Kalau bicara soal Linux pasti yang diingat Ubuntu ataupun debian dan juga yang lainnya , pasti anda masih sangat canggung dengan distro linux yang lainnya apalagi buatan indonesia. Linux merupakan OS yang cukup banyak di gemari oleh kalangan orang IT baik dalam tugas sekolah maupun dalam OS yang di gunakan.
Hal tersebut dikarenakan Linux memiliki banyak kelebihan dibandingkan windows salah satunya sangat sulit terinfeksi virus dan OSnya pun banyak yang Free ( open source ) beda dengan windows yang berbayar.
Pastinya anda bertanya-tanya apa itu distro ? mungkin anda masih asing dengan bahasa yang satu ini , saya akan menjelaskannya
Read More
PT Pindad (Persero) telah mengembangkan dan memproduksi panser roda 6 bernama Anoa 6X6. Panser yang laris manis ini telah dipakai oleh TNI untuk misi di dalam dan luar negeri.
Tak berhenti sampai di situ, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang pertahanan ini, mengembangkan panser dengan senjata berat jenis canon. Panser ini diberi nama 'Badak'.
Beda dengan Anoa yang lebih diperuntukan untuk angkut personil dan dilengkapi senjata ringan, Panser 'Badak' dilengkapi senjata berat jenis canon 90 mm di atas turret. Konsep Panser badak mirip dengan tank namun bedanya ada di roda. Badannya seperti tank, tapi ini roda ban. Tapi basic-nya memang panser.
Untuk pengembangan turret atau canon, Pindad menggandeng perusahaan pertahanan dari Belgia yakni CMI Defence. CMI dinilai memiliki kemampuan kelas dunia dalam memproduksi turret.
Saat di medan tempur, Panser Badak bisa menahan tembakan dengan amunisi 12,7 mm. Saat ini, Panser Badak sedang melalui proses uji untuk memperoleh sertifikasi dari Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat.
Rencananya, produksi massal dilakukan pada triwulan I-2016 setelah lolos sertifikasi. Nama 'Badak' sendiri diberikan secara langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) saar meninjau pameran persenjataan internasional 2014 (Indo-Defence) di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Pemberian nama itu dilakukan atas permintaan PT Pindad.
Berdasarkan spesifikasi yang dimiliki, panser ini dibuat khusus untuk pertempuran, beda dengan Panser Anoa yang memang dibuat untuk mengangkut pasukan. Atas alasan itu, panser ini dipasangi sistem persenjataan jenis canon berdiameter 90 milimeter.
Panser ini memuat tiga orang kru, termasuk sopir. Sesuai namanya, panser ini dipakai untuk bertahan maupun penyerangan. PT Pindad mengklaim panser ini unggul dari panser Tarantula yang produk Korea, Kenapa? Kelebihannya pada manuvernya yang lebih tinggi. Harganya sesuai dengan budget TNI dan bentuknya sesuai dengan karakteristik Asia. Harganya di bawah Tarantula.
Panser ini memiliki berat hingga 14 ton dan untuk mendukung laju kendaraan didukung dengan mesin diesel dari Renault, yaitu Diesel Inline 6 silinder Tubo Charger Intercooler berkapasitas 10.800 cc yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 340 horsepower.
Meski berbadan besar dan dilengkapi persenjataan berat, panser ini mampu mencapai kecepatan puncak hingga 90 kilometer per jam. Tak hanya memiliki kecepatan puncak yang cukup cepat, Badak diakui memiliki kemampuan manuver yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan Panser Tarantula buatan Korea Selatan.
Sistem transmisi dari Badak sendiri menggunakan transmisi otomatis 6-percepatan. Memiliki dimensi panjang 6 meter, lebar 2.5 meter dan tinggi 2,9 meter, Badak Pindad memiliki kemampuan jelajah yang cukup luas sekitar 600 kilometer.
Untuk urusan kenyamanan dan kemampuan menghadapi medan yang ekstrem, PT Pindad menyematkan Independent Double Wisbone tanpa Spring ke Badak. Hal ini ditunjang dengan ban Runflat 1100-R22,5 yang mampu berjalan dalam keadaan tanpa angin hingga sejauh 80 kilometer pada kecepatan tertentu. Keren kan?
Read More
Media sosial saat ini mengalami perkembangan pesat di seluruh belahan dunia. Bahkan, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara dengan jumlah pengguna media sosial terbesar di dunia.
Tingginya angka pengguna media sosial tentu tak dapat dilepaskan dari faktor semakin banyaknya masyarakat pengguna smartphone dan jangkauan layanan internet yang semakin luas dari berbagai provider. Kondisi itulah yang menjadi tantangan sekaligus peluang bisnis.
Tantangan dan peluang bisnis itu pula yang ditangkap putra-putri Indonesia untuk meluncurkan aplikasi layanan pesan berbasis Android.
