menit. 

Melaju bak tank, War-V1 mengusung roda rantai jenis leafchain merek D.I.D Japan Full Baja, ukuran RS 100, dan main/idler roller sprocket 7inch (Custom Manual). Agar ramah digunakan di medan aspal, sisi rantai bagian luar dilapisi karet konveyor 3ply. Dan hingga saat ini ranpur War-V1 terus dikembangkan untuk penyempurnaan guna memperoleh hasil yang memuaskan.

Spesisikasi Robot tank tanpa awak War-V1

Spesifikasi Tank War-V1 BDLTech Indonesia
Secara umum kendaraaan baja tanpa awak ini memiliki spesifikasi sebagai berikut:
  • Kru : Unmmaned/manned (1 personel)
  • Berat kosong: 710 kg
  • Berat penuh: 940 kg
  • Panjang : 1.952 mm
  • Lebar: 1.681 mm
  • Tinggi: 1.652 mm
  • Mesin: Baterai Hybrid 2xBLDC (Brushless Direct Current) Motor
  • Combat radius max: 8 km
  • Combat duration: 90 menit
  • Horizontal obstabcle max: 340 mm
  • Hole obstacle max: 600 mm
  • Kamera: IR Color Digital
  • Senjata: FN Minimi 5,56 mm
Nah, itulah detail spesifikasi tentang War-V1 yang merupakan jenis Tank tanpa awak canggih karya anak bangsa melalui BDTech Balikpapan. Semoga informasi ini dapat menjadi penyemangat dan inspirasi buat kita semua agar semakin mencintai dan bangga dengan Indonesia.


Read More

9 Kapal Perang Canggih Buatan Indonesia, Termasuk Kapal Induk

Kekuatan militer Indonesia menjadi yang diperhitungkan di Dunia. Selain memiliki banyak pasukan khusus yang hebat salah satunya yang terkenal yaitu Kopassus. Indonesia juga dikenal sebagai Negara pembuat senjata-senjata dan kapal perang canggih. Sedikitnya ada 9 jenis kapal perang canggih asli buatan Indonesia yang banyak diminati dan dipesan oleh Negara lain. Apa sajakah itu?
9 Kapal Perang Canggih Buatan Indonesia, Termasuk Kapal Induk
Berikut ini adalah 9 kapal perang canggih buatan Indonesia yang memiliki kemampuan handal serta dilengkapi dengan teknologi canggih.

1. KRI Banjarmasin 592
KRI Banjarmasin 592
Yang pertama dari kapal asli buatan Indonesia yaitu KRI Banjarmasin 592. Kapal ini adalah kapal ke-3 jenis LPD yang dua kapal jenis ini sebelumnya dibuat di Daesun Shipbuildings & Engineering Co. Ltd, Korea Selatan, dan sekarang dibuat di PT. PAL Indonesia, Surabaya. 

Kapal ini dirancang sebagai kapal pendukung operasi amfibi, yang memiliki kemampuan mengangkut pasukan pendarat berikut kendaraan tempur beserta kelengkapannya. Kapal ini juga mampu mengangkut 5 buah helikopter (3 di geladak heli, 2 di hanggar). Selain sebagai kapal tempur, kapal yang berteknologi desain semi-siluman ini juga berfungsi untuk operasi kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam.
KRI Banjarmasin 592
Produksi  : PT. PAL Indonesia
Mulai dibuat Diluncurkan, Ditugaskan : 28 Nov 2009
Status : Masih Bertugas
Berat benaman : 7.300 ton
Panjang : 125 m (410.10 kaki)
Lebar : 22 m (72.18 kaki)
Kecepatan : 15,4 knots
Jarak tempuh : 30 hari tanpa pasukan
Sekoci : 2 × LCT
Awak kapal : 500 orang
Persenjataan : 1x cannon 57 mm, 2x cannon 40mm
Pesawat : 5 × Helikopter

2. KRI Krait 827
KRI Krait 827
Kapal perang asli buatan Indonesia yang kedua yaitu KRI Krait 827. Kapal perang ini adalah kapal patroli kelas PC-40 hasil desain dari Fasharkan TNI AL Mentigi dan dibangun bekerja sama dengan PT BES Batam. 

