B.J. Habibie seorang tokoh terkenal di Indonesia. Beliau pernah menjabat sebagai presiden ketiga republik Indonesia. Jika dituliskan namanya secara lengkap berserta gelarnya mungkin terasa sangat panjang, namun, berikut nama dan gelar beliau: Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Ketiga RI).
B.J. Habibie lahir di Pare-pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak ke empat dari delapan bersaudara. Ibu B.J. Habibie bernama RA. Tuti Marini dan ayah Habibie bernama Alwi Abdul Jalil Habibie.
Habibie muda menikah dengan seorang gadis cantik bernama Hasri Ainun Habibie pada yanggal 12 Mei 1962. Habibie mempunyai dua orang putra yaitu Ilham Habibie dan Thareq Kemal.
Habibie kehilangan ayahnya pada 3 September 1950. Ayah Habibie meninggal karena serangan jantung. Tak lama setelah ayahnya meninggal habibie pindah ke bandung bersama ibunya. Kemudian dia menuntut ilmu di Gouverments Middlebare School. Mulai dari sinilah kecerdasan habibie bersinar.
Setelah tamat SMA di Bandung 1954 Habibie mendaftar ke ITB(Institute Teknologi Bandung). Diawal masa studinya ternyata Habibie mendapatkan beasiswa dari kementrian pendidikan dan kebudayaan untuk studi di jerman.
Ir. Soekarno pernah mencanangkan mengirimkan beberapa anak muda Indonesia untuk menyerap teknologi diseluruh dunia guna memajukan bidang kedirgantaraan dan kemaritiman.
Habibie adalah salah satu anak terpilih yang mengikuti gelombang kedua program beasiswa tersebut. Mengingat pesan Ir. Soekarno, Habibie muda mempelajari dan mengerti arti pentingnya dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia.
Habibie muda yang melanjutkan studi di Jerman memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi kontruksi pesawat terbang. Kampus pilihan Habibie muda adalah Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule(RWTH).Setelah sampai dikampus ini beliau bertekad untuk belajr dengan sungguh-sungguh dan harus sukses di tanah perantauan.
Tekad kesungguhan Habibie dibuktikan dengan fokus belajar yang tinggi dan tidak menghabiskan liburannya dengan hanya bersenang-senang. Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule Di liburan musim panas setiap tahunnya Habibie muda selalu mengisi kesehariannya dengan bekerja dan mencari uang.
Hasil dari kerja kerasnya digunakan untuk membeli buku. Habibie mendapatkan gelar diploma Ing dari Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule(RWTH) pada tahun1960 dengan predikat Cumlaude (Sempurna).
Setelah lulus dari Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule(RWTH), Habibie memulai karir bekerjanya di Firma talbot, sebuah industri kereta api Jerman. Di Firma Talbot Habibie mendesain sebuah wagon untuk mengangkut barang-barang dalam volume besar.
Rancangan Habibie untuk 1000 wagon Firma Talbot diselesaikan dengan pendekatan teknologi kontruksi sayap pesawat terbang. Di sela-sela kerjanya Habibie melanjutkan studinya untuk gelar doktor di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule. Kerja keras dan ketekunannya membuahkan hasil yang membanggakan.
Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan predikat summa cumlaude (Sangat Sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean.
Penemu Faktor Habibie
Saat Habibie menjadi engineer di jerman, dia mempelajari fenomena fatigue (kelelahan) pada kontruksi pesawat. Habibie mencetuskan rumus untuk menghitung keretakan atau crack progression on random.

Rumus temuan Habibie ini ia namakan “Faktor Habibie”. Rumus temuan Habibie ini dapat menghitung crack progression sampai skala atom material kontruksi pesawat terbang. Sehingga Habibie dijuluki “Mr. Crack”
Kejeniusan Habibie mengantarkannya menjadi penemu faktor Habibie yang diakui dunia. Habibie diakui lembaga International diantaranya: Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat).