Dan berikut adalah 6 Aplikasi chat Mesenger Asli Buatan Indonesia :
1. GGM (Greget Messenger)
Greget Messenger ini dibuat oleh seorang mahasiswa yang saat ini masih duduk di bangku kuliah, di salah satu universitas di Semarang dan bersama timnya aplikasi ini dirilis pada akhir januari kemarin gan.
Yang bikin unik dari aplikasi ini adalah konsep teman dan interaksi sosialnya yang beda dari media chat maupun media sosial lainnya gan. Kalau biasanya media chat lain yang kita lihat, kebanyakan membatasi interaksi antar usernya dengan cara harus mengetahui pin mereka terlebih dahulu lalu dengan persetujuan antar 2 user tersebut mereka baru bisa berinteraksi (gamblangnya harus add pin/teman terlebih dahulu baru bisa ngobrol).
Nah Greget Messenger mengambil konsep yang berlawanan dari itu gan. Setiap user di sini akan bebas mengobrol dengan orang lain semaunya, yang perlu kita ketahui cuma nama panggilan orang yang mau kita ajak ngobrol, lalu kita akan bisa ngobrol dengan orang tersebut secara langsung tanpa harus menunggu persetujuan.
Walau begitu di sini ada setting untuk membuat akun agan menjadi akun pribadi, dimana orang tertentu dan yang disetujui agan sendiri aja yang bisa ngobrol/berinteraksi dengan agan.
Yang tak kalah menariknya di sini ada banyak cara untuk nemuin temen gan, bisa dari search nama, search nomor hp, trus ada juga fitur untuk cari orang di sekitar, trus cari orang secara acak, ada juga cari teman facebook, twitter, suggestion friend, fitur free call, video call, map ditambah lagi ada fitur sync contact layaknya whatsapp gan.
Selain fitur penambahan teman yang segudang, di sini juga disediain fitur sosial gan, ada timelinenya, trus ada sistem followers, repost, reply, mention temen, dsb.

Ane bisa jelasin banyak gini karena ane dah install ni aplikasi gan, dan ane tanya langsung sama Contact Supportnya, oiya di sini juga nyediain CS yang bersedia membantu agan selama jam kerja, dan langsung dijawab sama pihak Greget Messengernya gan, lewat aplikasi itu juga.
2. Catfiz

Aplikasi percakapan teks dengan slogan “The Ultimate Android Messenger” ini secara resmi diluncurkan pada 10 November 2012 lalu. Aplikasi buatan PT Dunia Catfish Kreatif Media ini ternyata sangat populer di dunia. Siapa yang menyangka bila aplikasi asal Surabaya ini telah digunakan oleh pengguna dari 70 negara. Arab Saudi, India, kuwait, Jordania, dan Venezuela adalh beberapa neagra yang negara paling aktif menggunakan aplikasi Catfiz.
3. Stealth Messenger

Berbeda dari Catfiz, aplikasi Stealth Messenger lebih mengusung fitur keamanan super. Aplikasi ini dikembangkan oleh yaitu Rockliffe yang berbasis di Jakarta namun juga memiliki kantor di California, Amerika Serikat. Aplikasi ini bisa digunakan untuk chatting dan melakukan panggilan pada rekan dan keluarga dengan teknologi enkripsi.
Sehingga semua panggilan dan aktivitas chatting yang dilakukan bersifat pribadi. Aplikasi ini dengan berani menyandingkan diri dengan aplikasi chat serupa yang juga diklaim memerhatikan keamanan seperti Telegram maupun Signal.
4. Yogrt
Aplikasi Chat buatan anak bangsa yang satu ini lebih menempatkan diri sebagai aplikasi pertemanan baru layaknya Kakao atau BeeTalk. Bahkan aplikasi ini memberikan fitur permainan sebagai pemanis untuk menarik pengguna disegmen anak-anak muda. Aplikasi buatan Kongko Digital yang berkantor di Singapura ini dirilis tahun 2014 di Indonesia dan saat ini telah diunduh lebih dari 500.000 kali.
5. Imes (Indonesia Messenger)

Aplikasi yang mengusung jargon "karya anak bangsa" ini dikembangkan oleh PT Gobsindo Utama yang berbasis di Jakarta dan telah resmi diluncurkan sejak 28 Februari 2015. Beberapa fitur yang ditawarkan oleh IMES adalah super grup yang bisa mencapai 2000 member. IMES diklaim mampu menggabungkan berbagai macam fitur antara percakapan, kicauan dari tweeter maupun sosial media lainnya menjadi satu dalam aplikasi yang sama.
6. Iyaa Messenger

Aplikasi pecakapan instan yang terakhir adalah IYAA Messenger yang dikembangkan oleh PT IONsoft. Iyaa cukup berani untuk mengusung aplikasi chat dengan konsep yang cukup unik dan terbilang radikal, yakni menggunakan karakter komik sebagai wadah bercakap-cakap.
Tidak hanya karakter yang bisa diubah-ubah sesuai selera IYAA juga menyediakan set lokasi maupun elemen-elemen lain yang diatur sedemikian rupa sehingga pengguna bisa merasakan chatting dengan suasana membaca komik.
