Selamat Datang Di BLOG HUNTER
Terima kasih atas kunjungan Anda di BLOG HUNTER,
Nationalism is Humanity ~ Untuk kemudahan dalam hal Navigasi Temukan ratusan artikel Bloghanter di tombol DAFTAR ISI di bagian pojok kanan atas atau dengan cara menelusuri satu persatu dari SEMUA KATEGORI di SIDEBAR BAGIAN KANAN BAWAH

Inilah panser Badak, Panser buatan anak bangsa yang lebih keren dari panser buatan Korea

PT Pindad (Persero) telah mengembangkan dan memproduksi panser roda 6 bernama Anoa 6X6. Panser yang laris manis ini telah dipakai oleh TNI untuk misi di dalam dan luar negeri.

Tak berhenti sampai di situ, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pertahanan ini, mengembangkan panser dengan senjata berat jenis canon. Panser ini diberi nama 'Badak'.


Beda dengan Anoa yang lebih diperuntukan untuk angkut personil dan dilengkapi senjata ringan, Panser 'Badak' dilengkapi senjata berat jenis canon 90 mm di atas turret.  Konsep Panser badak mirip dengan tank namun bedanya ada di roda. Badannya seperti tank, tapi ini roda ban. Tapi basic-nya memang panser.

Untuk pengembangan turret atau canon, Pindad menggandeng perusahaan pertahanan dari Belgia yakni CMI Defence. CMI dinilai memiliki kemampuan kelas dunia dalam memproduksi turret.


Saat di medan tempur, Panser Badak bisa menahan tembakan dengan amunisi 12,7 mm. Saat ini, Panser Badak sedang melalui proses uji untuk memperoleh sertifikasi dari Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat.

Rencananya, produksi massal dilakukan pada triwulan I-2016 setelah lolos sertifikasi.  Nama 'Badak' sendiri diberikan secara langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saar meninjau pameran persenjataan internasional 2014 (Indo-Defence) di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Pemberian nama itu dilakukan atas permintaan PT Pindad.

Berdasarkan spesifikasi yang dimiliki, panser ini dibuat khusus untuk pertempuran, beda dengan Panser Anoa yang memang dibuat untuk mengangkut pasukan. Atas alasan itu, panser ini dipasangi sistem persenjataan jenis canon berdiameter 90 milimeter.


Panser ini memuat tiga orang kru, termasuk sopir. Sesuai namanya, panser ini dipakai untuk bertahan maupun penyerangan. PT Pindad mengklaim panser ini unggul dari panser Tarantula yang produk Korea, Kenapa? Kelebihannya pada manuvernya yang lebih tinggi. Harganya sesuai dengan budget TNI dan bentuknya sesuai dengan karakteristik Asia. Harganya di bawah Tarantula.

Panser ini memiliki berat hingga 14 ton dan untuk mendukung laju kendaraan didukung dengan mesin diesel dari Renault, yaitu Diesel Inline 6 silinder Tubo Charger Intercooler berkapasitas 10.800 cc yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 340 horsepower.


Meski berbadan besar dan dilengkapi persenjataan berat, panser ini mampu mencapai kecepatan puncak hingga 90 kilometer per jam. Tak hanya memiliki kecepatan puncak yang cukup cepat, Badak diakui memiliki kemampuan manuver yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Panser Tarantula buatan Korea Selatan.

Sistem transmisi dari Badak sendiri menggunakan transmisi otomatis 6-percepatan. Memiliki dimensi panjang 6 meter, lebar 2.5 meter dan tinggi 2,9 meter, Badak Pindad memiliki kemampuan jelajah yang cukup luas sekitar 600 kilometer. 

Untuk urusan kenyamanan dan kemampuan menghadapi medan yang ekstrem, PT Pindad menyematkan Independent Double Wisbone tanpa Spring ke Badak. Hal ini ditunjang dengan ban Runflat 1100-R22,5 yang mampu berjalan dalam keadaan tanpa angin hingga sejauh 80 kilometer pada kecepatan tertentu. Keren kan?

Read More

Woow..!! TNI Juara Umum Lomba Tembak AASAM 8x berturut turut, berikut catatan prestasinya

Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) merupakan kompetisi lomba tembak International tahunan yang diselenggarakan oleh Angkatan Darat Australia. Lomba tembak ini diselenggarakan hampir setiap tahunnya, dengan mengundang beberapa negara se-Asia Pasifik. 

Dalam 8 tahun terakhir (2008 - 2015 ) TNI selalu mengikuti lomba tembak AASAM, dan menjadi juara umum 8x berturt-turut. Negara lain dibuat kagum, bahkan sampai tidak percaya dengan prestasi dan kehebatan TNI tersebut. 
Kopassus, TNI Juara Umum lomba tembak AASAM 8x berturut turut
Selain TNI telah mengharumkan nama Indonesia di kanca International, yang lebih membanggakan lagi senjata senjata yang digunakan TNI dalam mengikuti lomba tembak AASAM tersebut adalah senjata produksi buatan dalam negeri PT PINDAD, seperti SS2-HB (Heavy Barrel), senapan Mesin SM-2 dan SM-3, pistol G2 versi EliteSS serta senapan serbu SS2 V5.