Pada tahun 1967 Habibie mendapatkan penghargaan menjadi Profesor kehormatan (guru besar) di ITB (Institute Teknologi Bandung) Disisi lain HAbibie juga memperoleh penghargaan Edward Warner Award dan Theodore Van Karman Award.
B.J. Habibie Kembali Ke Indonesia
….Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun. Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat dari negara mereka!
dikutip dari biografi B.J. Habibie
Kesuksesan B.J. Habibie diluar negeri membuat presiden Soeharto tertarik padanya dan mengajaknya pulang untuk bersama membangun Indonesia. Sepulang ke Indonesia Habibie mengabdi pada bidang kedirgantaraan. Berikut sepak terjang beliau di Indonesia setelah kembali dari Jerman.
- 1976 – 1998 Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara/ IPTN.
- 1978 – 1998 Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
- 1978 – 1998 Direktur Utama PT. PAL Indonesia (Persero).
- 1978 – 1998 Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam / Opdip.
- 1980 – 1998 Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan
- 1983 – 1998 Direktur Utama, PT Pindad (Persero).
- 1988 – 1998 Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis.
- 1989 – 1998 Ketua Badan Pengelola Industri Strategis/ BPIS.
- 1990 – 1998 Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia/lCMI.
- 1993 Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar.
- 10 Maret – 20 Mei 1998 Wakil Presiden Republik Indonesia
- 21 Mei 1998 – Oktober 1999 Presiden Republik Indonesia.
Beberapa Rancangan Pesawat B.J. Habibie yang Mendunia di antaranya :
VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31
Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130
Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif )
Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )
CN – 235
N-250
Helikopter BO-105
Multi Role Combat Aircraft (MRCA)
Semoga artikel ini bermanfaat dan memacu motivasi kita untuk terus menimba ilmu seperti bapak B.J. Habibie.
Read More
Indonesia resmi memiliki satelit komunikasi pertama pada tahun 1976. Namun, satelit tersebut bukan buatan asli dalam negeri kendati diberi nama Palapa A1. Satelit itu beroperasi kurang lebih sembilan tahun sebagai media komunikasi telepon, dan televisi.
Pasca-masa operasionalnya berakhir, Palapa I diganti satelit baru yaitu Palapa A2 hingga C2 yang yang juga masih impor.Singkat cerita, Indonesia baru mampu membuat satelitnya sendiri pada tahun 2006.
Sejak saat itulah satelit-satelit buatan anak bangsa mulai dikembangkan dan diluncurkan untuk membantu jaringan komunikasi hingga keamanan di negeri ini. Berikut lima satelit hebat buatan anak negeri sebagaimana dikutip Okezone, Senin (15/2/2016)
1. INASAT-1
INASAT-1 merupakan satelit pertama yang didesain oleh PT Dirgantara Indonesia bekerja sama dengan LAPAN. Ini merupakan mahakarya anak negeri tanpa ada campur tangan negara luar. Satelit tersebut merupakan nano hexagonal satelit yang digunakan sebagai metodologi penginderaan dan memotret cuaca dari udara.
Data yang dikirim oleh INASAT-1 nantinya akan dianalisis guna mengetahui pergerakan awan dan gelombang laut. Satelit ini menggunakan komponen elektronik berukuran mikro dengan bobot tidak lebih dari 15 kilogram. Biaya yang dihabiskan untuk pembuatan satelit yang diperkirakan mampu mengorbit hingga 12 bulan itu mencapai Rp725 juta.
2. LAPAN-TUBsat
Satu lagi satelit buatan anak bangsa adalah LAPAN-TUBsat. Ini adalah satelit kecil atau mikro yang dikembangkan oleh LAPAN dan Universitas Teknik Berlin, Jerman. Satelit ini adalah modifikasi dari satelit lain yang memiliki nama DLR-TUBsat. Meski memiliki desain yang sama tapi satelit buatan LAPAN ini dibubuhi sensor bintang berteknologi canggih.