Disamping tugas patroli keamanan laut kapal ini juga bisa digunakan sebagai kapal SAR dan kapal untuk bantuan bencana alam sehingga kapal ini dilengkapi dengan Hydraulic Crane yang dapat digunakan pada saat SAR maupun bongkar muat bahan bantuan untuk daerah bencana (dimana saat bencana, suatu pangkalan belum tentu ada fasilitas angkat yg memadai). 
KRI Banjarmasin 592 b
Disamping itu, kapal ini didesain Auto pilot untuk memudahkan pengendalian selama kapal melintasi alur pelayaran yang sempit dan untuk jarak tempuh yang jauh sehingga moral pengawak tetap terjaga dengan kemudahan pengoperasian kapal.

Dipesan : 2006
Produksi : Fasharkan TNI AL Mentigi & PT. BES Batam
Mulai dibuat : Juni 2007
Diluncurkan : 2008
Ditugaskan : Desember 2008
Status : Masih bertugas
Panjang : 40 m (131.23 kaki)
Lebar : 7,2 m (23.62 kaki)
Draught : 2 m (6.56 kaki)
Tenaga penggerak : 2 x 1250 Hp
Kecepatan : 20 knot (maksimum) 16 knot (ekonomis)
Jarak tempuh : 3.600 nm
Awak kapal : orang, Sonar & Radar Radar ARPA 96Nm, Weather Fax, Inmarsat, radio UHF 2 x 500w + 2 x 150W, Telex, Auto pilot, etc Category GMDSS A3 Persenjataan elektronik Canalis Busbar Thrunking IP 54 (index protection 54), sistem kekedapan saluran arus listrik satu tingkat dibawah kekedapan saluran arus listrik kapal selam modern
Persenjataan : 2 x cal 12.7 mm, Cal 25 twin barrel dg sistem control 2 x C802 (space dan sistem pengaman peluncuran sudah disiapkan), Self loading / unloading C802.

3. KRI Tarihu 829
KRI Tarihu 829
Kapal perang buatan Indonesia yang ketiga yaitu KRI Tarihu 829. Kapal perang ini adalah buatan Indonesia yang mampu sebagai kapal perusak. KRI Tarihu-829 memiliki panjang 40 m, lebar 7,3 m, dilengkapi dengan persenjataan meriam kaliber 20 mm dan 12,7 mm. Dalam uji coba ini mampu menempuh kecepatan 25 knot.
KRI Tarihu 829
Kelas: Tarihu, Sebagai kapal patrol cepat 40 meter Fiberglass, Seluruh kapal dibuat oleh Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) TNI AL.

4. KRI Alkura 830
KRI Alkura 830
Kapal perang buatan Indonesia yang keempat adalah KRI Alkura 830. Kapal perang ini dibuat oleh Faasharkan Batam. Merupakan kapal yang dibuat khusus sebagai kapal patrol dengan kecepatan tinggi. Terbukti kapal ini berhasil menggagalkan aksi penyelundupan di perairan Indonesia.

Kapal perang KRI Clurit 641 merupakan salah satu kapal perang buatan Indonesia yang memiliki kemampuan hebat dengan teknologi canggih. Pembuatannya dilakuka  oelh PT Palindo Marine Industries, Tanjunguncang, Batam.

Kapal ini bertipe kapal cepat rudal. KRI Clurit 641 berfungsi sebagai kapal pemukul reaksi cepat yang dalam pelaksanaan tugasnya mengutamakan unsur pendadakan, mengemban misi menyerang secara cepat, menghancurkan target sekali pukul dan menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat pula. 

Kapal berukuran panjang 44 meter, lebar 7,40 meter, dan berat 250 ton ini memiliki sistem pendorong handal yang mampu berlayar dan bermanuver dengan kecepatan 30 knot.