Memang tidak diragukan lagi senjata buatan PT PINDAD yang pabriknya terletak di Bandung Jawa Barat ini memang sangat luar biasa. Bahkan Dunia sempat dibuat gempar dengan senjata Sniper SPR-2nya yang mampu tembus TANK karena memiliki jangkauan tembak sejauh 2km.
 
Dan Berikut adalah catatan prestasi kemenangan TNI Indonesia dalam kejuaraan tembak International AASAM dari 2008 hingga 2016 saat ini.

1. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2008

 
Kontingen menembak TNI Angkatan Darat meraih juara pertama dalam lomba menembak Australian Army Skill At Arms Meeting (AASAM) 2008 yang dilaksanakan di Australia pada tanggal 2 sampai 25 Mei 2008, diikuti oleh Angkatan Darat dari berbagai Negara antara lain Australia, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Papua Nugini. Kedatangan kontingen disambut oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo di Mabesad, Senin (26/5).

Lomba tahun ini mempertandingkan 40 materi menembak baik itu materi perorangan maupun tim, Kontingen Indonesia menempati urutan pertama dengan memperoleh 19 medali emas, 23 perak dan 8 perunggu, posisi kedua diraih oleh Kontingen Angkatan Darat Malaysia dan urutan ketiga ditempati oleh Kontingen Angkatan Darat Singapura.

2. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2009

Dalam AASAM tahun 2009, kontingen TNI AD membawa 15 orang personil yang terbagi atas 10 orang petembak dan 5 orang official. Lomba ini diselenggarakan pada bulan Mei.

Dalam kompetisi tersebut kontingen TNI-AD dapat menunjukkan prestasi terbaiknya dengan mendapatkan 59% medali emas, 41% medali perak dan 39% medali perunggu dari jumlah 41 medali yang diperebutkan, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai Juara Umum.

Kesuksesan TNI AD disini di dukung oleh kualitas kehandalan senjata Senapan Serbu 2 (SS-2) yang diproduksi oleh PT Pindad Indonesia.

3. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2010

TNI AD mengirim kontingen sebanyak 15 orang di AASAM tahun 2010. Lomba ini dilaksanakan pada bulan Juni. Disana, para petembak TNI AD telah berhasil mempertahankan prestasi sebagai Juara Umum, dengan perolehan 22 medali emas, 13 medali perak, dan 14 medali perunggu.

Para petembak TNI AD ini dibekali oleh Senapan Serbu 2 (SS-2) buatan PT Pindad Indonesia.

4. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2011

 
Di AASAM tahun 2011 ini, TNI AD berhasil meraih medali emas terbanyak. Pada babak akhir kompetisi, Malaysia menjadi lawan terkuat Indonesia, namun kontingen petembak TNI AD berhasil meraih 7 medali emas, 9 medali perak dan 5 medali perunggu, dimana Indonesia mengungguli peserta-peserta dari negara lainnya.

Dari kompetisi yang berlangsung pada bulan Mei ini, lagi-lagi TNI AD berhasil meraih Juara Umum. Selain menggunakan SS2 milik PT Pindad, TNI AD juga berkesempatan menggunakan pistol jenis Browning milik Australia.

5. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2012


AASAM tahun 2012, kontingen TNI AD yang dikirim berjumlah 17 orang. Dari 51 medali yang disiapkan dalam kejuaraan itu, prajurit TNI AD menyabet 25 emas, sementara tentara Amerika hanya memperoleh 2 emas dan 5 perunggu, sedang Australia diperingkat kedua hanya mengantongi 9 emas,  12 perak dan 7 perunggu.

Ditahun tersebut posisi prajurit TNI AD memiliki kemampuan menembak diatas rata-rata prajurit yang ada diseluruh dunia. Prajurit TNI AD hanya memakai senjata buatan PT Pindad jenis SS2 dan mampu meredupkan pamor senjata MP4 Carbine Amerika Serikat, SAR 21 Singapura, Steyr Aug Austria, HK G36, atau HK416.

6. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2013

 
Kompetisi yang digelar pada bulan Mei ini, menuai pujian dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam akun twitternya. Pasalnya, di lomba tembak ini TNI AD masih bisa mempertahankan prestasinya sebagai Juara Umum dengan menggunakan SS2 Pindad. Berikut tulisan dari akun twitter SBY :

"Kontingen TNI AD dg gemilang menang lomba tembak AASAM di Australia, raih 17 medali emas. Selamat. Saya bangga. *SBY*"

"Prajurit TNI dg senjata buatan Pindad sering menang lomba tembak lawan tentara negara lain. Indonesia bangga. *SBY*"

Dalam lomba tembak AASAM 2013 tersebut, kontingen TNI AD beranggotakan 24 prajurit Kostrad dan 6 dari Kopassus. Di sana TNI AD berhasil memperebutkan 58 medali berupa 17 medali emas dan 58 nomor menembak.

7. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2014

 
2014 Tim penembak TNI Angkatan Darat kembali mengukir prestasi membanggakan dengan berhasil memperoleh 32 medali emas, 15 perak serta 20 perunggu dan menjadi juara umum pada kejuaraan menembak tingkat internasional, Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2014 yang digelar pada 5 – 16 Mei 2014 di Australia.

Menempati urutan kedua tim penembak tuan rumah Australia dengan perolehan medali 6 emas, 15 perak, dan 20 perunggu. Sementara di urutan ketiga ditempati oleh tim penembak dari tentara Brunei Darussalam dengan perolehan medali 5 emas, 4 perak, dan 1 Perunggu.

Pada kejuaraan tahun ini diikuti oleh 16 tim penembak dari tentara negara di kawasan Asia Pasifik, yaitu Australia, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jepang, Filipina, Thailand, Timor Leste, Papua Nugini, Singapura, Brunei Darussalam, Selandia Baru, Kaledonia Baru, Tonga, Kanada, dan Indonesia.

8. Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) tahun 2015

TIM Tembak TNI AD Dalam lomba AASAM 2015 Australia
Lagi lagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil mengukir prestasi dengan menjadi juara umum AASAM ke-8 kalinya. Dalam AASAM kali ini kontingen yang berasal dari Angkatan Darat (TNI AD) ini meraih gelar juara umum dengan merebut 56 medali dalam kejuaraan menembak Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2015. Ke-56 medali itu terdiri dari 30 emas, 16 perak dan 10 perunggu.
Mendali AASAM 2015 TNI 
Sedangkan, tuan rumah Australia menempati urutan kedua dengan perolehan 4 medali emas, 9 perak dan 6 perunggu. Disusul Amerika serikat di urutan ketiga dengan 4 emas, 1 perak dan 2 perunggu. TNI bisa dikatakan menang telak dengan selisih sangat jauh dari negara lain.

Dengan prestasi itu, Indonesia kembali mengukuhkan kemenangan untuk kedelapan kalinya secara berturut-turut sejak 2008 sampai 2015 lalu. Dalam kompetisi menembak yang berlangsung tahun ini, Indonesia bersaing dengan 15 tim dari 13 negara, yakni Australia, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang, Filipina, Thailand, Timor Leste, Singapura, Brunei Darussalam, Kaledonia Baru, dan Tonga.

Perolehan Mendali TNI pada AASAM 2015 
Tak terima TNI juara umum AASAM 2015, Australia enggan tulis di daftar resmi, Bahkan mereka minta senjata PINDAD TNI dibongkar. Sungguh memalukan sikap Australia ini hahaha.. Untung TNI Melawan, makin malu deh mereka (Australia)
TNI Juara umum AASAM Australia 2015
Di tengah meroketnya prestasi Indonesia dalam kejuaraan internasional ini, namun panitia AASAM 2015 belum juga merilis juaranya. Padahal, kejuaraan sudah berakhir sejak 16 Mei lalu dan sampai kini belum juga menampilkan urutan pemenangnya.

Hal itu terlihat dalam situs resmi AASAM 2015 yang beralamat di www.army.gov.au tidak juga menampilkan hasil rekapitulasi kejuaraan di tiap nomor menembak yang diikuti seluruh negara. Situs ini hanya memuat hasil lomba lima tahun sebelumnya. Jika dirunut ke bawah, TNI hampir selalu menguasai tiga besar setiap nomor menembak.

Woow..!! TNI Juara Umum Lomba Tembak AASAM 8x berturut turut, berikut catatan prestasinya 

Tak hanya itu, Laman Facebook komunitas AASAM juga tak menampilkan aksi-aksi tim Indonesia selama kejuaraan berlangsung, kecuali kemenangan pada kejuaraan yang sama setahun lalu. Laman ini lebih banyak menampilkan foto personel militer Australia, AS dan Inggris. Sesekali pula beberapa negara seperti Jepang, Filipina maupun Singapura.

Kepala Staf TNI AD Jenderal Gatot Nurmantyo juga mengakui tuan rumah tak begitu saja menerima kekalahannya. Sampai-sampai mereka meminta senapan TNI diperiksa. Tentu saja Jenderal Gatot menolak.
"Kalau mau diperiksa semua," kata Gatot kesal.
 

Read More

Senjata Legendaris Kopassus dari Masa ke masa, SS V5 PINDAD salah satunya

Seperti halnya pasukan reguler, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) juga mengandalkan senjata untuk melaksanakan berbagai operasi. Tentunya, senapan-senapan yang digunakan berbeda dari tentara pada umumnya, sehingga dipilih senjata yang mampu dibawa ke medan-medan berat sekaligus ringan dibawa.