LAPAN-TUBsat diluncurkan perdana pada 2007 lalu. Ia difungsikan untuk memantau keadaan permukaan bumi Indonesia, dengan cara merekam hal-hal buruk seperti kebakaran hutan, gunung meletus, banjir, dan bencana besar lainnya. Semua data itu kemudian disimpan lalu diteruskan melalui pesan komunikasi dengan tetap terjaga akurasinya.
3. LAPAN-A2
LAPAN-A2 merupakan satelit pengganti dari LAPAN-TUBsat yang telah usai masa operasionalnya. LAPAN-A2 juga sering disebut dengan LAPAN-ORARI lantaran ada kerja sama dengan organisasi radio amatir ORARI. Oh ya, LAPAN-A2 sepenuhnya dibuat dan dirancang di negeri ini meski masih menggunakan konsultan dari Jerman.
Satelit berbobot sekira 78 kilogram itu memiliki tiga misi besar saat diluncurkan. Pertama, adalah misi pengamatan terhadap bumi yang bertujuan melaporkan jika sewaktu-waktu ada bencana besar terjadi di Indonesia.
Kedua, satelit ini juga berfungsi memantau kapal yang ada di lautan Indonesia dan dunia. Terakhir, satelit ini juga diujicobakan untuk komunikasi radio amatir yang dilakukan ORARI.
4. LAPAN-A3
Satelit berikutnya adalah LAPAN-A3. Satelit ini merupakan satelit kecil terbaru yang diprediksi akan diluncurkan pada pertengahan 2016. Satelit tersebut dikembangkan oleh LAPAN dan bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Satelit ini akan digunakan sebagai pemantau pertanian yang ada di Indonesia dan juga sumber daya alam meliputi hutan dan area pertambangan.
Anggaran yang dihabiskan untuk satelit ini disebut-sebut mencapai Rp65 miliar. Biaya itu mencakup pembuatan, pengujian, hingga peluncuran ke luar angkasa nanti. Saat ini LAPAN-A3 tengah dalam tahap finishing atau penyelesaian akhir dan siap dioperasikan guna mendukung sistem kemaritiman RI.
5. Linusat
Indonesian Inter University Satellite (Iinusat) adalah satelit yang merupakan buatan enam perguruan tinggi di Indonesia. Mereka adalah UGM, ITB, UI, ITS, PENS, dan ITT Bandung. Kerja sama antara enam perguruan tinggi dan LAPAN ini diberi nama Inspire atau Indonesia Nano Satellite Platform Initiative for Research anda Education.
Satelit ini merupakan bentuk perkembangan IPTEK di kalangan universitas di Indonesia yang selama ini belum pernah terjadi. Diharapkan setelah Iinusat meluncur akan ada lagi satelit-satelit baru yang dibuat oleh para akademisi hebat dan mahasiswa brilian di negeri ini.
Read More
Di
acara talk show Kompasiainival 2013, Sabtu, 23/11/2013, di Grand
Indonesia Mall, Fountain Atrium, lantai 3A, Wakil Gubernur DKI Jakarta,
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mempunyai beberapa kisah inspiratif
yang menarik. Salah satunya yang dia ceritakan di penghujung acara talk
show tersebut.
Menurut
Ahok, sebenarnya Indonesia mempunyai sedikitnya dua keunggulan penting
dibandingkan dengan Amerika Serikat. Apakah itu? Berikut narasi yang
saya buat berdasarkan cerita Ahok. Beberapa tahun lalu, dia pernah
diundang oleh Parlemen Negeri Paman Sam itu untuk menghadiri suatu
acara.
Pada
kesempatan itu terjadi dialog santai antara dia dengan salah satu
senator di sana. Senator itu berkata, “Lambang negara anda itu
sebenarnya menjiplak lambang negara kami! “ Ahok terkejut, dan berkata,
“Kenapa anda bisa berkata demikian?” “Anda lihat saja sendiri, burung
elangnya sangat mirip. Cuma di negara anda, anda bilang itu namanya
burung garuda.