Nama: KRI Clurit (641)
Produksi : PT Palindo Marine Indonesia
Diluncurkan: April 2011
Ditugaskan: April 2011
Pelabuhan kandang: Koarmabar
Identifikasi: 641
Status: In service

Ciri-ciri umum
Kelas dan jenis: Missile boat
Displacement: 250 tons
Panjang: 44 m (144 ft 4 in)
Lebar: 7,40 m (24 ft 3 in)
Kecepatan: 30 knot (56 km/h; 35 mph) (maksimum)
Awak kapal: 3513 personel Pasukan Khusus
Sensor dan sistem pemroses: Sewaco
Senjata: 2 × C-705 SSM, 1 × 30 mm AK-630 CIWS, 2 × 20 mm Denel Vektor G12


5. KRI Kujang 642
KRI Kujang 642
Kapal perang buatan Indonesia berikutnya adalah KRI Kujang 642. Kapal perang ini merupakan  Kapal Perang Republik Indonesia bertipe Kapal Cepat Rudal yang pembuatanya dilakukan PT Palindo di Batam .

Nama: KRI Kujang (642)
Produksi : PT Palindo Marine Indonesia
Diluncurkan: April 2011
Ditugaskan: Februari 2012
Pelabuhan kandang: Armada Barat TNI-AL
Identifikasi: 642
Status: In service
KRI Kujang 642
Ciri-ciri umum
Kelas dan jenis: Missile boat
Displacement: 250 tons
Panjang: 44 m (144 ft 4 in)
Lebar: 7,40 m (24 ft 3 in)
Kecepatan: 30 knot (56 km/h; 35 mph) (maksimum)
Awak kapal: 3513 personel Pasukan Khusus
Sensor dan sistem pemroses: Sewaco
Senjata: 2 × C-705 SSM, 1 × 30 mm AK-630 CIWS, 2 × 20 mm Denel Vektor G12

6. KRI Banda Aceh 593
KRI Banda Aceh 593
Salah satu Kapal Perang Indonesia yang memiliki kemampuan handal adalah KRI Banda Aceh. KRI Banda Aceh mampu menampung lima helikopter, tiga helikopter di dek, dan dua helikopter di dalam hanggar.

Kapal ini juga dirancang mengangkut 22 tank, 560 pasukan, 126 awak. Kapal itu juga dpat mengangkut kombinasi 20 truk dan 13 tank. Selain berfungsi untuk memobilisasi pasukan, kapal sepanjang 125 meter x 22 meter ini juga dapat digunakan untuk fungsi operasi militer selain perang (OMSP), seperti membawa logistik ke daerah bencana alam.
KRI Banda Aceh 593

KRI Banda Aceh dibuat oleh PT PAL Indonesia dan secara resmi diserahkan kepada TNI pada Maret 2011 lalu.

7. Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran (KRI Klewang) / Kapal Siluman 
Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran (KRI Klewang)
Di ururan ke delapan sebagai kapal perang canggih buatan Indonesia adalah KCR Trimaran. Merupakan Kapal Perang dengan teknologi canggih yang saat ini sedang dikembangkan oleh  PT Lundin Industry Invest,  Banyuwangi, Jawa Timur. Kabarnya TNI AL telah memesan 4 kapal jenis ini.  Kapal ini rencananya akan digunakan sebagai Littoral Combat Ship (LCS) pertama milik Indonesia.
Trimaran (KRI Klewang)
Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran
Kapal Cepat Rudal KCR Trimaran / Klewang
KRI Trimaran juga satu-satu nya kapal perang di dunia yang berbahan komposit serat karbon . perlu  anda tahu sudah ada beberapa negara pengguna kapal perang berdesain Trimaran, namun tidak satupun yang berbahan komposit serat karbon. Namun sayangnya kapal perang canggih ini mengalami kebakaran, setelah tak lama selesai dibuat.
KRI Trimaran Kebakaran
KRI Klewang kebakaran
RIP KRI Kelewang, Kapal Siluman ( Kapal Cepat Rudal Trimaran )
RIP KRI Klewang

9. KRI Clurit 641, 642, 643
KRI Clurit
Kapal ini 100 persen pembuatannya di lakukan di PT Palindo Marine Industries, Tanjunguncang, Batam. Kapal ini merupakan jenis Kapal cepat Rudal (KCR)  dengan kecepatan 30 knot yang dilengkapi dengan sistem persenjataan modern seperti Sensor Weapon Control (Sewaco), Meriam caliber 30 MM 6 laras sebagai Close in Weapon System (CIWS), serta peluru kendali
Kapal Cepat Rudal KRI Clurit
Kapal ini terbuat dari baja khusus High Tensils Steel pada bagian hulunya (lambung). Sementara untuk bagian atasnya, kapal ini menggunakan aluminium Alloy yang memiliki stabilitas dan kecepatan yang tinggi jika berlayar
3 KRI Clurit
Kapal ini memiliki panjang 44 meter dan lebar 8 meter, serta tinggi kapal 3,4 meter. Draft kapal ini 1,75, dengan displacement 238 ton, yang mampu mengangkut bahan bakar 50 ton dan air tawar 15 ton.