Sejak pertama kali dibentuk, Kopassus dibekali berbagai senjata khusus. Salah satunya senapan AK-47 yang terkenal bandel dan disukai pasukan gerilyawan di dunia.

Kopassus pasukan Elite Indonesia
Tak hanya itu, senapan Uzi buatan Israel ini menjadi andalan saat Kopassus menjalankan operasi pembebasan sandera dalam sebuah pembajakan pesawat Garuda Indonesia di Woyla, Thailand. Meski ada yang menyebut saat itu sebagian besar justru menggunakan MP5.

Tidak sampai disitu, senjata buatan dalam negeri PT PINDAD juga menjadi pilihan kopassus untuk menjalankan operasinya. Mulai dari Senapan Pindad SS V1, SS V2, Sniper SPR 1, dan SPR 2 , Hingga yang terbaru Senapan Serbu SS buatan PT Pindad yang digunakan Kopassus saat ini. 


Hal tersebut dilakukan Kopassus Mungkin karena Senapan yang dibuat oleh PT PINDAD Dinilai dapat memberikan Hasil yang Memuaskan. Bahkan dengan senapan produksi PT PINDAD Inilah Kopassus menjuarai Kejuaraan Tembak International, Diantaranya Di AASAM 2015 Kemarin dimana Indonesia mampu Memperoleh 30 Mendali Emas, 16 Perak, dan 10 Perunggu. Disusul dengan Tuan rumah Australia dengan 4 Emas, 9 Perak dan 6 Perunggu.
Perolehan TNI Indonesia pada Kejuaraan AASAM Australia 2015

Dan Berikut adalah senjata-senjata legendaris yang pernah dan masih dipakai Kopassus dari masa ke masa:

1.IMI Uzi MP-2

IMI UZI MP-2
IMI Uzi atau bernama internasional MP-2, merupakan jenis senjata mesin ringan yang menyerupai pistol. Senjata ini dikembangkan sejak 1949 dan mulai digunakan militer Israel sejak tahun 1954.

Titik berat senjata ini terletak di atas grip pistol, perubahan massa berat senjata saat ditembakkan relatif kecil. Alhasil, saat ditembakkan dengan salvo panjang pun kestabilannya tetap terjamin.

Menembak dengan senjata ini boleh dikatakan sama tenangnya dengan menembakkan pistol jenis otomatis seperti FN 9 mm, bahkan mungkin lebih tenang. Peluru yang dipergunakan adalah Parabellum 9x19 mm, dengan magasen mulai dari isi 25 peluru sampai 32 peluru.

Kecepatan menembaknya mencapai 60 butir peluru per menit, sedangkan ketika melakukan tembakan beruntun akan mencapai 100 sampai 120 peluru per menit. Jarak menembak otomatis mencapai 100 meter dan akan meningkat ketika melakukan tembakan salvo hingga 200 meter.

Karena keefektifannya dalam menembak, senjata ini pernah digunakan Kopassus dalam operasi pembebasan sandera di Woyla, Thailand. Dalam misi tersebut, korps baret merah ini berhasil menembak mati tiga dari lima orang teroris, dan melukai pemimpinnya. Sedangkan sisanya ditembak mati saat terdorong keluar pesawat.

2. Senapan Mesin Ringan Bren

Bren Senjata Legendaris Kopassus dari Masa ke masa
Senapan Bren, merupakan jenis Senapan Mesin Ringan (SMR) buatan Inggris pada 1930-an, dan sempat dipakai hingga tahun 1991. Senapan ini mulai terkenal berkat daya gempurnya selama berlangsungnya Perang Dunia II dan sempat dipakai dalam Perang Korea maupun Perang Falkland.

Sebenarnya, Bren adalah versi modifikasi dari Senapan Mesin Ringan ZB vz. 26 buatan Cekoslowakia, yang diuji Angkatan Darat Inggris selama kompetisi senjata api pada tahun 1930-an. Bren tahap selanjutnya kemudian menggunakan magazen peluru box (kotak) melengkung yang khas, pelindung pijar kerucut dan laras rubah-cepat.

Senjata ini dibawa Inggris yang tergabung bersama pasukan sekutu ke Indonesia tak lama setelah kekalahan Jepang. Senapan ini digunakan tentara Allied Forces Netherlands East Indies atau AFNEI untuk menghadapi para pejuang kemerdekaan, termasuk peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Kopassus yang baru terbentuk pada 1953 membutuhkan sejumlah senjata untuk mendukung operasi-operasi mereka. Alhasil, Bren menjadi salah satu senjata andalan saat menghadapi pasukan pemberontak di seluruh Tanah Air.

3. Senapan serbu Assault King AK-47 Buatan Russia

AK-47 Senjata Legendaris Kopassus dari Masa ke masa
Avtomat Kalashnikova 1947 atau AK-47 merupakan senjata terbaik yang pernah dibuat Uni Soviet semasa berlangsungnya perang dingin. Banyak pihak yang menyebut desain AK-47 mirip dengan senapan serbu buatan Nazi Jerman Sturmgewehr 44 atau dikenal dengan nama StG44. Kemiripan itu tak lepas dari upaya pembuatnya, Mikhail Kalashnikov yang lebih dulu mempelajari StG44 pada 1946.