Read More
B.J. Habibie seorang tokoh terkenal di Indonesia. Beliau pernah menjabat sebagai presiden ketiga republik Indonesia. Jika dituliskan namanya secara lengkap berserta gelarnya mungkin terasa sangat panjang, namun, berikut nama dan gelar beliau: Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie (Presiden Ketiga RI).
B.J. Habibie lahir di Pare-pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak ke empat dari delapan bersaudara. Ibu B.J. Habibie bernama RA. Tuti Marini dan ayah Habibie bernama Alwi Abdul Jalil Habibie.
Habibie muda menikah dengan seorang gadis cantik bernama Hasri Ainun Habibie pada yanggal 12 Mei 1962. Habibie mempunyai dua orang putra yaitu Ilham Habibie dan Thareq Kemal.
Habibie kehilangan ayahnya pada 3 September 1950. Ayah Habibie meninggal karena serangan jantung. Tak lama setelah ayahnya meninggal habibie pindah ke bandung bersama ibunya. Kemudian dia menuntut ilmu di Gouverments Middlebare School. Mulai dari sinilah kecerdasan habibie bersinar.
Setelah tamat SMA di Bandung 1954 Habibie mendaftar ke ITB(Institute Teknologi Bandung). Diawal masa studinya ternyata Habibie mendapatkan beasiswa dari kementrian pendidikan dan kebudayaan untuk studi di jerman.
Ir. Soekarno pernah mencanangkan mengirimkan beberapa anak muda Indonesia untuk menyerap teknologi diseluruh dunia guna memajukan bidang kedirgantaraan dan kemaritiman.
Habibie adalah salah satu anak terpilih yang mengikuti gelombang kedua program beasiswa tersebut. Mengingat pesan Ir. Soekarno, Habibie muda mempelajari dan mengerti arti pentingnya dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia.
Habibie muda yang melanjutkan studi di Jerman memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi kontruksi pesawat terbang. Kampus pilihan Habibie muda adalah Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule(RWTH).Setelah sampai dikampus ini beliau bertekad untuk belajr dengan sungguh-sungguh dan harus sukses di tanah perantauan.
Tekad kesungguhan Habibie dibuktikan dengan fokus belajar yang tinggi dan tidak menghabiskan liburannya dengan hanya bersenang-senang. Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule Di liburan musim panas setiap tahunnya Habibie muda selalu mengisi kesehariannya dengan bekerja dan mencari uang.
Hasil dari kerja kerasnya digunakan untuk membeli buku. Habibie mendapatkan gelar diploma Ing dari Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule(RWTH) pada tahun1960 dengan predikat Cumlaude (Sempurna).
Setelah lulus dari Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule(RWTH), Habibie memulai karir bekerjanya di Firma talbot, sebuah industri kereta api Jerman. Di Firma Talbot Habibie mendesain sebuah wagon untuk mengangkut barang-barang dalam volume besar.
Rancangan Habibie untuk 1000 wagon Firma Talbot diselesaikan dengan pendekatan teknologi kontruksi sayap pesawat terbang. Di sela-sela kerjanya Habibie melanjutkan studinya untuk gelar doktor di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule. Kerja keras dan ketekunannya membuahkan hasil yang membanggakan.
Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan predikat summa cumlaude (Sangat Sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean.
Penemu Faktor Habibie
Saat Habibie menjadi engineer di jerman, dia mempelajari fenomena fatigue (kelelahan) pada kontruksi pesawat. Habibie mencetuskan rumus untuk menghitung keretakan atau crack progression on random.

Rumus temuan Habibie ini ia namakan “Faktor Habibie”. Rumus temuan Habibie ini dapat menghitung crack progression sampai skala atom material kontruksi pesawat terbang. Sehingga Habibie dijuluki “Mr. Crack”
Kejeniusan Habibie mengantarkannya menjadi penemu faktor Habibie yang diakui dunia. Habibie diakui lembaga International diantaranya: Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l’Air et de l’Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat).
Pada tahun 1967 Habibie mendapatkan penghargaan menjadi Profesor kehormatan (guru besar) di ITB (Institute Teknologi Bandung) Disisi lain HAbibie juga memperoleh penghargaan Edward Warner Award dan Theodore Van Karman Award.
B.J. Habibie Kembali Ke Indonesia
….Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun. Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat dari negara mereka!
dikutip dari biografi B.J. Habibie
Kesuksesan B.J. Habibie diluar negeri membuat presiden Soeharto tertarik padanya dan mengajaknya pulang untuk bersama membangun Indonesia. Sepulang ke Indonesia Habibie mengabdi pada bidang kedirgantaraan. Berikut sepak terjang beliau di Indonesia setelah kembali dari Jerman.
- 1976 – 1998 Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara/ IPTN.
- 1978 – 1998 Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
- 1978 – 1998 Direktur Utama PT. PAL Indonesia (Persero).
- 1978 – 1998 Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam / Opdip.
- 1980 – 1998 Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan
- 1983 – 1998 Direktur Utama, PT Pindad (Persero).