9. Kapal Induk Helicopter
Salah satu yang membanggakan dari Militer Indonesia adalah dimilikinya Kapal Induk Heikopter ini. diproduksi oleh PT PAL Indonesia.
Kapal Induk Helikopter buatan Indonesia
Indonesia memiliki 5 LPD 125 M, dimana 2 kapal di bangun di Korea dan 3 kapal dibangun di PAL Surabaya. Kapal Landing Platform Dock 125 M dirancang untuk mampu dipasang senjata 100 mm dan dilengkapi Fire Control System, untuk melakukan self defence untuk melindungi pendaratan pasukan, kendaraan tempur, serta pendaratan helikopter.

Kapal LPD 125 meter ini didesain untuk pendaratan : Landing Craft Unit 23 m, operasi ampibi, tank carrier, combat vehicle 22 unit, dan tactical vehicle 13 unit.
desain kapal Induk RI
Dalam sekali bergerak LPD ini juga mengangkut 507 personil termasuk 354 tentara, crew dan officer. LPD ini juga mengangkut 5 unit helicopter jenis MI-2 atau BELL 412, serta mampu berlayar selama 30 hari secara terus menerus.
royek ini sudah dijalankan tahun 2009 dan masih berlanjut proses pembangunan hingga sekarang, mungkin butuh 3-5 tahun lagi baru selesainya.


Untuk Kemampuan Utamanya nanti adalah dia bisa mengangkut 6 Helikopter diatas dek, dan 10 helikopter dibawah perut, terus dia bisa mengangkut 4 Boot, 60 Tank Kelas Berat seperti MBT Leopard dan 200 Mobil Tempur Militer Segala Jenis. 

Itulah sembilan kapal perang canggih asli buatan Indonesia yang berhasil membuat Militer Indonesia Semakin kuat dan diperhitungkan di dunia.
Read More

K-FX/I-FX Jet Tempur Buatan Indonesia-Korea, yang lampaui F-16, F-18, Dassault Rafale hingga Eurofighter Typhoon

Profil K-FX/I-FX Indonesia-Korsel
Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan sepakat membangun jet tempur bersama. Proyek pengembangan pesawat tempur tersebut bernama Korea Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX). Untuk varian Indonesia, jet tempur tersebut bernama IFX.

Proses pengembangan tahap awal dilakukan di Korea Aerospace Industries (KAI), setelah itu proses produksi dilakukan di masing-masing negara yakni di fasilitas milik KAI dan fasilitas milik Indonesia di Bandung, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) (Persero).

Jet tempur generasi 4.5 ternyata dirancang mengungguli fighter atau jet tempur yang ada saat ini yakni di atas F-16, F-18, Sukhoi-35, Dassault Rafale hingga Eurofighter Typhoon.

KFX/IFX Jet Tempur Buatan Indonesia-Korea yang menggemparkan Dunia 
"Generasi 5 baru ada F-35 dan F-22. Kalau kita generasi 4.5. Kita di atas F-16, F-18 sampai Sukhoi-35 karena mereka generasi ke-4," Kata Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI, Andi Alisjahbana usai acara penandatanganan KFX/IFX di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (7/1/2016).

Dengan generasi 4.5, jet tempur karya Indonesia dan Korsel ini memiliki teknologi semi stealth atau kemampuan yang bisa mengecoh radar musuh. Teknologi ini mirip dengan pesawat siluman F-22 milik Amerika Serikat (AS).

"Secara struktur, pesawat ini punya teknologi stealth atau teknologi siluman yang ada di generasi ke-5," Ujar Direktur Utama PTDI, Budi Santoso.