AK-47 memiliki banyak keunggulan, salah satunya tidak pernah macet meski tercebur ke dalam lumpur sekalipun. Alhasil, senapan ini sangat disukai para gerilyawan, teroris, dan tentara di banyak negara. Diperkirakan seratus juta senjata ciptaannya telah tersebar di seluruh dunia.

Senjata ini sempat jadi senapan serbu tentara Indonesia. Hubungan mesra antara Indonesia dan Uni Soviet membuat ribuan pucuk senjata AK-47 mengalir ke Indonesia tahun 1960an.

Saat itu hanya pasukan elite yang dapat jatah AK-47. Komando Pasukan Khusus yang dulu bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), salah satunya.

Seorang pensiunan bintara RPKAD, Maman, mengenang senjata ini memang bisa diandalkan. AK-47 dikenal bandel dan jarang macet.

"Dari Trikora, lalu Dwikora, penumpasan G30S, itu RPKAD pakai AK-47. Mudah dipakai, mudah dibersihkan dan dirawat. Dipakai berenang di laut atau masuk lumpur juga tidak masalah," katanya.

4. MP5

MP5 Senjata Legendaris Kopassus dari Masa ke masa
Heckler & Koch Maschinenpistole (MP), atau lebih dikenal dengan nama MP5, menjadi senjata andalan Kopassus dalam melakukan pertempuran jarak dekat. Senapan mesin berbentuk pistol ini merupakan produk buatan Jerman yang diproduksi sejak 1960.

Oleh pabrikannya, senjata ini memang didesain buat kepentingan pasukan khusus dan dipakai pertama kali oleh pasukan elite Jerman, yakni GSG 9. Senjata ini sudah memiliki sejumlah varian dan telah dipakai oleh sejumlah negara, termasuk TNI.

MP5 memiliki ciri berat 2,6 kg, panjang 680 mm, kaliber 9 m dengan jangkauan tembak 200 meter, dan mampu memuntahkan 800 butir peluru per menit. Tidak mudah memiliki senjata jenis ini. Sebab penjualannya sangat dibatasi, bahkan TNI pernah ditolak saat memesan senjata ini.

Senjata tersebut memiliki akurasi dan keandalan yang tinggi serta diproduksi dengan banyak varian, sehingga menjadi pilihan utama bagi kebutuhan militer dan para penegak hukum di lebih dari 50 negara di dunia. Selain itu sangat mudah untuk dioperasikan dan mudah perawatannya.

5. Senapan Serbu SS-2 V5 buatan PT PINDAD Indonesia

Senjata Legendaris Kopassus dari Masa ke masa, SS V5 PINDAD salah satunya 
Merdeka.com - Selain mengandalkan senapan buatan asing, Kopassus tak melupakan keberadaan senapan buatan negeri sendiri. Adalah Senapan Serbu 2 atau dikenal dengan nama SS-2, yang desain, material dan produksinya asli Indonesia.

TNI sendiri sudah menggunakannya sejak 2005 lalu, dimulai dari SS-2 V1. Khusus untuk Kopasus, varian yang diberikan adalah SS-2 V5 Commando yang baru diproduksi tahun 2012. SS2 V5 muncul untuk menanggapi keluhan terhadap SS2 V2 dan V4.

Dibandingkan varian sebelumnya, SS-2 V5 memiliki ukuran lebih pendek, ringan, dan nyaman dipakai. Tak hanya itu, senjata ini tahan terhadap kelembaban tinggi dan akurat setelah mengoreksi sustain rate of fire.

Senjata buatan PT PINDAD MADE IN INDONESIA 
SS-2 dilengkapi ball stoper. Ketika peluru habis ditembakan, petembak tidak perlu mengokang kembali senjata untuk pengisian magazin.

Jangkauan tembaknya mencapai 400-500 meter dan dilengkapi teleskop Trijikon atau Close Quarter/Tactical CQT. Senapan serbu SS 2 diklaim dapat beroperasi diberbagai medan tanpa khawatir macet ketika digunakan.


Read More

Keren ! PT PINDAD Indonesia bikin senapan serbu untuk perang bawah Air

Salah satu produsen senjata asal Indonesia, Pindad terus mengembangkan inovasi produknya. Baru-baru ini Pindad sedang mengembangkan senapan varian baru, sebuah Senapan Serbu Bawah Air (SSBA).
Senapan yang dikembangkan atas kerja sama Dislitbang TNI AL‎ ini merupakan senjata yang bisa digunakan di bawah air. ‎ Senapan ini dibuat demi mendukung pasukan khusus TNI, di mana TNI AL dengan Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska), Detasemen Jala Mangkara (Denjaka), dan Pasukan Intai Amfibi (YonTaifib)‎.