Di
lambang negara kami burung itu mengigit pita dengan tulisan berbahasa
Latin, ‘E Pluribus Unum,’ yang berarti, ‘dari yang banyak menjadi satu.’
Sedangkan di negara anda, dijiplak dan dimodifikasi menjadi burung itu
menggengam pita dengan tulisan berbahasa Sansekerta, ‘Bhinneka Tunggal
Ika,’ yang artinya, ‘berbeda-beda tetapi tetap satu.’
Kedua
pengertian itu pada dasarnya sama.” Ahok menjawab, “Saya tidak bisa
membenarkan atau membantah klaim anda itu. Karena negara anda sudah
merdeka lebih dulu dari kami lebih dari 200 tahun.
Tetapi,
tahukah anda burung di lambang negara anda itu mempunyai kelemahan
dibandingkan dengan Burung Garuda kami? Bahkan burung elang di lambang
negara anda itu sebenarnya juga bisa ditafsirkan sebagai lambang bangsa
yang oportunis!” Giliran senator itu yang terkejut, “Kenapa anda bisa
berkata demikian? Kami bangsa oportunis?” “Ya, itu juga merupakan
sedikitnya dua keunggulan bangsa kami dibandingkan dengan bangsa anda,”
jawab Ahok.
Dengan
nada penasaran senator itu berkata, “Jelaskan argumen anda itu!?” Ahok
menjelaskan, “Burung elang di lambang negara anda menggambarkan dia
sedang menggigit pita bertuliskan ‘E Pluribus Unum,’ yang artinya ‘dari
banyak menjadi satu,’ tetapi karena pita dengan tulisan tersebut digigit
dengan paruhnya, maka ketika elang tersebut harus makan, maka dia pun
pasti akan melepaskan pita tersebut.
Inilah
lambang oportunisme itu, ketika kebutuhannya mendesak harus dipenuhi,
maka dia akan melepaskan ‘E Pluribus Unum’ itu. Persatuan bisa
dikorbankan demi kepentingan dirinya sendiri!” Senator itu terdiam.
Ahok
melanjutkan, “Berbeda sekali dengan lambang negara kami. Pita ‘Bhinneka
Tunggal Ika’ itu tidak digigit dengan paruhnya, tetapi digenggam
erat-erat dengan cakarnya. Ketika ia harus makan, maka pita tersebut
tetap digenggam erat. Itu melambangkan prinsip bangsa kami, bahwa apapun
yang terjadi persatuan bangsa adalah tetap nomor satu!” Senator itu
mengangguk-angguk kepalanya tanda memahami penjelasan Ahok.
Kemudian
dia berkata, “Tadi anda mengatakan ada sedikitnya dua keunggulan bangsa
anda daripada bangsa kami. Apa itu yang kedua?” Ahok bertanya balik,
“Lebih dari 90 persen orang orang Amerika beragama Kristen.
Seandainya
Obama adalah seorang Muslim, apakah orang Amerika akan tetap memilihnya
sebagai presiden mereka? Belum tentu bukan? Nah, di negara saya, di
Belitung Timur, penduduknya lebih dari 90 persen Muslim, tetapi mereka
pernah memilih bupatinya yang dobel minoritas, yaitu China dan Kristen.”
Ahok menyelesaikan ceritanya. Hadirin di acara Kompasianiival malam itu
pun bertepuk tangan meriah.
Namun,
secara substansial makna, kita bisa memahami maksud Ahok dalam
ceritanya itu. Yakni, bahwa bangsa yang besar seharusnya tidak lagi
menilai orang lain, termasuk dan terutama (calon) pimpinannya
berdasarkan etnis dan agamanya. Bangsa yang berjiwa kerdil dan
berwawasan sempitlah yang masih mempertahankan sentiman SARA dalam
mengambil sikap politiknya.