- 1988 – 1998 Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis.
- 1989 – 1998 Ketua Badan Pengelola Industri Strategis/ BPIS.
- 1990 – 1998 Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia/lCMI.
- 1993 Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar.
- 10 Maret – 20 Mei 1998 Wakil Presiden Republik Indonesia
- 21 Mei 1998 – Oktober 1999 Presiden Republik Indonesia.
Beberapa Rancangan Pesawat B.J. Habibie yang Mendunia di antaranya :
VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31
Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130
Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif )
Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )
CN – 235
N-250
Helikopter BO-105
Multi Role Combat Aircraft (MRCA)
Semoga artikel ini bermanfaat dan memacu motivasi kita untuk terus menimba ilmu seperti bapak B.J. Habibie.
Read More
Indonesia harus bangga dengan tiga orang mahasiswa ini yang mampu menciptakan robot canggih dengan nama War-V1 atau lebih pantas disebut dengan Tank tanpa awak asli dari Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia.
Nama War-V1 diberikan sebagai kendaraan taktis lapis baja tanpa awak, yang merupakan hasil karya Mahasiswa Indonesia yang bernama Bachtiar Laksana, dalam pengembangan mobil militer War-V1, Bachtiar dibantu oleh dua orang temannya yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing.
Peran utama dari kendaraan ini yaitu sebagai beckup infrantry dilapangan, sehingga senjata dan system pendukung lainnya diseuaikan dengan perannya.
War-V1 adalah prototipe ranpur karya Anak Bangsa yang ide rancangannya merujuk ke ikon robot Megabots (Amerika) dan Kuratas (Jepang). War-V1 memang dirancang sebagai robot hybrid tactical vehicle, dapat digerakkan lewat remote atau dikendalikan langsung oleh seorang awak.
Dengan mengusung keunggulan lapis baja dan roda rantai yang dilengkapi dengan persenjataan seperti meriam membuat tank tanpa awak ini dapat diandalkan untuk mendukung operasi TNI AD di medan-medan tertentu. Kehadiran War-V1 ini mendapat respon positif dari TNI AD yang langsung melirik konsep ranpur futuristik ini.
War-V1 - Tank Tanpa Awak Canggih Buatan BDLTech Indonesia
Indonesia harus bangga dengan tiga orang mahasiswa ini yang mampu menciptakan robot canggih dengan nama War-V1 atau lebih pantas disebut dengan Tank tanpa awak asli dari Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia.
Desain robot war-v1 yang merupakan tank tanpa awak buatan Indonesia
Nama War-V1 diberikan sebagai kendaraan taktis lapis baja tanpa awak, yang merupakan hasil karya Mahasiswa Indonesia yang bernama Bachtiar Laksana, dalam pengembangan mobil militer War-V1, Bachtiar dibantu oleh dua orang temannya yang memiliki keahlian di bidangnya masing-masing.
Peran utama dari kendaraan ini yaitu sebagai beckup infrantry dilapangan, sehingga senjata dan system pendukung lainnya diseuaikan dengan perannya.
War-V1 adalah prototipe ranpur karya Anak Bangsa yang ide rancangannya merujuk ke ikon robot Megabots (Amerika) dan Kuratas (Jepang). War-V1 memang dirancang sebagai robot hybrid tactical vehicle, dapat digerakkan lewat remote atau dikendalikan langsung oleh seorang awak.
Dengan mengusung keunggulan lapis baja dan roda rantaiyang dilengkapi dengan persenjataan seperti meriam membuat tank tanpa awak ini dapat diandalkan untuk mendukung operasi TNI AD di medan-medan tertentu. Kehadiran War-V1 ini mendapat respon positif dari TNI AD yang langsung melirik konsep ranpur futuristik ini.
Di beberapa hal, Robot War-V1 ada kemiripannya dengan Bozena yaitu robot penghancur ranjau milik Yon Zipur TNI AD, yakni berbasis robotic dalam platform kendaraan. Bagi yang belum kenal War-V1, konsep prototipe ranpur ini dibuat oleh startup BDLTech dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Hebatya, penggarapan prototipe hanya dilakoni oleh tiga orang.
“Mulai dari dari desain (2,5 bulan), pengerjaan fisik (11,5 bulan) elektronik, dan finisihing yang masih berlangsung sampai saat ini, semua dilakukan oleh tim internal kami,” ujar Bachtiar Dumais Laksana, direktur CV BDLTech. Khusus untuk pencetakan logam (custom) dibantu CV Kembar Teknika di Klaten, Jawa Tengah.
Keunggulan Robot War-V1 atau tank tanpa awak buatan BDL Tech Indonesia
Tank robot War-V1 memiliki beberapa keunggulan dibanding ranpur sejenisnya. War-V1 disasar sebagai blocker, backup dan sweeper untuk eskalasi peperangan menengah. Bekal senjata utama yang diusung adalah Minimi 5,56 mm, jenis SMR (Senapan Mesin Regu) yang punya kemampuan dual feed system.