“Senapan ini dirancang khusus untuk mendukung pertempuran jarak dekat di bawah air (combat diver). Kita kembangkan sejak 2013, kemungkinan kita launching pada 2017, kita sedang sempurnakan terus agar menjadi senjata yang unggul‎,” ujar Direktur Utama Pindad, Silmy Karim.

Untuk itulah, Pindad dengan TNI AL mengembangkan senapan dengan jenis yang sama. SSBA ini merupakan turunan dari SS1 Marinize, di mana senapan ini dikembangkan dengan sistem tahan air. “Konsep bawah air itu beda dengan tahan air. Kalau bawah air itu ya bisa menembak di bawah air, tapi kalau tahan air itu, baru bisa digunakan kalau sudah keluar dari air,”tambah  Silmy..
Senapan yang mirip bentuknya dengan AK 47 ini, dirancang untuk mendukung pertempuran jarak dekat di bawah air (combat diver).

"Kita sedang kembangkan senapan serbu bawah air," ujar salah seorang Engineer Development Pindad, kepada detikFinance, Selasa (12/1/2016).

Untuk pengembangan Senapan Serbu Bawah Air (SSBA) ini, Pindad menggandeng Dislitbang TNI AL. Senjata baru varian Pindad ini tentunya bisa menjadi kebanggan, karena senapan ini dibuat sangat detil. Bahan senapan hingga amunisi disiapkan secara khusus dan anti karat, karena harus berfungsi di bawah air.

"Amunisi juga harus khusus karena dipakai di bawah laut," tambahnya.

TEKNOLOGI DAN SPESIFIKASI SENAPAN BAWAH AIR PINDAD
Dari data yang diperoleh detikFinance, SSBA secara design mirip dengan senapan legendaris AK 47, namun bentuk magasen sedikit ada tambahan.

Dengan kaliber 5.66X150 mm dan berat 4,5 kg, senapan ini mampu menembakkan 20 butir peluru dalam 1 magasen. Untuk pertempuran bawah air, SSBA mampu menembak secara efektif dengan jarak antara 20-30 meter (kedalaman 5 meter), 10-20 meter (kedalaman 20 meter) dan 5-10 meter (kedalaman 40 meter).

Bila di darat, senapan serbu ini mampu menembak sasaran dengan jangkauan efektif 100 meter

Read More

Inilah Senapan Made in Indonesia yang akan menjadi pesaing senjata legendaris AK-47

PT Pindad (Persero) akan meluncurkan senapan serbu varian terbaru (SSX) dengan kaliber 7.62X51 MM pada Maret 2016. Senapan serbu ini merupakan senjata hasil pengembangan insinyur Pindad di Bandung, Jawa Barat.
 
Senapan serbu ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan militer Indonesia dan global, karena tren pengembangan senapan serbu personel ke depannya adalah kaliber 7.62 mm.

Meski senapan varian baru ini memiliki kaliber serupa dengan senjata legendaris Uni Soviet, AK 47, namun Pindad merancang model terbarunya lebih andal daripada AK 47. Pindad sendiri akan meluncurkan 2 varian senapan serbu pesaing AK 47 ini, yakni BR Long Barrel dan BR Standard Barrel. Senjata ini sekarang masih menjadi proses uji (sertifikasi). Untuk Tipe BR Long Barrel, senjata varian ini memiliki berat 5,2 kg dengan panjang 1.050 milimeter.

Senapan varian ini bisa difungsikan sebagai senjata penembak jitu (sniper), karena bisa dilengkapi alat bantu penglihatan atau optik dan peredam tembakan. Varian BR Long Barrel ini memiliki jarak tembak efektif 950 meter.

Varian kedua adalah BR Standard Barrel. Senapan serbu ini memiliki berat lebih ringan yakni 3,6 kg dan panjang senapan 920 milimeter. Senapan ini tidak dilengkapi alat bantu bidik jarak jauh (optik). Varian BR Standard Barrel ini dirancang mampu menembak dengan jarak efektif 800 meter.

Direktur Utama Pindad, Silmy Karim belum memberi nama khusus untuk senapan serbu terbaru yang dirancang oleh insinyur lokal ini.

“Kita belum memberi nama senjata ini,” kata Silmy dikutip dari laman detikFinance.


Read More

5 Fakta mengenai Snipper SPR-2 Buatan Indonesia, yang Gemparkan Dunia

Senapan sniper SPR 2 buatan PT Pindad, perusahaan alutsista milik Pemerintah Indonesia, tengah menjadi buah bibir di dunia internasional.

Ternyata, senapan sniper canggih yang dipakai Kopassus ini tak bisa dibuat oleh sembarang negara.

Lantas apa istimewanya? Nah, berikut fakta-fakta senjata Pindad untuk Kopassus yang gegerkan dunia.

1. Diproduksi Segelintir Negara
IndoDefense 2014
Senapan sniper SPR 2 buatan Pindad ternyata cuma mampu diproduksi segelintir negara di dunia.