Bangsa
yang demikian mustahil untuk bisa bergaul, maju dan bergaul di kancah
internasional di era globalisasi seperti sekarang ini. Cerita Ahok
mengenai “keunggulan kedua” itu mungkin memang relevan di masa lalu,
tetapi, tidak lagi di masa sekarang. Seiring dengan semakin majunya cara
berpikir manusia moderen saat ini, yang semakin tidak lagi memandang
orang dari etnis dan agamanya tetapi, integritas dan prestasinya.
Fenomena
ini tidak hanya terjadi di negara berkembang seperti Indonesia, yang
mayoritas Muslim, tetapi juga di beberapa negara lain, termasuk Amerika
Serikat. Amerika Serikat juga pada awal November 2013 lalu mencatat
sejarah barunya dengan memilki seorang walikota baru yang beragama
Islam. Dia adalah seorang pria bernama M Saud Anwar (46 tahun), dipilih
warga kota South Windsor, negara bagian Connecticut, sebagai walikota
mereka yang baru.
Padahal,
di kota itu hanya ada 375 jiwa yang beragama Islam dari jumlah
penduduknya yang lebih dari 100.000 jiwa (yang beragama Kristen). Anwar
berasal dari Partai Demokrat dan terpilih sebagai warga Muslim pertama
yang pernah menjabat sebagai wali kota di wilayah Connecticut. Anwar
sebenarnya adalah warga imigran yang datang dari Karachi, Pakistan, pada
1991 lalu.
Awalnya
ia tinggal bersama neneknya di Illionis. Kemudian ia pindah ke
Connecticut karena ia menempuh studi di Yale University. Dia dapat
diterima dan akhirnya dipilih oleh warga kota itu menjadi walikota
mereka, karena selama ini dia dikenal berkerpibadian baik.
Dia
tak pernah berbicara menyinggung hal-hal yang berkaitan dengan agama
dalam menjalankan pekerjaannya itu, maupun selama menjadi politisi
Partai Demokrat. “Kita hidup di sebuah kota di mana orang saling
merangkul, dihormati untuk siapa mereka dan apa yang mereka lakukan,
bukan menonjolkan perbedaan atau apa kepercayaan mereka.
Itulah
salah satu hal yang membuat anda jatuh cinta dengan South Windsor,”
ujar Anwar, dilansir dari Onislam.net. Anwar memandang jabatan barunya
sebagai simbol kuat yang menyampaikan pesan harapan . " Ini
menghilangkan penilaian dari orang-orang yang menyerang Amerika (sebagai
orang yang rasis), '' katanya .
"Ketika
mereka mengatakan bahwa kita (orang Amerika) tidak menghormati warga
tertentu karena memiliki perbedaan tertentu (etnis dan agama), pada
kesempatan inilah kita menyatakan kepada mereka, bahwa itu tidak benar.
Kami adalah negara imigran dan kami juga merupakan bagian dari negara
ini, yang terdiri dari orang-orang yang berbeda agama (dan etinisnya)."
“Kota sama halnya dengan manusia.
Merupakan
sebuah kesatuan tunggal dari berbagai sistem organ keamanan, pekerjaan
umum, pelayanan publik, keuangan, dan semua sistem yang ada harus
bekerja sama agar kota pun bisa berjalan lancar seperti halnya tubuh
manusia bisa sehat,” tegas Saud Anwar dalam pidato pelantikannya.
Seandainya
saja Barrack Obama adalah seorang Muslim, bisa jadi dia akan tetap
dipilih oleh orang Amerika Serikat sebagai presiden mereka. Karena orang
Amerika melihat kepribadian dan jiwa kenegarawan yang begitu besar dari
sosok seorang Obama.