KFX/IFX Jet Tempur Buatan Indonesia-Korea, yang lampaui F-16, F-18, Dassault Rafale hingga Eurofighter Typhoon
Korsel sendiri, lanjut Budi, dipilih karena bersedia memberikan penguasaan teknologi sampai 100%. Indonesia juga dilibatkan dari awal pengembangan hingga produksi. Padahal, andil Indonesia hanya 20% dari total proyek yang senilai US$ 8 miliar atau Rp 111,52 triliun (US$ 1 = Rp 13.940).

Selain itu, Korsel memiliki pengalaman mengembangan jet tempur T-50 Golden Eagle yang merupakan kerja sama antara KAI dan Lockheed Martin, Amerika Serikat.

"Di sini yang penting adalah kita dapat semua teknologinya," tambahnya.

Dengan penguasaan teknologi 100%, PTDI bisa secara mandiri memproduksi jet tempur di Indonesia mulai 2025. Namun untuk penjualan, share keuntungan antara PTDI dan KAI akan dibagi sesuai setoran modal.

Jet Tempur Buatan Indonesia-Korea, yang lampaui F-16, F-18, Dassault Rafale hingga Eurofighter Typhoon
"Sebanyak 20% komponen kita kerjakan, mereka 80% tapi tekonlogi kita dapat 100%," tuturnya.

Pengembangan jet tempur ternyata tak berhenti disitu. Indonesia dan Korsel bisa saja menaikkan kemampuan pesawat menjadi generasi 5 seperti F-22.

"Dengan mulai 4.5, kita nantinya bisa masuk ke generasi 5. Ini penting setelah punya kemampuan updating system dan lain-lain di pesawat," tambahnya.


Menurut anggaran, pembiayaan dari pesawat tempur KFX/IFX ini ditanggung 60% oleh Korea Selatan dan 40% oleh Indonesia.

Rencana pembuatan pesawat tempur ini mulai diresmikan pada tahun 2010, dan sempat dihentikan karena berbagai sebab. Di antaranya adalah karena AS tidak memberikan 4 Teknologi inti, seperti Radar Active, dan Radio Frequency Jummer.

Kerjasama Proyek Pesawat Tempur K-FX/I-FX Korsel-Indonesia
Namun pada tahun 2013, pengembangan pesawat tempur ini mulai dibuka lagi. Bahkan perkembangannya menjadi lebih cepat dan progresif.

Rencananya, pesawat tempur ini akan jadi pada tahun 2020. Dan untuk pertama kali nanti Korea Selatan sebagai kepala proyek akan meluncurkannya di negaranya sendiri dulu.

Baru pada tahun 2022 nanti, pesawat KFX/IFX ini akan mulai diluncurkan dan diperbanyak di Indonesia sendiri.

Rencananya, dalam proyek bersama ini, Korea Selatan akan mendapat 150 unit dan Indonesia mendapat 50 unit.


Read More

Senjata Legendaris Kopassus dari Masa ke masa, SS V5 PINDAD salah satunya

Seperti halnya pasukan reguler, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) juga mengandalkan senjata untuk melaksanakan berbagai operasi. Tentunya, senapan-senapan yang digunakan berbeda dari tentara pada umumnya, sehingga dipilih senjata yang mampu dibawa ke medan-medan berat sekaligus ringan dibawa.

Sejak pertama kali dibentuk, Kopassus dibekali berbagai senjata khusus. Salah satunya senapan AK-47 yang terkenal bandel dan disukai pasukan gerilyawan di dunia.

Kopassus pasukan Elite Indonesia
Tak hanya itu, senapan Uzi buatan Israel ini menjadi andalan saat Kopassus menjalankan operasi pembebasan sandera dalam sebuah pembajakan pesawat Garuda Indonesia di Woyla, Thailand. Meski ada yang menyebut saat itu sebagian besar justru menggunakan MP5.

Tidak sampai disitu, senjata buatan dalam negeri PT PINDAD juga menjadi pilihan kopassus untuk menjalankan operasinya. Mulai dari Senapan Pindad SS V1, SS V2, Sniper SPR 1, dan SPR 2 , Hingga yang terbaru Senapan Serbu SS buatan PT Pindad yang digunakan Kopassus saat ini. 