“Di dunia kurang dari 4 negara yang mampu buat. Itu Amerika dan Eropa, gak enak kita sebut namanya dia di sini juga,” kata Kepala Departemen komunikasi Pindad Sena Maulana.

Senapan sniper SPR 2 tergolong besar dikelasnya. SPR 2 memiliki amunisi kaliber 12,7 milimeter.

“Senapan ini tergolong besar dengan kaliber 12,7 milimeter. Di pasaran biasanya cuma 5,62 milimeter,” ujarnya.

2. Jangkauan Target Jauh
Snipper SPR 2 PINDAD
Kelebihan lain dari Senapan SPR 2 memiliki jangkauan target mencapai 2 km. Tetapi jarak efektifnya 1 km.

Menurut Kepala Departemen Komunikasi Pindad, Sena Maulana, sedikit sniper buatan luar negeri yang mampu bersaing dengan SPR 2.

Kebanyakan sniper buatan luar negeri jangkauan targetnya di bawah SPR 2.

“Saingannya itu sniper black arrow dan truvellow. Keduanya di bawah SPR 2 jangkauannya,” ujar dia.

3. Efek Amunisi Istimewa
Peluru SPR-2 produksi PT PINDAD
Senapan SPR 2 juga memiliki amunisi yang terbilang istimewa, bisa memberi 3 efek sekaligus. Menembus, membakar dan meledak di dalam target dalam satu waktu

Senapan sniper SPR 2 tergolong besar dikelasnya. SPR 2 memiliki amunisi kaliber 12,7 milimeter. Di pasaran biasanya cuma 5,62 milimeter.

4. Peluru Tembus Tank
Pasukan khusus dengan snipper SPR-2 PINDAD
Jenis peluru senapan sniper SPR 2 buatan PT Pindad ditakuti banyak negara. Peluru ini mampu menembus kendaraan lapis baja sekalipun.

“Amunisinya 12,7 mm anti material. Jenis pelurunya paling ditakuti karena bisa menembus tank dan kendaraan lapis baja,” kata Kepala Departemen Komunikasi Pindad, Sena Maulana.

Senapan sniper SPR 2 ini berawal dari sniper SPR 2 buatan luar negeri milik TNI yang tak berani diuji coba. Kemudian Pindad berusaha menguji dan akhirnya membuat sendiri.

“Tahun 2003, TNI punya 3 pucuk dari negara lain tapi gak berani uji karena berat dan besar. Akhirnya kita uji bareng-bareng lalu kita buat sendiri pada 2006, itu awalnya,” kata dia.

5. Ditaksir Banyak Negara
PT Pindad memproduksi senapan sniper SPR 2 untuk digunakan Kopassus. Senjata ini pun mengundang decak kagum dunia.

“Kita sedang bikin 150 pucuk (senapan SPR 2) buat Kopassus. Dunia sniper internasional sudah langsung gempar, bagaimana kalau lebih?” kata kadep komunikasi Pindad, Sena Maulana.

Menurutnya, kemampuan Pindad membuat senjata itu membuat beberapa negara kepincut ingin memiliki. Saat pameran senjata 2014 (Indo Defence) kali ini banyak negara yang ingin melihat dari dekat senapan tersebut.

“Orang-orang asing juga langsung lihat ke sini. Mereka sudah dengar ini, kita mampu membuat,” tuturnya.
Read More

Sanggup tembus TANK BAJA Snipper PINDAD gemparkan Dunia

Penembak runduk. Istilah itu bisa ditelusuri sejak tahun 1770-an, di kalangan prajurit kolonial Inggris di India. Barang siapa mahir memburu burung snipe yang konon sulit ditembak, maka ia berhak mendapat julukan ‘sniper’.
foto SPR 2 Buatan PT PINDAD
Seiring berlalunya waktu, sniper mengalami pergeseran arti. Yakni, prajurit infanteri yang secara khusus terlatih untuk mempunyai kemampuan membunuh musuh secara tersembunyi dari jarak jauh dengan menggunakan senapan.

Indonesia baru kehilangan sniper legendaris yang diakui dunia, Tatang Koswara, yang meninggal dunia pada 3 Maret 2015. Namun, Bumi Pertiwi menghasilkan kebanggaan yang lain, senapan penembak runduk (SPR) yang diproduksi PT Pindad: SPR 2.
PT PINDAD PERSERO
SPR ini bukan sembarang senjata. Pelurunya bisa menembus tank baja. Dan bahkan, ada peledak di balik munisi tersebut yang bisa menghancurkan kendaraan tempur dalam sekejap. Lebih hebat lagi, SPR 2 juga memiliki jangkauan tembak hingga 2 kilometer (km). Kemunculannya menggemparkan dunia sniper.

“Senjata yang mendunia, kalau kita fokus ke senjata, kita punya SS-1, SS-1 dan beberapa varian. Kita juga punya SPR-2 yang baru kita launching dan langsung dibeli oleh Kopassus,” kata Direktur PT Pindad Silmy Karim kepada Liputan6.com.