Minimi dipilih karena dual mode sistem otomatis yg dimilikinya, sehingga modifikasi control elektronis jadi sangat mudah. “Kapasitas jumlah magasin juga menjadi pertimbangan, karena cadangan hingga lebih dari 2.000 peluru akan membantu unit dalam aplikasi lapangan.
Senjata minimi ini juga dipandang punya dimensi yang paling pas dengan desain War-V1. Berlaku layaknya robot, reload peluru ke senjata juga akan dipersiapkan otomatis. Dalam desain fisiknya, kantung magasin dapat dibuka dan pasang dari dalam kendaran sehingga mekanisme reload dapat dilakukan dengan mudah dan aman.
Senjata lain yang ditawarkan War-V1 yakni peluncur roket tipe fixed tubular dengan jangkauan 1,8 km. Untuk menjalankan misi tempur, rencana War-V1 akan dipasangi plat baja berukuran 3 mm di sekeliling bodi.
Targetnya War-V1 akan menggunakan plat baja laterit milik LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonsia) dengan ketebalan antara 5 – 7 mm. Namun sampai saat ini diakui pihak BDLTech belum berhasil mendapat akses untuk memperolehnya. Secara umum, robot War-V1 disiapkan untuk menahan terjangan proyektil hingga kaliber 7,62 mm.
Modus kendali War-V1 dirancang hybrid, bila menggunakan remote (wireless) saat ini baru bisa menjelajah sejauh 1 km. Sementara dengan awak (manned) combat radius mencapai 8 km. Untuk transmisi kendali saat ini masih menggunakan radio frekuensi biasa.
Kedepan ada keinginan untuk memodifikasi pengiriman sinyal dengan digital, atau kendali lewat WiFi yang mendukung anti jamming. Sementara untuk pengindraan, War-V1 mengandalkan kamera IR Color Digital dan CCD CCTV. Sebagai interfacenya 3 x 9 inchi DC monitor.
Dapur pacu War-V1 disokong dari baterai Hybrid 2xBLDC (Brushless Direct Current) Motor, 48 Volt DC 5600 RPM. Dengan kondisi baterai full, combat duration War-V1 bisa mencapai 90 menit.
Melaju bak tank, War-V1 mengusung roda rantai jenis leafchain merek D.I.D Japan Full Baja, ukuran RS 100, dan main/idler roller sprocket 7inch (Custom Manual). Agar ramah digunakan di medan aspal, sisi rantai bagian luar dilapisi karet konveyor 3ply. Dan hingga saat ini ranpur War-V1 terus dikembangkan untuk penyempurnaan guna memperoleh hasil yang memuaskan.
Spesisikasi Robot tank tanpa awak War-V1
Secara umum kendaraaan baja tanpa awak ini memiliki spesifikasi sebagai berikut:
- Kru : Unmmaned/manned (1 personel)
- Berat kosong: 710 kg
- Berat penuh: 940 kg
- Panjang : 1.952 mm
- Lebar: 1.681 mm
- Tinggi: 1.652 mm
- Mesin: Baterai Hybrid 2xBLDC (Brushless Direct Current) Motor
- Combat radius max: 8 km
- Combat duration: 90 menit
- Horizontal obstabcle max: 340 mm
- Hole obstacle max: 600 mm
- Kamera: IR Color Digital
- Senjata: FN Minimi 5,56 mm
Nah, itulah detail spesifikasi tentang War-V1 yang merupakan jenis Tank tanpa awak canggih karya anak bangsa melalui BDTech Balikpapan. Semoga informasi ini dapat menjadi penyemangat dan inspirasi buat kita semua agar semakin mencintai dan bangga dengan Indonesia.
Read More
Indonesia resmi memiliki satelit komunikasi pertama pada tahun 1976. Namun, satelit tersebut bukan buatan asli dalam negeri kendati diberi nama Palapa A1. Satelit itu beroperasi kurang lebih sembilan tahun sebagai media komunikasi telepon, dan televisi.
Pasca-masa operasionalnya berakhir, Palapa I diganti satelit baru yaitu Palapa A2 hingga C2 yang yang juga masih impor.Singkat cerita, Indonesia baru mampu membuat satelitnya sendiri pada tahun 2006.
Sejak saat itulah satelit-satelit buatan anak bangsa mulai dikembangkan dan diluncurkan untuk membantu jaringan komunikasi hingga keamanan di negeri ini. Berikut lima satelit hebat buatan anak negeri sebagaimana dikutip Okezone, Senin (15/2/2016)
1. INASAT-1
INASAT-1 merupakan satelit pertama yang didesain oleh PT Dirgantara Indonesia bekerja sama dengan LAPAN. Ini merupakan mahakarya anak negeri tanpa ada campur tangan negara luar. Satelit tersebut merupakan nano hexagonal satelit yang digunakan sebagai metodologi penginderaan dan memotret cuaca dari udara.