Hal tersebut dilakukan Kopassus Mungkin karena Senapan yang dibuat oleh PT PINDAD Dinilai dapat memberikan Hasil yang Memuaskan. Bahkan dengan senapan produksi PT PINDAD Inilah Kopassus menjuarai Kejuaraan Tembak International, Diantaranya Di AASAM 2015 Kemarin dimana Indonesia mampu Memperoleh 30 Mendali Emas, 16 Perak, dan 10 Perunggu. Disusul dengan Tuan rumah Australia dengan 4 Emas, 9 Perak dan 6 Perunggu.
Perolehan TNI Indonesia pada Kejuaraan AASAM Australia 2015

Dan Berikut adalah senjata-senjata legendaris yang pernah dan masih dipakai Kopassus dari masa ke masa:

1.IMI Uzi MP-2

IMI UZI MP-2
IMI Uzi atau bernama internasional MP-2, merupakan jenis senjata mesin ringan yang menyerupai pistol. Senjata ini dikembangkan sejak 1949 dan mulai digunakan militer Israel sejak tahun 1954.

Titik berat senjata ini terletak di atas grip pistol, perubahan massa berat senjata saat ditembakkan relatif kecil. Alhasil, saat ditembakkan dengan salvo panjang pun kestabilannya tetap terjamin.

Menembak dengan senjata ini boleh dikatakan sama tenangnya dengan menembakkan pistol jenis otomatis seperti FN 9 mm, bahkan mungkin lebih tenang. Peluru yang dipergunakan adalah Parabellum 9x19 mm, dengan magasen mulai dari isi 25 peluru sampai 32 peluru.

Kecepatan menembaknya mencapai 60 butir peluru per menit, sedangkan ketika melakukan tembakan beruntun akan mencapai 100 sampai 120 peluru per menit. Jarak menembak otomatis mencapai 100 meter dan akan meningkat ketika melakukan tembakan salvo hingga 200 meter.

Karena keefektifannya dalam menembak, senjata ini pernah digunakan Kopassus dalam operasi pembebasan sandera di Woyla, Thailand. Dalam misi tersebut, korps baret merah ini berhasil menembak mati tiga dari lima orang teroris, dan melukai pemimpinnya. Sedangkan sisanya ditembak mati saat terdorong keluar pesawat.

2. Senapan Mesin Ringan Bren

Bren Senjata Legendaris Kopassus dari Masa ke masa
Senapan Bren, merupakan jenis Senapan Mesin Ringan (SMR) buatan Inggris pada 1930-an, dan sempat dipakai hingga tahun 1991. Senapan ini mulai terkenal berkat daya gempurnya selama berlangsungnya Perang Dunia II dan sempat dipakai dalam Perang Korea maupun Perang Falkland.

Sebenarnya, Bren adalah versi modifikasi dari Senapan Mesin Ringan ZB vz. 26 buatan Cekoslowakia, yang diuji Angkatan Darat Inggris selama kompetisi senjata api pada tahun 1930-an. Bren tahap selanjutnya kemudian menggunakan magazen peluru box (kotak) melengkung yang khas, pelindung pijar kerucut dan laras rubah-cepat.

Senjata ini dibawa Inggris yang tergabung bersama pasukan sekutu ke Indonesia tak lama setelah kekalahan Jepang. Senapan ini digunakan tentara Allied Forces Netherlands East Indies atau AFNEI untuk menghadapi para pejuang kemerdekaan, termasuk peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Kopassus yang baru terbentuk pada 1953 membutuhkan sejumlah senjata untuk mendukung operasi-operasi mereka. Alhasil, Bren menjadi salah satu senjata andalan saat menghadapi pasukan pemberontak di seluruh Tanah Air.

3. Senapan serbu Assault King AK-47 Buatan Russia

AK-47 Senjata Legendaris Kopassus dari Masa ke masa
Avtomat Kalashnikova 1947 atau AK-47 merupakan senjata terbaik yang pernah dibuat Uni Soviet semasa berlangsungnya perang dingin. Banyak pihak yang menyebut desain AK-47 mirip dengan senapan serbu buatan Nazi Jerman Sturmgewehr 44 atau dikenal dengan nama StG44. Kemiripan itu tak lepas dari upaya pembuatnya, Mikhail Kalashnikov yang lebih dulu mempelajari StG44 pada 1946.