Mantan Staf Ahli Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) itu menambahkan, senjata-senjata yang merupakan produk unggulan Pindad,  kualitasnya sudah teruji. Siap digunakan di medan tempur. “Dan ternyata memang bisa diterima dan malah lebih unggul dari pada produk impor,” ujar dia.
Secara rinci, SPR 2  berkaliber 12,7 mm x 99 mm, panjang senapan 1.755 mm, berat keseluruhan 19,5 kg, panjang barel 1.055 mm, kapasitas peluru antara 5-10 butir. Rifling atau alur spiral berulir pada bagian dalam laras senjata api ini yakni 8 grooves, RH 381 mm (15”) twist. Kecepatan rata-rata lesatan peluru 900 meter per detik dan jangkauan 2 km.

Menurut Silmy, keistimewaan SPR 2 ini dibanding senapan dari negara adalah terletak pada jangkauan, ketepatan, dan silencer atau peredam suara hentakan dari tembakan.
Silencer yang dipasang bisa menurunkan hentakan suara tembakan sekitar 20-30 desibel. Senjata ini juga dilengkapi perangkat night vision dan teleskop dengan pembesaran ukuran 5-25 kali.

“Senjata kita ini ada peredam dari recoil-nya (hentakan), yang ini cukup membuat kesulitan bagi produsen lain dalam mendesain produk yang digunakan oleh sniper. Di samping itu, senjata sniper ini relatif sangat khusus. Dalam arti tidak massal di mana tingkat ketelitiannya harus maksimal,” ungkap dia.
dalam pabrik PT PINDAD
Direktur Pindad ini mengakui manfaat ekonomis dari pembuatan SPR 2 ini sebenarnya tidak terlalu besar. Tapi ia menekankan, keberhasilan pembuatan senapan runduk tersebut membuktikan bahwa Indonesia mampu menciptakan alutsista yang inovatif dan mutakhir.

“Untuk membuat sniper ini, effort-nya (usahanya) banyak, tetapi secara ekonomis, manfaatnya tidak terlalu banyak. Tetapi kita dalam hal ini melakukan dalam konteks kemandirian. Dalam konteks kita mampu membuat senjata yang dapat digunakan oleh sniper,” kata Silmy.
dalam pabrik PT PINDAD 2
Kepada Liputan6.com, teknisi Pindad Diding Sumardi menunjukkan wujud senapan SPR 2, aksesoris, dan berbagai pelurunya. Ada tiga jenis peluru yang bisa digunakan, yakni MU3 M yang dipakai untuk latihan menembak, MU 3 SAM yang bisa menembus kendaraan, dan MU 3 BLAM yang tidak hanya menembus kendaraan tapi juga bisa meledakkan target.

Atas kemampuannya yang luar biasa, Sniper SPR 2 mendapat pengakuan dari dunia internasional. Terbukti, senapan jitu ini masuk rekomendasi di situs alat utama sistem senjata (alutsista) Weaponsystems.net, bersanding dengan senjata canggih lainnya dari penjuru dunia, seperti senapan runduk Zastava M93 Black Arrow buatan Serbia.
dalam pabrik PT PINDAD 3
Bahkan, tentara Singapura pernah melontarkan pujian untuk SPR 2. “Good!“, ujar seorang penembak kontingen Angkatan Darat Singapura, sambil terus memandangi dan melihat detail fitur senapan runduk anti material versi SPR-2, yang dipajang di stand PT Pindad di sela-sela kejuaraan tembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-21, di Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, dengan adanya SPR 2 ini, Indonesia bersanding dengan tiga negara lainnya yang mampu membuat senapan runduk serupa, yakni Amerika Serikat (AS) dan dua negara di Eropa.
pasukan khusus dengan Sniper SPR 2 PINDAD
Dunia militer Indonesia naik tingkat dari sebelumnya. Meski begitu, PT Pindah belum menjualnya kepada negara lain. Sejauh ini, baru Komando Pasukan Khusus (Koppasus) TNI AD yang sudah mengoperasikannya. Mengenai harga per unitnya, SPR 2 ini dibanderol sekitar Rp 200 juta per pucuknya.

Sungguh hebat bukan senapan SPR 2 buatan PT PINDAD tersebut. Dimana kita mampu menciptakan senjata berupa snipper yang membuat kagum duni. Info seperti ini jarang diketahui banyak orang, karena senjata semacam ini biasanya dirahasiakan negara dan hanya digunakan oleh Pasukan khusus kita, dan Indonesia tidak menjualnya ke negara lain.

Setelah membaca Info diatas, sudah sepatutnya kita berbangga dengan semua ini.. Dan marilah kita ikut membangun negeri ini supaya menjadi lebih baik, dan dapat menciptakan produk produk inovatif dan berkelas lainnya.
senjata buatan PT PINDAD
Read More
Copyright © 2015. BLOG HUNTER | Template Created By BLOG HUNTER | Proudly Powered By Blogger