Data yang dikirim oleh INASAT-1 nantinya akan dianalisis guna mengetahui pergerakan awan dan gelombang laut. Satelit ini menggunakan komponen elektronik berukuran mikro dengan bobot tidak lebih dari 15 kilogram. Biaya yang dihabiskan untuk pembuatan satelit yang diperkirakan mampu mengorbit hingga 12 bulan itu mencapai Rp725 juta.
2. LAPAN-TUBsat
Satu lagi satelit buatan anak bangsa adalah LAPAN-TUBsat. Ini adalah satelit kecil atau mikro yang dikembangkan oleh LAPAN dan Universitas Teknik Berlin, Jerman. Satelit ini adalah modifikasi dari satelit lain yang memiliki nama DLR-TUBsat. Meski memiliki desain yang sama tapi satelit buatan LAPAN ini dibubuhi sensor bintang berteknologi canggih.
LAPAN-TUBsat diluncurkan perdana pada 2007 lalu. Ia difungsikan untuk memantau keadaan permukaan bumi Indonesia, dengan cara merekam hal-hal buruk seperti kebakaran hutan, gunung meletus, banjir, dan bencana besar lainnya. Semua data itu kemudian disimpan lalu diteruskan melalui pesan komunikasi dengan tetap terjaga akurasinya.
3. LAPAN-A2
LAPAN-A2 merupakan satelit pengganti dari LAPAN-TUBsat yang telah usai masa operasionalnya. LAPAN-A2 juga sering disebut dengan LAPAN-ORARI lantaran ada kerja sama dengan organisasi radio amatir ORARI. Oh ya, LAPAN-A2 sepenuhnya dibuat dan dirancang di negeri ini meski masih menggunakan konsultan dari Jerman.
Satelit berbobot sekira 78 kilogram itu memiliki tiga misi besar saat diluncurkan. Pertama, adalah misi pengamatan terhadap bumi yang bertujuan melaporkan jika sewaktu-waktu ada bencana besar terjadi di Indonesia.
Kedua, satelit ini juga berfungsi memantau kapal yang ada di lautan Indonesia dan dunia. Terakhir, satelit ini juga diujicobakan untuk komunikasi radio amatir yang dilakukan ORARI.
4. LAPAN-A3
Satelit berikutnya adalah LAPAN-A3. Satelit ini merupakan satelit kecil terbaru yang diprediksi akan diluncurkan pada pertengahan 2016. Satelit tersebut dikembangkan oleh LAPAN dan bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Satelit ini akan digunakan sebagai pemantau pertanian yang ada di Indonesia dan juga sumber daya alam meliputi hutan dan area pertambangan.
Anggaran yang dihabiskan untuk satelit ini disebut-sebut mencapai Rp65 miliar. Biaya itu mencakup pembuatan, pengujian, hingga peluncuran ke luar angkasa nanti. Saat ini LAPAN-A3 tengah dalam tahap finishing atau penyelesaian akhir dan siap dioperasikan guna mendukung sistem kemaritiman RI.
5. Linusat
Indonesian Inter University Satellite (Iinusat) adalah satelit yang merupakan buatan enam perguruan tinggi di Indonesia. Mereka adalah UGM, ITB, UI, ITS, PENS, dan ITT Bandung. Kerja sama antara enam perguruan tinggi dan LAPAN ini diberi nama Inspire atau Indonesia Nano Satellite Platform Initiative for Research anda Education.
Satelit ini merupakan bentuk perkembangan IPTEK di kalangan universitas di Indonesia yang selama ini belum pernah terjadi. Diharapkan setelah Iinusat meluncur akan ada lagi satelit-satelit baru yang dibuat oleh para akademisi hebat dan mahasiswa brilian di negeri ini.
Read More
Di
acara talk show Kompasiainival 2013, Sabtu, 23/11/2013, di Grand
Indonesia Mall, Fountain Atrium, lantai 3A, Wakil Gubernur DKI Jakarta,
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mempunyai beberapa kisah inspiratif
yang menarik. Salah satunya yang dia ceritakan di penghujung acara talk
show tersebut.
Menurut
Ahok, sebenarnya Indonesia mempunyai sedikitnya dua keunggulan penting
dibandingkan dengan Amerika Serikat. Apakah itu? Berikut narasi yang
saya buat berdasarkan cerita Ahok. Beberapa tahun lalu, dia pernah
diundang oleh Parlemen Negeri Paman Sam itu untuk menghadiri suatu
acara.
Pada
kesempatan itu terjadi dialog santai antara dia dengan salah satu
senator di sana. Senator itu berkata, “Lambang negara anda itu
sebenarnya menjiplak lambang negara kami! “ Ahok terkejut, dan berkata,
“Kenapa anda bisa berkata demikian?” “Anda lihat saja sendiri, burung
elangnya sangat mirip. Cuma di negara anda, anda bilang itu namanya
burung garuda.
Di
lambang negara kami burung itu mengigit pita dengan tulisan berbahasa
Latin, ‘E Pluribus Unum,’ yang berarti, ‘dari yang banyak menjadi satu.’