AK-47 memiliki banyak keunggulan, salah satunya tidak pernah macet meski tercebur ke dalam lumpur sekalipun. Alhasil, senapan ini sangat disukai para gerilyawan, teroris, dan tentara di banyak negara. Diperkirakan seratus juta senjata ciptaannya telah tersebar di seluruh dunia.

Senjata ini sempat jadi senapan serbu tentara Indonesia. Hubungan mesra antara Indonesia dan Uni Soviet membuat ribuan pucuk senjata AK-47 mengalir ke Indonesia tahun 1960an.

Saat itu hanya pasukan elite yang dapat jatah AK-47. Komando Pasukan Khusus yang dulu bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), salah satunya.

Seorang pensiunan bintara RPKAD, Maman, mengenang senjata ini memang bisa diandalkan. AK-47 dikenal bandel dan jarang macet.

"Dari Trikora, lalu Dwikora, penumpasan G30S, itu RPKAD pakai AK-47. Mudah dipakai, mudah dibersihkan dan dirawat. Dipakai berenang di laut atau masuk lumpur juga tidak masalah," katanya.

4. MP5

MP5 Senjata Legendaris Kopassus dari Masa ke masa
Heckler & Koch Maschinenpistole (MP), atau lebih dikenal dengan nama MP5, menjadi senjata andalan Kopassus dalam melakukan pertempuran jarak dekat. Senapan mesin berbentuk pistol ini merupakan produk buatan Jerman yang diproduksi sejak 1960.

Oleh pabrikannya, senjata ini memang didesain buat kepentingan pasukan khusus dan dipakai pertama kali oleh pasukan elite Jerman, yakni GSG 9. Senjata ini sudah memiliki sejumlah varian dan telah dipakai oleh sejumlah negara, termasuk TNI.

MP5 memiliki ciri berat 2,6 kg, panjang 680 mm, kaliber 9 m dengan jangkauan tembak 200 meter, dan mampu memuntahkan 800 butir peluru per menit. Tidak mudah memiliki senjata jenis ini. Sebab penjualannya sangat dibatasi, bahkan TNI pernah ditolak saat memesan senjata ini.

Senjata tersebut memiliki akurasi dan keandalan yang tinggi serta diproduksi dengan banyak varian, sehingga menjadi pilihan utama bagi kebutuhan militer dan para penegak hukum di lebih dari 50 negara di dunia. Selain itu sangat mudah untuk dioperasikan dan mudah perawatannya.

5. Senapan Serbu SS-2 V5 buatan PT PINDAD Indonesia

Senjata Legendaris Kopassus dari Masa ke masa, SS V5 PINDAD salah satunya 
Merdeka.com - Selain mengandalkan senapan buatan asing, Kopassus tak melupakan keberadaan senapan buatan negeri sendiri. Adalah Senapan Serbu 2 atau dikenal dengan nama SS-2, yang desain, material dan produksinya asli Indonesia.

TNI sendiri sudah menggunakannya sejak 2005 lalu, dimulai dari SS-2 V1. Khusus untuk Kopasus, varian yang diberikan adalah SS-2 V5 Commando yang baru diproduksi tahun 2012. SS2 V5 muncul untuk menanggapi keluhan terhadap SS2 V2 dan V4.

Dibandingkan varian sebelumnya, SS-2 V5 memiliki ukuran lebih pendek, ringan, dan nyaman dipakai. Tak hanya itu, senjata ini tahan terhadap kelembaban tinggi dan akurat setelah mengoreksi sustain rate of fire.

Senjata buatan PT PINDAD MADE IN INDONESIA 
SS-2 dilengkapi ball stoper. Ketika peluru habis ditembakan, petembak tidak perlu mengokang kembali senjata untuk pengisian magazin.

Jangkauan tembaknya mencapai 400-500 meter dan dilengkapi teleskop Trijikon atau Close Quarter/Tactical CQT. Senapan serbu SS 2 diklaim dapat beroperasi diberbagai medan tanpa khawatir macet ketika digunakan.


Read More
Copyright © 2015. BLOG HUNTER | Template Created By BLOG HUNTER | Proudly Powered By Blogger