Jiwa
kenegarawan Obama terbukti dari sikapnya pada kasus ketika pada 2010,
sebagian warga AS menolak pembangunan Islamic Center dan masjid di dekat
Ground Zero, lokasi bekas dua menara gedung WTC yang diserang teroris
dengan pesawat terbang sampai hancur dan rata dengan tanah pada 11
Septmber 2001.
Ketika
itu Obama tetap pada keputusannya untuk mengizikan pembangunan kompleks
Islamic Center itu, meskipun, dikecam cukup banyak warganya. Tuduhan
yang antara lain dilontarkan kepadanya adalah tidak peka terhadap ribuan
keluarga korban yang tewas dalam serangan teroris itu.
Dalam
pidatonya pada 12 Agustus 2010, Obama berkata, "Saya tidak bekomentar
dan saya tidak akan komentar tentang kebijaksanaan untuk memutuskan
menempatkan sebuah masjid di sana." seperti dikutip AFP, Minggu,
15/8/2010 (detik.com).
"Saya
berkomentar sangat khusus tentang hak yang rakyat miliki ketika negara
ini berdiri. Itulah negara kita. ... Dan, saya kira amat penting,
sesulit apapun masalah-masalah ini, bahwa kita tetap fokus tentang siapa
kita sebagai manusia dan apa nilai-nilai kita.”
Sedangkan
pengelola "Cordoba House," nama Islamic Center itu berkata, kompleks
iersebut akan mencakup sebuah masjid, fasilitas olahraga, teater,
restoran. Lokasi akan terbuka untuk semua pengunjung untuk menunjukkan
bahwa umat Islam adalah bagian dari komunitas mereka.” Akhirnya, warga
AS pun bisa menerima keputusan Presiden Obama itu.
Obama
sebagai pimpinan nomor satu AS saat ini dengan berpegang tegih kepada
Konstitusi negaranya telah memberi pembelajaran yang sangat berga bagi
bangsanya dalam memandang setiap persoalan seperti itu.
Dia
berani mengambil tindakan tidak populis di mata rakyatnya demi kemajuan
bangsanya itu. Ketika berkunjung ke Indonesia, dalam pidatonya pada 10
November 2010, di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Obama juga
sempat memuji dan mengingatkan Indonesia mengenai pentingnya
mempertahankan dan mempraktekkan “Bhinneka Tunggal Ika,” atau “Unitiy in
Diversity” di Indonesia.
Bandingkanlah
dengan sikap Presiden kita ketika berhadapan dengan kelompok intoleran
dan anarkis terhadap pemeluk agama minoritas di negeri ini. Maka, di
dalam konteks kepimpinan bangsa ini, saya kira, AS lebih unggul daripada
kita, karena mereka memiliki Pimpinan seperti Obama.
Read More
JAKARTA - Bersama Korea Selatan, Indonesia berencana mengembangkan industri mobil listrik.
"Kami ingin menjajal peluang mobil listrik di Indonesia. Kami juga ingin bekerja sama dengan pengusaha Indonesia," kata Kim Soo-Il, Chairman Busan Indonesia Center, Sabtu (30/1/2016).
Menurut pria yang juga menjabat President of Daegu University of Foreign Studies tersebut, saat ini industri mobil listrik dan komponennya sedang marak di Korea.
Keinginan Korsel ini disambut baik oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin.
Kata Pak Mentri, nantinya pabrik komponen mobil listrik bisa dibangun di wilayah yang memang sudah jadi kawasan industri otomotif.
Semisal di Cikarang, Bekasi dan Karawang. Bahkan bisa jadi di daerah lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan menambahkan, selain di sekitar Jakarta, kawasan industri di Surabaya, Jawa Timur boleh jadi pilihan lain bagi industri komponen mobil listrik.
“Secara tren global, produksi mobil jenis ini memang menarik untuk prospek ke depan," katanya.