Sedangkan di negara anda, dijiplak dan dimodifikasi menjadi burung itu
menggengam pita dengan tulisan berbahasa Sansekerta, ‘Bhinneka Tunggal
Ika,’ yang artinya, ‘berbeda-beda tetapi tetap satu.’
Kedua
pengertian itu pada dasarnya sama.” Ahok menjawab, “Saya tidak bisa
membenarkan atau membantah klaim anda itu. Karena negara anda sudah
merdeka lebih dulu dari kami lebih dari 200 tahun.
Tetapi,
tahukah anda burung di lambang negara anda itu mempunyai kelemahan
dibandingkan dengan Burung Garuda kami? Bahkan burung elang di lambang
negara anda itu sebenarnya juga bisa ditafsirkan sebagai lambang bangsa
yang oportunis!” Giliran senator itu yang terkejut, “Kenapa anda bisa
berkata demikian? Kami bangsa oportunis?” “Ya, itu juga merupakan
sedikitnya dua keunggulan bangsa kami dibandingkan dengan bangsa anda,”
jawab Ahok.
Dengan
nada penasaran senator itu berkata, “Jelaskan argumen anda itu!?” Ahok
menjelaskan, “Burung elang di lambang negara anda menggambarkan dia
sedang menggigit pita bertuliskan ‘E Pluribus Unum,’ yang artinya ‘dari
banyak menjadi satu,’ tetapi karena pita dengan tulisan tersebut digigit
dengan paruhnya, maka ketika elang tersebut harus makan, maka dia pun
pasti akan melepaskan pita tersebut.
Inilah
lambang oportunisme itu, ketika kebutuhannya mendesak harus dipenuhi,
maka dia akan melepaskan ‘E Pluribus Unum’ itu. Persatuan bisa
dikorbankan demi kepentingan dirinya sendiri!” Senator itu terdiam.
Ahok
melanjutkan, “Berbeda sekali dengan lambang negara kami. Pita ‘Bhinneka
Tunggal Ika’ itu tidak digigit dengan paruhnya, tetapi digenggam
erat-erat dengan cakarnya. Ketika ia harus makan, maka pita tersebut
tetap digenggam erat. Itu melambangkan prinsip bangsa kami, bahwa apapun
yang terjadi persatuan bangsa adalah tetap nomor satu!” Senator itu
mengangguk-angguk kepalanya tanda memahami penjelasan Ahok.
Kemudian
dia berkata, “Tadi anda mengatakan ada sedikitnya dua keunggulan bangsa
anda daripada bangsa kami. Apa itu yang kedua?” Ahok bertanya balik,
“Lebih dari 90 persen orang orang Amerika beragama Kristen.
Seandainya
Obama adalah seorang Muslim, apakah orang Amerika akan tetap memilihnya
sebagai presiden mereka? Belum tentu bukan? Nah, di negara saya, di
Belitung Timur, penduduknya lebih dari 90 persen Muslim, tetapi mereka
pernah memilih bupatinya yang dobel minoritas, yaitu China dan Kristen.”
Ahok menyelesaikan ceritanya. Hadirin di acara Kompasianiival malam itu
pun bertepuk tangan meriah.
Namun,
secara substansial makna, kita bisa memahami maksud Ahok dalam
ceritanya itu. Yakni, bahwa bangsa yang besar seharusnya tidak lagi
menilai orang lain, termasuk dan terutama (calon) pimpinannya
berdasarkan etnis dan agamanya. Bangsa yang berjiwa kerdil dan
berwawasan sempitlah yang masih mempertahankan sentiman SARA dalam
mengambil sikap politiknya.
Bangsa
yang demikian mustahil untuk bisa bergaul, maju dan bergaul di kancah
internasional di era globalisasi seperti sekarang ini. Cerita Ahok
mengenai “keunggulan kedua” itu mungkin memang relevan di masa lalu,
tetapi, tidak lagi di masa sekarang. Seiring dengan semakin majunya cara
berpikir manusia moderen saat ini, yang semakin tidak lagi memandang
orang dari etnis dan agamanya tetapi, integritas dan prestasinya.
Fenomena
ini tidak hanya terjadi di negara berkembang seperti Indonesia, yang
mayoritas Muslim, tetapi juga di beberapa negara lain, termasuk Amerika
Serikat. Amerika Serikat juga pada awal November 2013 lalu mencatat
sejarah barunya dengan memilki seorang walikota baru yang beragama
Islam. Dia adalah seorang pria bernama M Saud Anwar (46 tahun), dipilih
warga kota South Windsor, negara bagian Connecticut, sebagai walikota
mereka yang baru.
Padahal,
di kota itu hanya ada 375 jiwa yang beragama Islam dari jumlah
penduduknya yang lebih dari 100.000 jiwa (yang beragama Kristen). Anwar
berasal dari Partai Demokrat dan terpilih sebagai warga Muslim pertama
yang pernah menjabat sebagai wali kota di wilayah Connecticut. Anwar
sebenarnya adalah warga imigran yang datang dari Karachi, Pakistan, pada
1991 lalu.