Read More
Siapa bilang pemuda Indonesia cuma bisa tawuran? Dari banyaknya hujatan yang terdengar, rupanya banyak yang tak sadar bahwa pemuda Indonesia punya potensi untuk mengharumkan bangsa.
Di dunia otomotif, banyak pemuda Indonesia yang mengukir prestasi. Indonesia berhasil membuat beberapa mobil prototype mobil nasional. Esemka contohnya. Sayangnya, dalam proses pengerjaan kadang banyak hambatan yang membuat deretan proyek mobil nasional harus terhenti di tengah jalan.
Nyatanya putera puteri bangsa ini sudah mampu membuat atau menciptakan mobil-mobil yang dapat membanggakan Indonesia. Hingga 2016 ini tercatat ada banyak mobil yang mampu dihasilkan oleh anak bangsa, dan berikut adalah daftar 12 Mobil Karya anak bangsa yang membanggakan :
1. Marlip
Marlip adalah mobil listrik yang dikembangkan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan dipasarkan PT. Marlip Indo Mandiri. Mobil ini digunakan untuk mobil golf, pasien, mobil keamanan. Marlip juga punya varian mobil empat penumpang dengan kecepatan mencapai 50 km/jam dengan jarak tempuh maksimal 120km. Harga Marlip berkisar antara Rp60 sampai Rp80 juta.
2. Gea
Gea adalah proyek mobil nasional hasil riset PT. INKA (Industri Kereta Api) dengan mesin Rusnas (Riset Unggulan Strategis Nasional), yakni mesin berkapastias 640cc. Tujuan Gea adalah memberikan alternatif mobil kecil menghadapi krisis energi. Dilepas dengan harga antara 45 -50 juta, sudah diuji coba hingga 10.000 km dan kecepatan maksimalnya 90 km/jam. Mobil ini sudah sampai tahap uji coba produksi.
3. Tawon
Mobil tawon diproyeksikan menjadi pengganti Bajaj. Diproduksi oleh PT Super Gasindo Indonesia Jaya (GIJ). Tawon adalah mobil nasional yang paling siap dipasarkan. Mobil ini menggunakan bahan bakar gas dengan kapasitas mesin mesin 650cc. Tawon mampu menembus kecepatan 100 km/jam dengan banderol Rp48 juta on the road.
4. Komodo
Salah satu desainer CN-250 Gatotkaca Ibnu Susilo menjadi Head Designer Maleo mengeluarkan desain Komodo. Ini adalah mobil offroad asli Indonesia. Mobil kecil tapi dapat melintasi hutan sejauh 100 km dalam 6-7 jam dengan konsumsi bahan bakar hanya 5 liter. Komodo punya fitur self-recovery yang membuatnya tidak bisa terguling.
5. Timor
Timor adalah Teknologi Industri Mobil Rakyat. Timor pernah hits di dekade 90an yang diproduksi PT. Timor Putra Nasional. Sejatinya, mobil ini merupakan mobil KIA Sephia dengan ide mengimpor mobil namun dengan komponen lokal. Bersamaan dengan Timor, hadir Bimantara dengan produknya Bimantara Cakra.
6. Esemka Digdaya
Esemka Digdaya adalah proyek mobil nasional yang dikerjakan oleh siswa SMK 1 Singosari Malang. Mobil double kabin ini memiliki mesin 1.500 cc eks Timor. Biaya yang dhabiskan Rp175 juta.
7. Esemka Rajawali
Senada dengan Esemka Digdaya, Esemka Rajawali menjadi perbincangan khusus setelah Wali Kota Solo Joko Widodo menggunakan sebagai mobil dinas. Esemka Rajawali bergenre SUV dengan mesin 1.500 cc milik Timor. Mobil ini dilepas dengan banderol Rp75 juta dengan semua fitur-fitur layaknya mobil Jepang.
8. Gendhis
480px Resize
480
Asli
Gendhis sempat dibawa ke Bali pada akhir 2013 lalu guna dipamerkan dalam ajang KTT APEC yang dihadiri banyak negara maju. Rencananya, mobil ini akan diproduksi oleh PT Berkah Para Maestro (BPM) di bawah supervisi Ricky Elson.
9. Tucuxi
Tucuxi merupakan mobil listrik yang lebih dulu lahir sebelum Selo. Menghadirkan konsep elegan. mobil listrik ini berhasil membuat takjub dan menarik minat setiap orang yang melihatnya. Namun sayang keinginan Dahlan untuk memproduksi masal mobil ini harus terhenti karena Tucuxi mengalami kegagalan mekanisme rem ketika diujicoba oleh Dahlan Iskan.
Kecelakaan tersebut terjadi di daerah Sarangan, Magetan saat diuji coba Dahlan Iskan dari Solo menuju Surabaya.
10. E&C ITS
Mahasiswa perguruan tinggi ITS Surabaya berhasil membuat satu mobil listrik bernama E&C yang didesain dengan nuansa futuristik dan mewah. Mobil ini datang dengan konsep SUV empat penumpang yang memiliki wheelbase 240 cm, sehingga penumpang dipastikan akan mendapatkan ruang yang lega di dalam kabin.
Untuk dapur pacunya sendiri, E&C hadir dengan mengusung motor listrik dengan tenaga maksimal 20kw. Dalam sekali pengisian baterai, mobil ini mampu berjalan sejauh 24 km.
11. Selo
Bicara soal mobil sport, mungkin Cuma Ferrari atau Lamborghini yang ada di benak kamu. Dengan harga yang selangit, sangat sulit mendapatkan mobil impian yang dimimpikan hampir semua orang itu.
Tapi tenang impian, untuk memiliki mobil mewah dan elegan nampaknya akan terjawab dengan munculnya mobil listrik buatan Indonesia. Selo. Mobil buatan tim Putra Petir ini didukung sepenuhnya oleh Dahlan Iskan untuk menjadi mobil listrik nasional pertama yang berhasil dibuat Indonesia.
Mobil listrik sport Indonesia ini dibekali dengan motor 135 kw dan mampu menghasilkan peforma 180 tenaga kuda. Dengan kemampuan ini, Selo bisa melaju hingga 220 km/h. Mobil selo ini adalah hasil karya Enginer Indonesia bernama Ricky Elson bersama tim Kupu-Kupu Malam Yogyakarta.
12. SKEV-1
SKEV-1 (Signal Kustom Electric Vehicle 1) adalah mobil sport listrik buatan anak bangsa hasil kerjasama dari coachbuilder Signal Kustom dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Mobil sport ini pernah mengejutkan dunia otomotif dalam ajang Final Battle Autoblackthrough 2010. Mobil ini berhasil dinobatkan sebagai The Champion of Autoblackthrough 2010. Mobil ini hadir dengan desain sporty layaknya mobil balap yang melintas di ajang Formula 1. Mobil listrik ini juga didukung dengan motor listrik bertenaga 60 Daya Kuda yang mampu melesat hingga 140km/jam.
Seharusnya mobil - mobil diatas dapat menjadi mobil mobil nasional Indonesia yang diproduksi secara massal dan bisa membanggakan. Akan tetapi pemerintah terkesan diam saja dan tak mau mengambil tidakan benar dalam menanggapi hal ini.
Sayangnya Pemerintah kita terkesan bodoh dan cuek terhadap karya karya putera puteri bangsanya. Alhasil salah satu mobil karya anak bangsa ( SELO ) hasil karya Ricky Elson & Tim Kupu-Kupu Malam dipinang oleh investor luar asal Malingsia.
Kalo udah kayak gini, salah siapa cobak. Entahlah apa yang ada di benak pemerintah kita sehingga enggan dalam mengembangkan produk produk anak bangsanya, dan lebih meng Anak Emaskan produk produk dari negara Asing.
Read More