Awalnya
ia tinggal bersama neneknya di Illionis. Kemudian ia pindah ke
Connecticut karena ia menempuh studi di Yale University. Dia dapat
diterima dan akhirnya dipilih oleh warga kota itu menjadi walikota
mereka, karena selama ini dia dikenal berkerpibadian baik.
Dia
tak pernah berbicara menyinggung hal-hal yang berkaitan dengan agama
dalam menjalankan pekerjaannya itu, maupun selama menjadi politisi
Partai Demokrat. “Kita hidup di sebuah kota di mana orang saling
merangkul, dihormati untuk siapa mereka dan apa yang mereka lakukan,
bukan menonjolkan perbedaan atau apa kepercayaan mereka.
Itulah
salah satu hal yang membuat anda jatuh cinta dengan South Windsor,”
ujar Anwar, dilansir dari Onislam.net. Anwar memandang jabatan barunya
sebagai simbol kuat yang menyampaikan pesan harapan . " Ini
menghilangkan penilaian dari orang-orang yang menyerang Amerika (sebagai
orang yang rasis), '' katanya .
"Ketika
mereka mengatakan bahwa kita (orang Amerika) tidak menghormati warga
tertentu karena memiliki perbedaan tertentu (etnis dan agama), pada
kesempatan inilah kita menyatakan kepada mereka, bahwa itu tidak benar.
Kami adalah negara imigran dan kami juga merupakan bagian dari negara
ini, yang terdiri dari orang-orang yang berbeda agama (dan etinisnya)."
“Kota sama halnya dengan manusia.
Merupakan
sebuah kesatuan tunggal dari berbagai sistem organ keamanan, pekerjaan
umum, pelayanan publik, keuangan, dan semua sistem yang ada harus
bekerja sama agar kota pun bisa berjalan lancar seperti halnya tubuh
manusia bisa sehat,” tegas Saud Anwar dalam pidato pelantikannya.
Seandainya
saja Barrack Obama adalah seorang Muslim, bisa jadi dia akan tetap
dipilih oleh orang Amerika Serikat sebagai presiden mereka. Karena orang
Amerika melihat kepribadian dan jiwa kenegarawan yang begitu besar dari
sosok seorang Obama.
Jiwa
kenegarawan Obama terbukti dari sikapnya pada kasus ketika pada 2010,
sebagian warga AS menolak pembangunan Islamic Center dan masjid di dekat
Ground Zero, lokasi bekas dua menara gedung WTC yang diserang teroris
dengan pesawat terbang sampai hancur dan rata dengan tanah pada 11
Septmber 2001.
Ketika
itu Obama tetap pada keputusannya untuk mengizikan pembangunan kompleks
Islamic Center itu, meskipun, dikecam cukup banyak warganya. Tuduhan
yang antara lain dilontarkan kepadanya adalah tidak peka terhadap ribuan
keluarga korban yang tewas dalam serangan teroris itu.
Dalam
pidatonya pada 12 Agustus 2010, Obama berkata, "Saya tidak bekomentar
dan saya tidak akan komentar tentang kebijaksanaan untuk memutuskan
menempatkan sebuah masjid di sana." seperti dikutip AFP, Minggu,
15/8/2010 (detik.com).
"Saya
berkomentar sangat khusus tentang hak yang rakyat miliki ketika negara
ini berdiri. Itulah negara kita. ... Dan, saya kira amat penting,
sesulit apapun masalah-masalah ini, bahwa kita tetap fokus tentang siapa
kita sebagai manusia dan apa nilai-nilai kita.”
Sedangkan
pengelola "Cordoba House," nama Islamic Center itu berkata, kompleks
iersebut akan mencakup sebuah masjid, fasilitas olahraga, teater,
restoran. Lokasi akan terbuka untuk semua pengunjung untuk menunjukkan
bahwa umat Islam adalah bagian dari komunitas mereka.” Akhirnya, warga
AS pun bisa menerima keputusan Presiden Obama itu.
Obama
sebagai pimpinan nomor satu AS saat ini dengan berpegang tegih kepada
Konstitusi negaranya telah memberi pembelajaran yang sangat berga bagi
bangsanya dalam memandang setiap persoalan seperti itu.
Dia
berani mengambil tindakan tidak populis di mata rakyatnya demi kemajuan
bangsanya itu. Ketika berkunjung ke Indonesia, dalam pidatonya pada 10
November 2010, di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Obama juga
sempat memuji dan mengingatkan Indonesia mengenai pentingnya
mempertahankan dan mempraktekkan “Bhinneka Tunggal Ika,” atau “Unitiy in
Diversity” di Indonesia.
Bandingkanlah
dengan sikap Presiden kita ketika berhadapan dengan kelompok intoleran
dan anarkis terhadap pemeluk agama minoritas di negeri ini. Maka, di
dalam konteks kepimpinan bangsa ini, saya kira, AS lebih unggul daripada
kita, karena mereka memiliki Pimpinan seperti Obama.
Read More